Arief Setiawan Mengaku Bersalah dan Menangis di Sidang Korupsi: Kenapa Orang yang Memberi dan Menerima Tidak Diapa-apakan, Yang Mulia?
Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, M Arief Setiawan menangis saat diperiksa sebagai terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (1/7/2026). Foto: SM News/Adri
RIAU, SabangMerauke News - Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, M Arief Setiawan menangis saat diperiksa sebagai terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (1/7/2026). Kalimat yang keluar dari mulutnya terpatah-patah, seraya memohon agar dirinya tidak dihukum berat.
"Saya mengaku bersalah. Saya tidak punya niat apa-apa, Yang Mulia," kata Arief Setiawan.
Arief menjadi terdakwa kasus korupsi bersama Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dan Tenaga Ahli Gubernur Dani M Nursalam.
Menurut Arief Setiawan, pasal gratifikasi dan suap yang menjerat dirinya terlalu berat. Ia memohon kepada majelis hakim agar tak dikenakan pasal rasuah tersebut.
"Ini pasalnya berat, Yang Mulia. (Uang) itu bukan untuk saya, Yang Mulia," kata Arief.
Selain memohon hukumannya diberi keringanan, Arief juga menyinggung soal proses hukum terhadap pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, sejumlah pihak yang ikut menerima dan memberi, sampai saat ini tidak diproses hukum.
"Banyak orang yang terkait, kenapa hanya saya, Yang Mulia. Terhadap pihak yang menerima dan memberi, orang-orang yang lebih menerima, kok tidak diapa-apakan, Yang Mulia," kata Arief memelas.
Dalam dakwaan KPK, terungkap peran Arief Setiawan bersama Sekretaris Dinas PUPR Riau, Ferry Yunanda dalam mengumpulkan uang setoran dari jajaran Kepala UPT Jalan dan Jembatan di lingkungan Dinas PUPR Riau. Total uang yang telah dikumpulkan mencapai Rp 3,55 miliar. Adapun fulus tersebut semula direncanakan sebesar 5 persen dari nilai kegiatan proyek di jajaran UPT Jalan dan Jembatan.
Uang tersebut kemudian mengalir ke sejumlah pihak, termasuk untuk Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam. Dalam persidangan, terungkap pula adanya uang yang mengalir untuk operasional Gubernur Abdul Wahid melalui ajudannya. Namun, pihak Abdul Wahid terus membantah tuduhan tersebut. (R-04/Adri)

