Bos Travel Buka Suara Soal Gagalnya PSW Pesparawi Kepri Terbang ke Manokwari, Sebut Oknum Staf DPRD
Direktur Utama Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel, Vivi Evanti Hasibuan saat memberikan keterangan atas kegagalan tim PSW Pesparawi Kepri berangkat ke Manokwari, Senin (29/6/2026). Foto : Istimewa
BATAM, SabangMerauke News - Direktur Utama Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel, Vivi Evanti Hasibuan, mengakui kesalahan dalam pengelolaan dana perjalanan Tim Paduan Suara Wanita Pesparawi Kepulauan Riau. Pengakuan itu membuka fakta baru mengenai aliran dana Rp700 juta kepada oknum staf Sekretariat DPRD Kepri. Akibat persoalan tersebut, kontingen gagal mengikuti Pesparawi Nasional 2026 di Manokwari.
Direktur Utama Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel, Vivi Evanti Hasibuan, akhirnya memberikan penjelasan resmi. Penjelasan disampaikan saat konferensi pers bersama LPPD Kepulauan Riau di Batam. Vivi mengaku seluruh persoalan berawal dari kerja sama melalui oknum berinisial H.
Vivi menjelaskan proyek pengadaan tiket diperoleh melalui perantara oknum staf Sekretariat DPRD Kepulauan Riau. Proses tersebut tidak melibatkan LPPD Kepulauan Riau sejak awal. “Awalnya saya mendapat informasi kegiatan ini dari Pak H,” ujar Vivi.
Vivi mengaku mengenal Ketua DPRD Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, sejak lama. Hubungan kerja sebelumnya membuat dirinya menerima tawaran pengadaan tiket perjalanan tersebut. Keputusan itu kemudian menjadi awal munculnya persoalan besar.
Sebelum pembayaran dilakukan, Vivi mengingatkan harga tiket terus mengalami kenaikan setiap waktu. Pembayaran diminta segera agar seluruh tiket dapat diamankan sesuai jadwal keberangkatan. “Saya sudah bilang jangan terlalu lama karena tiket semakin mahal,” katanya.
Perusahaan menerima pembayaran sekitar Rp1,016 miliar pada 7 Mei 2026. Dana tersebut semula dipersiapkan membeli tiket seluruh peserta serta ofisial. Pemesanan tiket langsung dilakukan setelah pembayaran diterima perusahaan.
Namun Vivi mengakui mengambil keputusan keliru setelah dana masuk ke rekening perusahaan. Sebagian besar dana kemudian diserahkan kepada oknum berinisial H melalui perjanjian tertulis. “Saya menyerahkan uang sebesar Rp700 juta kepada beliau,” ungkap Vivi.
Vivi memastikan penyerahan uang tersebut memiliki dokumen perjanjian lengkap beserta tanda tangan penerima. Dokumen juga dilengkapi bukti pendukung sebagai arsip perusahaan. Pengakuan itu disampaikan secara terbuka saat konferensi pers berlangsung.
Pembayaran tiket menuju maskapai akhirnya tidak terselesaikan hingga jadwal keberangkatan peserta. Sejumlah tiket gagal diterbitkan sehingga rombongan tidak melanjutkan perjalanan menuju Manokwari. Akibatnya Tim Paduan Suara Wanita Kepulauan Riau batal mengikuti perlombaan nasional.
Vivi menegaskan LPPD Kepulauan Riau tidak mengetahui proses penyerahan dana tersebut. Seluruh keputusan diambil dirinya bersama pihak travel tanpa melibatkan panitia. “LPPD tidak mengetahui persoalan ini sama sekali,” tegasnya.
Vivi juga menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh kerugian akibat kelalaiannya. Pengembalian kerugian menjadi komitmen perusahaan kepada seluruh pihak terdampak. “Saya siap bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh kerugian,” katanya.
Selain itu, Vivi meminta pemberitaan tidak menyalahkan LPPD maupun Ketua LPPD Kepulauan Riau. Panitia hanya menerima tiket sesuai dokumen perjalanan dari perusahaan travel. “Yang salah dan teledor adalah saya sebagai pihak travel,” ujarnya.
Vivi membantah tudingan menelantarkan rombongan peserta selama berada di Jakarta. Perusahaan tetap menyediakan tiket pulang, penginapan, serta transportasi peserta sepanjang perjalanan. Seluruh fasilitas tetap diberikan hingga peserta kembali ke Tanjungpinang.
Menurut Vivi, upaya mencari kursi penerbangan menuju Manokwari telah dilakukan berkali-kali. Seluruh penerbangan penuh sehingga pembayaran tiket beberapa kali dibatalkan. Kondisi tersebut membuat keberangkatan tidak mungkin dilaksanakan sesuai jadwal.
Keputusan memulangkan peserta akhirnya diambil setelah waktu perlombaan tidak lagi memungkinkan. Peserta juga meminta kembali ke Tanjungpinang daripada tetap menunggu penerbangan berikutnya. “Saya membeli tiket mereka sampai ke Tanjungpinang,” tutup Vivi.(R-04)

