Korban Meninggal Program SPPI Bertambah Menjadi Lima Orang
Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal selama pelatihan bertambah menjadi lima orang. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal selama pelatihan bertambah menjadi lima orang. Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Penjelasan resmi disampaikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan saat konferensi pers.
Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya lima peserta SPPI. Program tersebut berlangsung dalam pelatihan bela negara serta pembinaan manajerial Koperasi Desa Merah Putih. “Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta,” ujar Ketut.
Ketut menjelaskan setiap peserta memiliki karakter serta kondisi kesehatan berbeda selama mengikuti rangkaian pelatihan nasional. Seluruh peserta memperoleh penanganan medis sesuai prosedur pada fasilitas kesehatan satuan serta rumah sakit rujukan. “Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan,” katanya.
Data resmi Kemhan mencatat lima peserta meninggal selama mengikuti program SPPI tahun 2026. Korban terdiri Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, serta Nola Dya Sari. Kemhan belum menyampaikan rincian penyebab kematian masing-masing peserta dalam keterangan resmi tersebut.(R-04)

