Saat Lantunan Al-Qur'an Bertemu Pacu Jalur, Kuansing Bidik Lonjakan Wisatawan
Kontingen Kota Pekanbaru melintasi podium kehormatan pada pembukaan MTQ XLIV Riau di Kuantan Singingi, Sabtu malam, 27 Juni 2026. (sumber: media center riau)
RIAU, SabangMerauke News - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau dibuka di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu, 27 Juni 2026. Pemerintah Provinsi Riau memadukan MTQ dengan agenda budaya Pacu Jalur. Langkah tersebut diarahkan mendorong pariwisata, UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembukaan berlangsung meriah sejak sore hari. Ribuan masyarakat memadati arena utama kegiatan. Kafilah dari seluruh kabupaten dan kota mulai memasuki lokasi pembukaan.
Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau. Seluruh kepala daerah ikut menghadiri pembukaan. Dewan hakim serta tamu undangan memenuhi tribun utama.
Sebanyak 12 kafilah kabupaten dan kota siap mengikuti perlombaan. Mereka membawa peserta terbaik dari daerah masing-masing. Persaingan berlangsung pada berbagai cabang MTQ.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menjelaskan konsep pelaksanaan tahun ini berbeda. Pemerintah menyatukan agenda keagamaan dengan budaya daerah. Langkah tersebut diharapkan memberi manfaat lebih luas. "MTQ tetap menjadi ruh syiar Al-Qur'an," kata SF Hariyanto.
Pacu Jalur menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Kolaborasi keduanya membuka peluang ekonomi lebih besar. Menurut SF Hariyanto, agenda besar tidak hanya menghadirkan perlombaan tilawah. Kehadiran tamu juga menggerakkan aktivitas perdagangan. Pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan lebih luas.
Warung makan mulai dipenuhi pengunjung. Hotel dan penginapan menerima tamu dari berbagai daerah. Pedagang suvenir ikut menikmati peningkatan transaksi.
Pelaksanaan bersamaan memberi keuntungan bagi sektor wisata. Wisatawan dapat menikmati dua agenda dalam satu perjalanan. Waktu kunjungan menjadi lebih panjang.
Pergerakan wisatawan ikut memperkenalkan potensi Kuantan Singingi. Destinasi alam menjadi tujuan tambahan pengunjung. Kuliner khas daerah ikut mendapat perhatian.
SF Hariyanto menilai konsep tersebut menjadi strategi pembangunan daerah. Nilai keagamaan berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya. Aktivitas ekonomi ikut tumbuh selama kegiatan berlangsung.
"Sinergi ini memberi manfaat bagi masyarakat," ujar SF Hariyanto. Kunjungan wisata diperkirakan meningkat sepanjang kegiatan. UMKM memperoleh ruang promosi lebih besar.
Pemerintah Provinsi Riau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia. Persiapan dilakukan melalui kerja sama banyak unsur. Pelaksanaan berjalan sesuai jadwal.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an ikut berperan penting. Aparat keamanan menjaga seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan masyarakat memperkuat kelancaran pelaksanaan.
"Selamat datang kepada seluruh kafilah," ucap SF Hariyanto. Ia berharap peserta menampilkan kemampuan terbaik. Semangat persaudaraan tetap menjadi nilai utama.
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyambut seluruh tamu. Kuansing merasa bangga menjadi tuan rumah MTQ XLIV. Kesempatan tersebut dinilai membawa manfaat besar.
"Menjadi tuan rumah merupakan kehormatan bagi Kuantan Singingi," kata Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi. Daerahnya siap menyambut seluruh tamu. Pelayanan terbaik terus diberikan.
Suhardiman Amby berharap seluruh rangkaian berlangsung lancar. Kafilah dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman. Pengunjung juga menikmati suasana daerah.
Pacu Jalur menjadi pelengkap agenda MTQ tahun ini. Tradisi mendayung perahu panjang sudah dikenal luas. Ribuan penonton selalu memenuhi arena perlombaan.
Budaya tersebut menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi. Nilai kebersamaan terlihat dalam setiap perlombaan. Tradisi itu diwariskan lintas generasi.
Pemerintah daerah ingin memperkenalkan budaya kepada tamu. Wisatawan memperoleh pengalaman lebih lengkap. Syiar Islam berpadu dengan kekayaan tradisi lokal.
"Kami ingin tamu mengenal budaya dan wisata Kuansing," ujar Suhardiman Amby. Keramahan masyarakat menjadi bagian penting penyambutan. Potensi daerah ikut diperlihatkan kepada pengunjung.
Momentum MTQ juga membuka peluang promosi produk lokal. Pelaku UMKM menampilkan makanan khas daerah. Produk kerajinan ikut dipasarkan kepada tamu.
Stan UMKM mulai dipenuhi pembeli sejak hari pertama. Produk kuliner menjadi incaran pengunjung. Kerajinan tangan ikut menarik perhatian.
Perputaran ekonomi diperkirakan meningkat selama kegiatan berlangsung. Pengusaha transportasi memperoleh tambahan penumpang. Pedagang kecil menikmati kenaikan pendapatan.
MTQ tingkat provinsi selama ini menjadi agenda keagamaan terbesar di Riau. Setiap tahun pelaksanaan berpindah daerah. Tuan rumah memperoleh kesempatan memperkenalkan potensi wilayah.
Pelaksanaan tahun ini menghadirkan konsep lebih menyeluruh. Agenda keagamaan menjadi pusat kegiatan. Budaya dan ekonomi ikut bergerak dalam satu panggung.
Pemerintah berharap konsep tersebut terus berkembang. Daerah lain dapat mengadopsi pola serupa. Sinergi lintas sektor dinilai memberi manfaat jangka panjang.
Ribuan tamu diperkirakan masih memadati Kuantan Singingi hingga penutupan. Perlombaan MTQ berlangsung sesuai jadwal. Pacu Jalur tetap menjadi magnet kunjungan selama pelaksanaan. R-02

