Kasus Transfer Pricing, Jampidsus Periksa Manajemen PT Ivo Mas Tunggal
Kejaksaan Agung memastikan telah memeriksa sejumlah direksi PT Ivo Mas Tunggal terkait penyidikan transfer pricing sawit. Foto : AI
JAKARTA, SabangMerauke News - Kejaksaan Agung memastikan telah memeriksa sejumlah direksi PT Ivo Mas Tunggal terkait penyidikan transfer pricing sawit. Pemeriksaan dilakukan setelah Kementerian Keuangan menyerahkan data dugaan manipulasi harga ekspor perusahaan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak dalam rangkaian transaksi ekspor minyak sawit.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan pemeriksaan tersebut kepada publik. “Ada beberapa yang sudah diperiksa, dari direksi dan lain-lain, dari Ivo Mas Tunggal,” ujarnya. Penyidik belum mengungkap identitas pihak yang diperiksa maupun materi pemeriksaan secara rinci.
Data Kementerian Keuangan menempatkan PT Ivo Mas Tunggal dalam daftar perusahaan terduga transfer pricing. Praktik tersebut diduga digunakan untuk menekan kewajiban pajak melalui pengaturan harga transaksi ekspor. Nilai selisih harga yang teridentifikasi mencapai US$84 juta atau sekitar Rp1,48 triliun.
Selain Ivo Mas Tunggal, sejumlah perusahaan sawit besar turut masuk dalam daftar penyelidikan. Perusahaan tersebut berasal dari grup Wilmar, Royal Golden Eagle, serta Musim Mas. Penyidik masih menelusuri aliran transaksi dan dokumen pendukung terkait dugaan pelanggaran.
Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi kepada sejumlah perusahaan yang masuk daftar penyelidikan tersebut. Permintaan juga disampaikan kepada kantor pusat perusahaan terkait melalui surat elektronik resmi. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan dari sebagian besar perusahaan.
Corporate Affairs Senior Manager Grup Musim Mas, Ernest Gunawan, mengaku belum mengetahui perkembangan penyelidikan tersebut. “Saya tidak tahu karena kantor pusat kami di Medan,” kata Ernest saat dikonfirmasi. Pernyataan tersebut disampaikan ketika dimintai tanggapan mengenai dugaan transfer pricing grup usahanya.(R-04)

