IHSG Ambruk ke 5.896, Saham Raksasa Rontok Berjamaah, Investor Dibuat Geleng Kepala
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,72 persen ke level 5.896,13 pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Pelemahan ini menjadi penutup pekan yang kurang bersahabat setelah indeks kehilangan 102,90 poin akibat tekanan kuat pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Bursa Efek Indonesia kembali dihiasi aksi jual hampir di seluruh sektor, membuat IHSG gagal mempertahankan penguatan yang sempat muncul pada awal sesi. Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya bergerak optimistis. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.045.
Langkah itu tidak bertahan lama. Gelombang jual datang silih berganti hingga menyeret indeks ke titik terendah 5.830 sebelum akhirnya ditutup di posisi 5.896,13. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia memperlihatkan nilai transaksi mencapai Rp12,73 triliun.
Sebanyak 20,79 miliar lembar saham berpindah tangan melalui sekitar 1,54 juta transaksi. Suasana pasar didominasi tekanan jual. Sebanyak 562 saham berakhir melemah, hanya 123 saham menguat, sedangkan 129 saham bergerak datar.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar. Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG dengan kontribusi negatif lebih dari 11 poin indeks. Di belakangnya menyusul Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Lalu, DCI Indonesia Tbk (DCII), Barito Pacific Tbk (BRPT), Astra International Tbk (ASII), Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Ekamas MORA, Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), serta Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Tidak hanya saham unggulan tersebut, sejumlah anggota indeks LQ45 juga ikut kehilangan tenaga. Saham Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun lebih dari sembilan persen. Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Darma Henwa Tbk (DEWA), Bumi Resources Tbk (BUMI), Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), hingga Surya Citra Media Tbk (SCMA) ikut memperpanjang daftar emiten yang ditutup di zona merah.
Sektor barang baku menjadi korban paling dalam dengan pelemahan sekitar lima persen. Perindustrian mengikuti di posisi berikutnya setelah turun lebih dari empat persen. Sektor konsumen nonprimer kehilangan hampir tiga persen, sedangkan sektor energi turun sekitar 2,6 persen. Sektor keuangan menjadi satu-satunya kelompok yang masih mampu bertahan tipis di zona hijau.
Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG berasal dari kombinasi sentimen global dan regional. Pelemahan bursa Asia serta Eropa ikut membentuk psikologi pasar di Indonesia.
"Dorongan negatif berasal dari melemahnya bursa Asia dan Eropa setelah tekanan jual pada saham sektor teknologi meningkat seiring kekhawatiran kenaikan biaya infrastruktur kecerdasan buatan atau AI," jelas tim analis Phintraco Sekuritas dalam riset perdagangan, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Phintraco, aksi jual pada saham teknologi global turut memukul harga berbagai komoditas logam. Efek berantai tersebut kemudian memengaruhi saham-saham pertambangan dan bahan baku di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi analisis teknikal, IHSG kembali bergerak di bawah garis rata-rata bergerak MA5, MA10, serta MA20. Histogram indikator MACD mulai melemah, sedangkan indikator Stochastic RSI bergerak menuju area pivot.
"Secara teknikal, peluang IHSG menguji area 5.700 sampai 5.800 pada pekan depan masih terbuka. Pasar akan menunggu rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, serta inflasi domestik sebagai katalis berikutnya," tulis Phintraco Sekuritas.
Tekanan pasar juga dipengaruhi perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 4,1 persen secara tahunan. Inflasi inti PCE mencapai 3,4 persen. Angka tersebut sesuai perkiraan pasar, meski tetap menunjukkan tekanan harga masih tinggi.
Panin Sekuritas melihat data tersebut membuat pelaku pasar kembali berhitung terhadap langkah bank sentral Amerika Serikat. "Investor masih mencermati pelemahan nilai tukar rupiah serta kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama," tulis Panin Sekuritas dalam laporan risetnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Di tengah tekanan tersebut, nilai tukar rupiah sempat bergerak di kisaran Rp17.922 hingga mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan mata uang menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran modal asing menuju pasar berkembang.
Investor asing juga masih mencatat aksi jual bersih. Hingga sesi perdagangan Jumat, tekanan jual asing tetap menjadi salah satu faktor yang membebani indeks. Aktivitas tersebut membuat likuiditas pasar belum kembali ke tingkat normal.
Perdagangan Jumat juga memperlihatkan nilai transaksi lebih rendah dibanding rata-rata harian pekan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian investor memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali menambah portofolio.
Meski mayoritas sektor terkoreksi, saham perbankan berkapitalisasi besar masih memberi bantalan terhadap pelemahan indeks. Penguatan tipis kelompok keuangan membuat IHSG tidak jatuh lebih dalam saat tekanan jual memuncak menjelang penutupan.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian menuju sejumlah agenda ekonomi pada awal Juli. Data PMI manufaktur Indonesia, inflasi nasional, neraca perdagangan, perkembangan tingkat bunga penjaminan LPS, serta rencana penerbitan Panda Bond diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan pasar pada pekan berikutnya.
Selama sentimen global masih didominasi oleh ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat, pergerakan IHSG diperkirakan tetap berlangsung fluktuatif. Saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi penentu utama arah indeks. Investor juga diperkirakan lebih selektif memilih emiten yang memiliki fundamental kuat sambil menunggu kepastian arah ekonomi global dan domestik.
Penutupan perdagangan Jumat menjadi pengingat bahwa pasar modal tidak selalu berjalan lurus. Ketika saham-saham raksasa kehilangan tenaga secara bersamaan, IHSG pun ikut terseret. Pekan depan menjadi kesempatan baru bagi indeks untuk mencari pijakan, meski jalan yang terbentang masih dipenuhi tantangan dari dalam maupun luar negeri. R-02

