Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Terpotret Berada di Bandara Soetta, Mau Menyerahkan Diri ke KPK?
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby saat melantik pejabat Kuansing beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Setelah belasan jam dicari-cari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain terpotret telah berada di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Dalam foto yang beredar di media, Suhardiman terlihat bersama dengan Zulkarnain.
Diduga Suhardiman dan Zulkarnain malam ini baru saja tiba di Bandara Soetta. Dalam foto tersebut, Suhardiman tampak didampingi oleh dua orang warga Riau yang cukup populer di kancah politik dan hukum. Suhardiman dalam foto tersebut mengenakan stelan atasan biru. Wajahnya ditutupi masker dan ia mengenakan topi.
Kehadiran Suhardiman bersama Zulkarnain di Bandara Soetta diduga berkaitan dengan peringatan keras agar keduanya kooperatif dan segera menyerahkan diri ke KPK, menyusul operasi tangkap tangan pada Senin (29/6/2026) kemarin. KPK melalui Juru Bicara Budi Prasetyo sore tadi mengultimatum agar Suhardiman dan Zulkarnain segera menyerahkan diri.
"Yang bersangkutan dibutuhkan agar proses hukum bisa berjalan efektif," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (30/6/3026).
Hingga kini, foto keberadaan Suhardiman dan Zulkarnain di Bandara Soetta belum terkonfirmasi. Apakah kedatangannya ke Jakarta dalam rangka memenuhi permintaan KPK untuk menyerahkan diri.
Dalami Bocornya Informasi OTT
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang mendalami dugaan bocornya operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi (Kuansing) pada Senin (29/6/2026). Diduga, akibat bocornya OTT, Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain sempat kabur dan menghilang selama belasan jam. KPK pun masih mencari keberadaan Suhardiman dan Zulkarnain hingga malam ini.
"Kami akan terus menelusuri informasi (OTT bocor) tersebut. Tim memang masih melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait, di antaranya Bupati dan juga Sekda yang sampai dengan saat ini belum ditemukan posisinya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Budi menegaskan, pihaknya melibatkan aparat dari Polda Riau untuk mencari keberadaan Suhardiman dan Zulkarnain.
"KPK juga secara intens berkoordinasi dengan jajaran Polda Riau untuk melakukan pencarian kepada yang bersangkutan," kata Budi.
Budi membuka misteri soal kasus yang menjerat orang nomor satu di Negeri Pacu Jalur tersebut. Diduga Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnain terlibat dalam suap jual beli jabatan.
"Suap ini diduga untuk jabatan Sekda Kabupaten Kuansing," ujar Budi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengingatkan secara keras Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain untuk segera menyerahkan diri.
"KPK meminta pihak terkait segera menyerahkan diri," pungkas Budi
KPK telah mengamankan sebanyak 10 orang terkait tangkap tangan di Kuansing. Mereka merupakan pejabat Pemkab Kuansing, pihak swasta dan keluarga dari Bupati Kuansing.
Sejumlah kantor pemerintah dan rumah dinas pejabat Pemkab Kuansing sejak Senin juga sudah digeladah dan disegel. Di antaranya ruang kerja Bupati Suhardiman, Sekda Zulkarnain, Ketua DPRD Kuansing dan pejabat lainnya.
Pada Selasa siang tadi, rombongan penyidik KPK menggunakan 5 mobil tiba di gedung KPK diduga membawa sejumlah pejabat Kuansing. (R-03)

