Festival Bakar Tongkang 2026 Tak Seramai Tahun Lalu, Sekda Rohil Sebut Jumlah Pengunjung Menurun
Puncak Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, berlangsung khidmat pada Rabu (1/7/2026). Foto : Istimewa
ROKAN HILIR, SabangMerauke News - Puncak Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, berlangsung khidmat pada Rabu (1/7/2026). Namun, kemeriahan festival budaya yang telah menjadi agenda pariwisata nasional ini dinilai tidak seramai pelaksanaan tahun sebelumnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir, Fauzi Efrizal, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung yang memadati Festival Bakar Tongkang tahun ini diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
"Untuk animo masyarakat yang hadir dalam Festival Bakar Tongkang tahun ini sepertinya agak berkurang dibandingkan tahun lalu. Kita belum mengetahui apa faktornya. Biasanya jalan-jalan dipadati lautan manusia, namun hari ini kita masih bisa berjalan dengan santai karena jumlah pengunjung berkurang. Tentu kita berharap tahun depan bisa lebih ramai lagi," ujar Fauzi usai menghadiri prosesi festival.
Meski jumlah pengunjung menurun, Fauzi menilai dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat tetap sangat positif. Menurutnya, para pelaku UMKM memperoleh peningkatan omzet yang signifikan, begitu juga para pengemudi becak motor yang menikmati lonjakan pendapatan selama festival berlangsung.
"Di sisi ekonomi kita melihat UMKM masyarakat mengalami peningkatan, dagangan mereka laris. Bahkan buruh becak motor yang biasanya memperoleh sekitar Rp30 ribu per hari, pada momen Festival Bakar Tongkang ini bisa menghasilkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Intinya, perputaran ekonomi di Bagansiapiapi cukup luar biasa saat Festival Bakar Tongkang dilaksanakan," jelasnya.
Puncak Festival Bakar Tongkang diawali dengan prosesi arak-arakan replika kapal tongkang dari Kelenteng Ing Hok King menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan, Bagansiapiapi.
Dalam prosesi tersebut, kapal tongkang turut ditandu oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengky Kurniawan, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, tokoh masyarakat Tionghoa Sugianto, serta ratusan warga yang mengikuti ritual sakral tersebut.
Sesampainya di lokasi pembakaran, replika kapal dipersiapkan untuk dibakar. Dua batang tiang kayu dipasang pada badan kapal yang menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa menjadi penunjuk arah datangnya rezeki pada tahun mendatang.
Sebelum prosesi pembakaran dimulai, pejabat Kementerian Pariwisata, unsur Forkopimda Provinsi Riau, Bupati Rokan Hilir beserta jajaran Forkopimda Rohil, dan tokoh masyarakat Tionghoa berkesempatan menaiki kapal sebagai bagian dari rangkaian ritual.
Beberapa menit setelah api membakar kapal tongkang, kedua tiang kayu tersebut akhirnya roboh mengarah ke laut. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, arah tumbangnya tiang menjadi simbol arah datangnya rezeki. Tahun ini, tiang mengarah ke laut yang diyakini sebagai pertanda rezeki akan datang dari sektor kelautan.
Sementara itu, saat dimintai tanggapan mewakili masyarakat Tionghoa mengenai pelaksanaan Festival Bakar Tongkang 2026, tokoh masyarakat Tionghoa, Sugianto, memilih tidak memberikan komentar kepada awak media.
"Terima kasih ya," ucapnya singkat sambil menghaturkan kedua tangan dan meninggalkan lokasi wawancara.
Sikap tersebut sempat disayangkan sejumlah wartawan yang meliput kegiatan. Menurut mereka, pandangan tokoh masyarakat Tionghoa dinilai penting untuk melengkapi pemberitaan, mengingat Festival Bakar Tongkang merupakan warisan budaya yang telah menjadi agenda pariwisata berskala nasional. (R-02)

