Wow! Biaya Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Tembus Rp 30 Juta per Orang
Biaya latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp30 juta per peserta. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Biaya latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp30 juta per peserta. Angka tersebut diungkap anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin. Skema pelatihan itu dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan utama pengelola koperasi.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin memaparkan total biaya pelatihan mencapai Rp45 juta setiap peserta. Dana Rp30 juta dialokasikan untuk latihan dasar militer selama 30 hari. Sementara Rp15 juta digunakan pembelajaran substansi koperasi selama 15 hari.
“Sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi,” kata TB Hasanuddin, Senin (29/6/2026). Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi. Komisi I DPR bermitra dengan Kementerian Pertahanan terkait pelaksanaan pelatihan tersebut.
Hasanuddin menilai porsi anggaran terbesar justru terserap kegiatan kemiliteran. Materi tersebut tidak berkaitan langsung dengan tugas manajer koperasi. Fokus pelatihan dinilai perlu diarahkan menuju peningkatan kompetensi profesional.
Menurut Hasanuddin, penghapusan latihan dasar militer membuat anggaran jauh lebih efisien. Negara berpotensi menghemat sekitar Rp30 juta setiap peserta. Nilai itu setara dua pertiga total biaya pelatihan.
“Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta,” ujar Hasanuddin.
Jumlah peserta secara nasional mencapai 35.476 orang. Hasanuddin memperkirakan penghematan anggaran dapat menembus triliunan rupiah. Dana tersebut dinilai lebih bermanfaat memperkuat kualitas pengelolaan koperasi.
Hasanuddin menegaskan tugas utama manajer koperasi berfokus mengelola organisasi dan mengembangkan usaha. Materi pelatihan seharusnya memperkuat kemampuan bisnis serta tata kelola keuangan. Pelatihan fisik dinilai tidak menjadi prioritas kebutuhan pekerjaan.
“Manajer koperasi harus memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, serta pemberdayaan masyarakat,” tegas Hasanuddin.
Hasanuddin mengusulkan pembiayaan pelatihan manajerial ditangani Kementerian Koperasi. Pelatihan pengelola Kampung Nelayan Merah Putih didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah juga diminta mengevaluasi desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran.(R-04)

