Kapal Pertamina Akhirnya Lolos Selat Hormuz, Terjebak Berbulan-Bulan Akibat Konflik AS-Iran
Kapal PT Pertamina International Shipping, Gamsunoro, berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu malam. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Kapal PT Pertamina International Shipping, Gamsunoro, berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu malam. Kapal sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Keberhasilan tersebut menjadi kabar penting bagi kelancaran distribusi energi nasional.
Kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz sekitar pukul 20.00 WIB setelah jalur pelayaran kembali dibuka. Kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran membuka akses pelayaran menuju kawasan Teluk Arab. Pemerintah sebelumnya terus mengupayakan penyelesaian diplomatik selama masa penutupan jalur.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat memastikan proses diplomasi terus berlangsung sejak kapal tertahan. “Itu masih dalam negosiasi kok. InsyaAllah sebentar lagi, doain ya, sebentar lagi selesai,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan pada 10 Maret 2026.
Gamsunoro memulai pelayaran dari Teluk Arab pukul 01.06 waktu Dubai menuju Selat Hormuz. Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot selama sekitar enam belas jam pelayaran. Armada akhirnya mencapai titik aman setelah melewati kawasan paling rawan.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan seluruh keputusan melalui proses penilaian risiko sangat ketat. “Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat,” katanya. Evaluasi berlangsung selama satu bulan sebelum keberangkatan.
PIS memenuhi puluhan persyaratan mencakup aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, serta kesiapan seluruh kru. “Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal,” ujar Vega. Persyaratan lengkap menjadi dasar izin pelayaran menuju Selat Hormuz.
Tim darat memantau pelayaran Gamsunoro selama perjalanan melalui crisis center PIS tanpa henti. Awak kapal terus berkoordinasi untuk memastikan situasi tetap aman sepanjang pelayaran. Pemantauan berlangsung secara real time bersama otoritas terkait.
PIS juga menyiapkan VLCC Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz dalam waktu mendatang. Persiapan mempertimbangkan perkembangan keamanan, kepadatan lalu lintas, serta rekomendasi internasional. “Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” tutup Vega.(R-04)

