Waspada! Spam Judi Online Meledak 128 Persen, Influencer Daerah Jadi Target Utama
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait semakin masifnya penyebaran promosi judi online (judol) melalui kolom komentar media sosial. Lonjakan spam komentar judol bahkan mencapai 128 persen, dengan sasaran utama akun-akun yang memiliki tingkat interaksi tinggi, terutama influencer daerah, instansi pemerintah, hingga media massa.
Temuan tersebut disampaikan langsung Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pemerintah menilai pola penyebaran judi online kini semakin agresif dengan memanfaatkan kolom komentar sebagai sarana menjaring korban baru.
Menurut Meutya, para pelaku judi online sengaja membidik akun-akun yang memiliki tingkat keterlibatan (engagement) tinggi agar promosi mereka dapat dilihat lebih banyak pengguna media sosial.
"Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak dispam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi," ujar Meutya.
Berdasarkan hasil pemantauan Komdigi, akun influencer di berbagai daerah menjadi target paling dominan. Sebanyak 52 persen serangan spam komentar judi online menyasar kelompok ini karena dinilai memiliki komunitas pengikut yang aktif berinteraksi.
Selain influencer, akun milik instansi pemerintah juga menjadi sasaran serius dengan persentase mencapai 31 persen. Sementara itu, media massa turut menjadi target penyebaran spam judi online karena memiliki jangkauan pembaca yang luas dan tingkat kunjungan tinggi.
"Media massa juga menjadi salah satu target," kata Meutya.
Tak hanya itu, tokoh publik dan politisi juga tidak luput dari serangan promosi judi online melalui kolom komentar. Kelompok ini tercatat menerima sekitar 5 persen dari total spam yang teridentifikasi Komdigi.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga memaparkan platform media sosial yang paling banyak dimanfaatkan pelaku untuk menyebarkan spam judi online. TikTok menjadi platform dengan tingkat penyusupan tertinggi, yakni mencapai 35 persen.
Posisi berikutnya ditempati Facebook dengan 28 persen, kemudian Instagram sebesar 22 persen, YouTube sebanyak 10 persen, dan X atau Twitter sebesar 5 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh platform media sosial populer kini menghadapi ancaman penyalahgunaan kolom komentar oleh jaringan promosi judi online.
Komdigi menilai modus ini jauh lebih berbahaya dibandingkan penyebaran melalui situs web biasa. Sebab, komentar spam muncul langsung di unggahan yang sedang ramai diperbincangkan sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dibaca dan diklik oleh masyarakat.
Melihat tren tersebut, pemerintah memutuskan memperkuat kerja sama dengan berbagai penyedia platform digital. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan tim bersama untuk mempercepat penanganan spam komentar judi online.
Meutya mengungkapkan, Komdigi telah mencapai kesepakatan dengan Meta sebagai perusahaan induk Facebook, Instagram, dan Threads untuk membentuk tim khusus yang fokus menangani penyalahgunaan kolom komentar oleh jaringan judi online.
"Juga penting adalah bagaimana kita telah menyepakati untuk juga membentuk sebuah tim bersama dalam mengatensi permasalahan judi online di platform, terkhusus yang belakangan ini banyak masukan kepada kami yaitu spam di komentar," ujar Meutya.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting karena pemberantasan judi online tidak dapat dilakukan pemerintah secara sepihak. Diperlukan dukungan langsung dari penyelenggara platform agar proses identifikasi hingga penghapusan akun maupun komentar dapat dilakukan lebih cepat.
Tidak berhenti pada Meta, Komdigi juga akan mengajak platform digital lainnya untuk membangun mekanisme serupa sehingga penanganan spam judi online dapat dilakukan secara terintegrasi.
"Kita juga akan bicara dengan platform lain untuk membentuk sebuah tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya dalam bentuk modus terbarunya adalah komentar-komentar spam di akun-akun masyarakat," jelas Meutya.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas platform tersebut mampu mempersempit ruang gerak para pelaku yang terus mengembangkan berbagai modus baru untuk mempromosikan judi online.
Selain memperkuat koordinasi dengan perusahaan teknologi, Komdigi juga terus meningkatkan sistem pemantauan terhadap aktivitas digital yang mengarah pada promosi perjudian. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan bersih dari konten ilegal.
Komdigi turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tautan maupun ajakan bermain judi online yang kerap muncul di kolom komentar media sosial. Warga juga diminta aktif melaporkan komentar mencurigakan kepada platform maupun pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan meningkatnya pola serangan spam hingga 128 persen, pemerintah menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran promosi judi online di ruang digital. Kolaborasi antara pemerintah, platform media sosial, dan pengguna internet diharapkan mampu menekan penyebaran konten ilegal sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk praktik perjudian daring yang terus berkembang dengan berbagai modus baru. (R-05)

