Bagansiapiapi Siaga Total! Ratusan Polisi Turun Amankan Bakar Tongkang 2026
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, memimpin rapat pengamanan tradisi Bakar Tongkang, Selasa, 30 Juni 2026. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Tradisi Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, memasuki tahap pengamanan penuh menjelang puncak prosesi yang digelar Rabu, 1 Juli 2026. Polres Rokan Hilir mengerahkan 558 personel gabungan untuk menjaga keamanan seluruh rangkaian kegiatan, mulai Senin, 29 Juni 2026, hingga puncak acara.
Pengamanan diawali melalui Apel Kesiapan Pengamanan yang digelar pada Selasa, 30 Juni 2026. Apel diikuti personel Polres Rokan Hilir, Polda Riau, TNI, Satpol PP, serta unsur pengamanan lain yang terlibat dalam operasi pengamanan event budaya tahunan tersebut. Pengamanan diperkuat dengan rekayasa lalu lintas, sterilisasi lokasi, serta pemantauan potensi gangguan keamanan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Jumlah personel yang diterjunkan mencapai 558 orang, terdiri atas 279 personel Polres Rokan Hilir, 45 personel BKO Brimob Polda Riau, 30 personel BKO Samapta Polda Riau, ditambah personel TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta unsur pengamanan lain.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, menegaskan tradisi Bakar Tongkang bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan salah satu ikon pariwisata nasional yang selalu menghadirkan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
"Bakar Tongkang menjadi kebanggaan masyarakat Bagansiapiapi sekaligus destinasi wisata budaya yang dikenal luas. Seluruh personel harus memberikan pengamanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar," kata Isa Imam, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Kapolres, meningkatnya jumlah pengunjung pada puncak prosesi membuat seluruh personel wajib memahami tugas sesuai titik pengamanan yang telah ditentukan. Pengamanan dilakukan mulai dari lokasi ibadah, kawasan pusat keramaian, jalur utama, hingga lokasi prosesi pembakaran tongkang.
Selain pengamanan terbuka, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan yang diperkirakan meningkat tajam menjelang puncak acara.
Rekayasa arus lalu lintas difokuskan pada ruas jalan menuju kawasan pusat kegiatan di Bagansiapiapi. Petugas lalu lintas akan mengarahkan kendaraan menuju jalur alternatif saat volume kendaraan meningkat sehingga arus tetap bergerak lancar.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel menjaga kondisi fisik selama bertugas mengingat cuaca di wilayah pesisir Rokan Hilir berubah cukup cepat dalam beberapa hari terakhir.
"Seluruh personel juga harus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, dan seluruh unsur pengamanan agar sistem pengamanan berjalan terpadu," ujar Isa Imam.
Usai apel, seluruh personel mengikuti Tactical Floor Game (TFG) di Pendopo Polsek Bangko. Simulasi tersebut bertujuan menyamakan pola pikir dan langkah seluruh personel sebelum ditempatkan di lapangan.
Dalam simulasi itu, setiap satuan mempelajari skenario pengamanan sesuai kondisi lapangan, termasuk pola evakuasi apabila terjadi keadaan darurat, pengaturan arus pengunjung, hingga pembagian tanggung jawab pada setiap titik pengamanan.
Kepala Bagian Operasi Polres Rokan Hilir, Kompol Eduard Pardosi, mengingatkan seluruh personel tetap fokus selama menjalankan tugas. "Seluruh personel harus berkonsentrasi penuh saat bertugas. Telepon genggam jangan digunakan selama pengamanan berlangsung agar seluruh perhatian tertuju pada situasi di lapangan," kata Eduard.
Ia juga meminta Tim Operasional terus melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan, terutama tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor (C3) yang berpotensi muncul saat keramaian berlangsung.
Pengamanan juga diperkuat Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Riau. Tim tersebut dijadwalkan melakukan sterilisasi di seluruh lokasi utama sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya maupun ancaman lain yang dapat mengganggu jalannya prosesi budaya tersebut. Setelah proses pemeriksaan selesai, lokasi langsung dijaga personel gabungan hingga seluruh rangkaian acara berakhir.
Puncak tradisi Bakar Tongkang setiap tahun selalu menjadi magnet wisata budaya di Kabupaten Rokan Hilir. Ribuan warga lokal, wisatawan domestik, hingga pengunjung dari luar negeri datang menyaksikan prosesi pembakaran replika kapal yang telah berlangsung turun-temurun.
Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata Riau karena menghadirkan perpaduan nilai budaya, sejarah, dan keagamaan yang terus dipertahankan masyarakat Bagansiapiapi.
Dengan pengerahan ratusan personel gabungan, rekayasa lalu lintas, simulasi pengamanan, hingga sterilisasi lokasi, Polres Rokan Hilir berharap seluruh rangkaian Bakar Tongkang 2026 berlangsung aman, tertib, serta memberi kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir menyaksikan salah satu tradisi budaya terbesar di Indonesia. R-02

