Pemburu Emas Kuansing Kocar-kacir, Polisi Datang Bawa Korek Bakar Habis Mesin Dompeng!
Petugas membakar rakit penambang emas ilegal di tepi Sungai Kuantan, Kamis, 2 Juli 2026. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Aparat gabungan mengamuk membakar belasan rakit pemburu emas ilegal, Kamis, 2 Juli 2026. Aliran air Sungai Kuantan mendadak berubah menjadi lautan api. Komplotan mafia tambang liar sukses dibuat rugi seketika.
Petugas gabungan bergerak senyap menyusuri wilayah Desa Koto Cerenti. Tim Polsek Cerenti berkolaborasi bersama jajaran TNI bersenjata lengkap. Pemerintah kecamatan ikut mengawal operasi penertiban lingkungan hidup tersebut. Langkah berani ini menjawab jeritan hati warga setempat.
Masyarakat sekitar sudah lama resah melihat kehancuran alam sekitar. Ekosistem air tawar rusak parah tergerus mesin dompeng. Air sungai menjadi keruh kuning pekat tercemar oleh zat kimia. Warisan alam untuk generasi masa depan terancam akan musnah total.
Polisi langsung mengambil tindakan tegas tanpa kompromi sedikit pun. Setibanya di lokasi, petugas memergoki dua rakit sedang beroperasi. Mesin dompeng meraung keras menyedot isi dasar sungai dalam. Kehadiran aparat membuat aktivitas haram itu terhenti seketika.
Nahas, para pekerja tambang liar keburu mengendus kedatangan petugas. Mereka langsung mengambil langkah seribu lari menyelamatkan diri masing-masing. Pelaku nekat melompat kabur menembus rimbunnya hutan belantara di sekitar. Petugas hanya menemukan rakit kosong tanpa ada pemiliknya.
Aparat bergerak cepat menghancurkan sarana kejahatan lingkungan tersebut. "Seluruh rakit langsung dimusnahkan," tegas Kapolsek Cerenti Iptu Peri Padli. Korek api dinyalakan untuk membakar kayu-kayu penyangga mesin dompeng. Asap hitam pekat langsung membubung tinggi ke angkasa.
Puas meratakan lokasi pertama, tim gabungan melanjutkan perburuan liar. Target operasi bergeser menuju wilayah Desa Kampung Baru Cerenti. Insting tajam petugas kembali membuahkan hasil sangat gemilang. Deretan rakit dompeng raksasa berjejer rapi di pinggir sungai.
Sebanyak 10 unit rakit PETI bersiap melakukan pengerukan. Namun, nasib sial keburu menjemput mimpi indah para penambang. Petugas langsung mengepung area lokasi kedua secara ketat. Kapak dan gergaji mesin dikeluarkan, menghancurkan struktur kayu rakit.
Dalam sehari penuh, total 12 unit rakit musnah. Nilai kerugian modal pelaku ditafsirkan mencapai ratusan juta. Tindakan tegas mutlak perlu demi memberi efek jera instan. Polisi memastikan tidak akan memberi ruang bagi perusak lingkungan.
Sungai Kuantan kini terbebas sejenak dari polusi suara mesin. Aliran air perlahan mulai bernapas lega pascaoperasi pembersihan. Warga Desa Kampung Baru mengapresiasi ketegasan aparat gabungan. Ketakutan akan bencana longsor tebing sungai kini berkurang.
Meski pelaku berhasil lolos, polisi mengantongi beberapa identitas. Proses penyelidikan terus berjalan memburu dalang utama modal besar. Pemilik modal rakit dompeng menjadi target buruan utama petugas. Penegakan hukum lingkungan tidak akan berhenti sampai di sini.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, angkat bicara tegas. Operasi penertiban merupakan bentuk nyata komitmen menjaga kelestarian alam. Laporan masyarakat menjadi dasar utama pergerakan pasukan di lapangan. Kegiatan pembersihan sungai bakal terus berjalan secara berkala.
Penambangan emas liar jelas merugikan hajat hidup orang banyak. Selain melanggar hukum negara, dampak kerusakannya sangat mengerikan. Keselamatan jiwa warga sepanjang aliran sungai menjadi taruhan utama. Pencemaran zat merkuri berbahaya mengancam kesehatan generasi muda.
Pimpinan Polres mengimbau warga menjauhi bisnis haram tambang emas. Jangan mudah tergiur oleh keuntungan instan yang merusak masa depan bangsa. Sinergi masyarakat bersama penegak hukum menjadi kunci sukses utama. Sungai Kuantan wajib dijaga bersama sebagai sumber kehidupan utama.
"Masyarakat bisa menghubungi Call Center Layanan Kepolisian 110," imbau Hidayat. Setiap aduan yang masuk pasti langsung mendapat respons tindakan cepat. Kerahasiaan identitas pelapor dijamin penuh oleh petugas kepolisian. Kerja sama aktif warga sangat dibutuhkan untuk memberantas mafia emas.
Alam Cerenti kini butuh waktu memulihkan diri dari kerusakan. Hijau pohon sekitar sungai harus tetap terjaga kokoh lestari. Aparat TNI dan Polri siap bersiaga mengantisipasi serangan susulan. Selamatkan Sungai Kuantan dari keserakahan manusia pemburu harta haram. R-02

