Modal Pistol Mainan, Komplotan Gang Motor Ini Sukses Membegal di 25 Lokasi
Direskrimum Polda Sumatera Utara mengadakan konferensi pers pengungkapan jaringan begal yang meresahkan warga Medan dan Deli Serdang, Senin, 30 Juni 2026. (sumber: istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News - Geng motor pembawa teror jalanan di Medan akhirnya tumbang. Polisi meringkus tujuh pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan. Kelompok sadis ini teridentifikasi sudah beraksi 25 kali.
Aksi kejahatan menyasar kawasan Medan serta Deli Serdang. Pengendara kehilangan kendaraan bermotor pada lokasi yang sepi. Wilayah sepi merupakan tempat favorit komplotan menyerang.
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara membeberkan hasil pengungkapan kasus ini pada Selasa, 30 Juni 2026. Petugas melakukan penyelidikan terukur selama dua pekan penuh.
Polisi menangkap Farhan yang masih berusia 19 tahun. Pelaku lain bernama Rama juga berumur 19 tahun. Aldi menjadi nama berikutnya yang masuk sel tahanan.
Petugas menyeret Usman Lubis yang berumur 40 tahun. Pelaku bernama Rinaldi berusia 28 tahun ikut tertangkap. Eka berusia 46 tahun masuk daftar tangkapan tim.
Tersangka terakhir adalah M Rizal berumur 18 tahun. Seluruh pelaku menjalani interogasi mendalam di markas komando. Pemeriksaan berjalan maraton untuk membongkar jaringan luas mereka.
Komplotan mencari mangsa di kawasan Medan Belawan. Area Medan Marelan masuk target operasi perampasan mereka. Wilayah Hamparan Perak menjadi lokasi perburuan motor berikutnya.
Penyelidikan bermula lewat aduan masyarakat yang merasa resah. Warga mengeluhkan aksi kriminalitas jalanan yang menakutkan. Polisi merespons cepat dengan menyebar tim lapangan khusus.
Petugas bergerak melacak keberadaan pelaku lewat berbagai petunjuk. Identitas anggota geng motor mulai terbaca dengan jelas. Perburuan melebar hingga mencakup wilayah di luar kota.
Rinaldi alias Inal merupakan otak utama komplotan tersebut. Petugas menangkap Inal di wilayah Kabupaten Langkat. Penangkapan dedengkot begal terjadi Minggu, 7 Juni 2026.
Penangkapan sang otak membuka kotak Pandora kasus ini. Petugas mengejar anggota lain ke berbagai persembunyian mereka. Enam pelaku tambahan menyerah tanpa perlawanan berarti.
Seorang penadah motor curian masuk dalam perangkap polisi. Hubungan transaksi gelap jual beli motor kini terkuak. Penyidik menelusuri aliran uang hasil kejahatan malam tersebut.
Modus operandi pelaku adalah membuntuti sasaran sejak awal. Mereka mengintai korban yang berkendara sendirian malam hari. Komplotan memepet korban saat situasi jalanan dirasa lengang.
Ancaman fisik langsung diberikan menggunakan berbagai jenis senjata. Pelaku memakai celurit untuk menciutkan nyali korban mereka. Pistol mainan menjadi alat pelengkap untuk menakuti pengendara motor.
"Pelaku mengancam korban memakai senjata tajam dan benda menyerupai pistol," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, AKBP Ridwan JM Hutagaol.
Korban yang ketakutan terpaksa menyerahkan kendaraan berharga mereka. Barang bawaan berharga dalam tas ikut disikat habis. Pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian perkara.
Polisi mendeteksi aksi ini berjalan sejak Mei 2026. Rentetan pembegalan terus berlanjut hingga bulan Juni 2026. Total tempat kejadian perkara diprediksi melebihi 25 titik.
Petugas mengamankan banyak barang bukti dari tangan pelaku. Senjata tajam jenis celurit dan samurai kini disita. Kunci T untuk merusak kontak motor ikut diamankan.
Pistol mainan plastik berwarna hitam turut dibawa oleh petugas. Dua unit sepeda motor operasional begal menjadi bukti. Pakaian yang digunakan saat membegal ikut dikumpulkan penyidik.
Telepon genggam milik pelaku memuat data transaksi krusial. Isi pesan digital membongkar penjualan motor hasil rampasan. Bukti tersebut memperkuat berkas perkara tuntutan hukum nanti.
Ridwan memastikan proses hukum berjalan lurus. Petugas memburu komplotan lain yang masih berkeliaran bebas. Jaringan penadah besar terus dikejar sampai tuntas. "Penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lain," ujar Ridwan.
Keberhasilan ini memotong urat nadi kejahatan jalanan di Medan. Masyarakat diminta tetap waspada berkendara pada malam hari. Polisi mengintensifkan patroli rutin pada area rawan kriminalitas. R-02

