Prabowo Bertemu Presiden Belarus, Roadmap Baru Dua Negara Resmi Diluncurkan
Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi momentum penting mempererat hubungan diplomatik bersama Indonesia. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi momentum penting mempererat hubungan diplomatik bersama Indonesia. Agenda tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto mendatangi Belarus pada Juli 2025. Pertemuan tingkat tinggi berlangsung di Istana Merdeka dengan sejumlah agenda strategis.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan hubungan kedua negara terus berkembang setelah pertemuan sebelumnya. Sejumlah kesepakatan mulai diterjemahkan menjadi program kerja konkret lintas sektor strategis. Pemerintah menilai momentum tersebut membuka peluang ekonomi lebih luas.
Sugiono mengatakan salah satu pencapaian penting berupa peluncuran roadmap kerja sama bilateral periode 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman penguatan hubungan Indonesia dan Belarus selama lima tahun mendatang. Kerja sama mencakup sektor ekonomi, perdagangan, industri, hingga pembangunan.
“Hari ini akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus,” ujar Sugiono. Pernyataan tersebut disampaikan sebelum pertemuan kepala negara berlangsung di Istana Merdeka. Pemerintah optimistis pelaksanaan roadmap menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.
Sugiono juga menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi melalui perjanjian Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement. Belarus menjadi salah satu negara anggota yang telah meratifikasi kesepakatan tersebut. Langkah tersebut memperkuat fondasi perdagangan bersama Indonesia.
“Hubungan bilateral memasuki tahap baru yang lebih intensif,” kata Sugiono. Pemerintah menilai perkembangan tersebut menghadirkan peluang investasi serta perdagangan semakin terbuka. Hubungan diplomatik juga diharapkan semakin produktif pada berbagai bidang.
Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembahasan kedua pemimpin negara tersebut. Pemerintah berupaya memperluas kolaborasi demi memperkuat pasokan pangan nasional secara berkelanjutan. Belarus dinilai memiliki potensi besar mendukung agenda tersebut.
Selain pangan, kerja sama sektor energi memperoleh perhatian khusus selama pertemuan bilateral tersebut. Indonesia berupaya memperluas kemitraan demi mendukung ketahanan energi nasional pada masa mendatang. Kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kerja sama lebih intensif di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi akan dimantapkan,” ujar Sugiono. Pemerintah berharap implementasi kerja sama segera berjalan setelah roadmap resmi diluncurkan. Langkah tersebut menjadi bagian strategi memperkuat kebutuhan nasional.
Kerja sama bidang pertanian juga menjadi agenda penting dalam pembicaraan kedua negara tersebut. Belarus memiliki kapasitas produksi bahan baku pupuk cukup besar bagi kebutuhan industri. Indonesia memandang kolaborasi tersebut mampu memperkuat produktivitas sektor pertanian.
“Beberapa produk pertanian dan bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia,” kata Sugiono. Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan stabilitas pasokan kebutuhan pertanian nasional. Pemerintah juga membuka peluang investasi baru pada sektor pendukung.
Kunjungan Lukashenko menjadi lawatan keduanya ke Indonesia setelah kunjungan pertama berlangsung pada 2013. Pertemuan kali ini berlangsung dalam suasana hubungan bilateral semakin berkembang. Kedua negara memiliki komitmen memperluas kerja sama jangka panjang.
Pemerintah berharap hubungan Indonesia dan Belarus semakin erat melalui implementasi roadmap baru tersebut. Penguatan kemitraan diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses sumber daya strategis. Diplomasi ekonomi menjadi salah satu fokus utama pemerintahan saat ini.
“Kunjungan balasan ini diharapkan makin mempererat hubungan kedua negara serta meningkatkan ekonomi,” ujar Sugiono. Pemerintah menilai kerja sama tersebut memberi alternatif sumber daya penting bagi pembangunan nasional. Pertemuan kedua pemimpin menjadi langkah baru memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Belarus.(R-04)

