Jangan Diabaikan! Ini Ciri-Ciri Hubungan Tidak Sehat yang Sering Dianggap Tanda Cinta
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Rasa tidak nyaman, takut, tertekan, hingga kehilangan kebebasan dalam sebuah hubungan sering kali dianggap hal biasa oleh banyak orang. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal seseorang sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat atau bahkan berpotensi mengarah pada kekerasan emosional. Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sinyal-sinyal tersebut demi melindungi diri dari dampak psikologis yang lebih serius.
Psikolog klinis Kasandra Putranto menegaskan bahwa kebanyakan orang sebenarnya mampu merasakan adanya sesuatu yang tidak beres dalam hubungan yang mereka jalani. Namun, berbagai alasan membuat perasaan itu kerap dipendam dan diabaikan.
"Sering kali mengabaikannya karena takut kehilangan, dianggap berlebihan, atau berharap pasangan akan berubah," ujar Kasandra.
Menurutnya, rasa tidak nyaman yang muncul secara berulang bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan. Ketika seseorang terus-menerus merasa tertekan, takut, atau kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri, hal itu dapat menjadi indikator adanya hubungan yang tidak sehat.
Kasandra menjelaskan bahwa intuisi yang muncul saat seseorang merasa tidak aman dalam hubungan sering kali memiliki dasar yang kuat. Ia merujuk pada konsep dalam buku The Gift of Fear yang menyebutkan bahwa intuisi merupakan hasil kerja otak dalam menangkap berbagai tanda bahaya secara tidak sadar sebelum seseorang mampu menjelaskannya secara rasional.
"Dalam The Gift of Fear, intuisi sering kali merupakan hasil dari otak yang secara tidak sadar menangkap berbagai tanda bahaya yang mungkin belum sepenuhnya kita sadari secara rasional," katanya.
Karena itu, ia mendorong setiap individu untuk lebih peka terhadap perasaan dan pengalaman yang dialami dalam hubungan. Ketika muncul rasa tidak nyaman yang terus berulang, penting untuk mengevaluasi kondisi tersebut dan tidak langsung menganggapnya sebagai hal yang normal.
Keberanian Berkata Tidak Jadi Bentuk Perlindungan Diri
Kasandra menilai salah satu langkah penting untuk mencegah seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat adalah memiliki keberanian untuk berkata "tidak". Sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pasangan, melainkan upaya menjaga batasan pribadi dan melindungi diri.
Menurutnya, kemampuan mengatakan tidak berakar pada kesadaran seseorang terhadap nilai diri, hak pribadi, dan batasan yang dimilikinya. Semakin seseorang mengenali dirinya sendiri, semakin mudah pula ia menyadari ketika ada pihak lain yang mulai melanggar batas tersebut.
"Semakin seseorang mengenali nilai, hak, dan batasannya, semakin mudah pula ia menyadari ketika ada orang lain yang melewati batas tersebut," ujarnya.
Dalam banyak kasus, korban hubungan tidak sehat sering kali kesulitan mempertahankan batasan pribadi karena merasa takut ditinggalkan, takut konflik, atau terlalu bergantung secara emosional kepada pasangan. Kondisi ini membuat mereka semakin rentan mengalami manipulasi.
Ciri-Ciri Hubungan Tidak Sehat yang Harus Diwaspadai
Kasandra mengungkapkan terdapat sejumlah tanda yang umum ditemukan dalam hubungan yang tidak sehat. Salah satunya adalah adanya upaya pengendalian yang dilakukan pasangan terhadap berbagai aspek kehidupan korban.
Bentuk pengendalian tersebut bisa berupa mengatur pergaulan, membatasi komunikasi dengan keluarga atau teman, mengontrol aktivitas sehari-hari, hingga memaksakan keputusan tertentu. Dalam kondisi yang lebih serius, hubungan tidak sehat juga dapat disertai kekerasan verbal, emosional, maupun fisik.
Selain itu, pelaku sering berusaha mengisolasi pasangan dari lingkungan sosialnya. Tujuannya agar korban kehilangan sumber dukungan dan menjadi semakin bergantung kepada pelaku.
Akibatnya, korban kerap merasa kesulitan menilai situasi secara objektif. Mereka bahkan bisa kehilangan kepercayaan terhadap penilaian diri sendiri.
Kasandra menjelaskan bahwa korban hubungan tidak sehat umumnya mengalami kebingungan, keraguan, hingga kecenderungan menyalahkan diri sendiri atas berbagai masalah yang terjadi dalam hubungan tersebut.
Perasaan bersalah yang terus menerus muncul membuat korban sering kali bertahan meskipun hubungan tersebut merugikan kondisi mental maupun emosional mereka.
Pentingnya Dukungan Keluarga dan Teman
Untuk membantu keluar dari hubungan yang tidak sehat, Kasandra menekankan pentingnya dukungan sosial dari orang-orang terdekat. Ia menyarankan individu yang merasa berada dalam hubungan bermasalah untuk mulai berbagi cerita dengan keluarga, sahabat, atau orang yang dipercaya.
Menurutnya, orang terdekat sering kali mampu memberikan sudut pandang yang lebih objektif ketika korban mulai kehilangan kemampuan menilai situasi secara jernih akibat manipulasi atau tekanan yang dialami.
"Orang terdekat sering kali dapat membantu memberikan perspektif yang lebih objektif ketika individu mulai meragukan penilaiannya sendiri akibat manipulasi atau tekanan dalam hubungan," jelasnya.
Dukungan keluarga, teman, maupun komunitas juga berperan penting dalam membantu korban membangun keberanian untuk mencari pertolongan. Kehadiran lingkungan yang suportif dapat mengurangi rasa takut, meningkatkan rasa aman, serta membantu korban mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya.
Kasandra menambahkan bahwa dukungan sosial memiliki fungsi penting sebagai penyangga stres. Dukungan tersebut membantu individu menghadapi tekanan psikologis sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang lebih adaptif saat menghadapi situasi sulit.
"Dukungan sosial berfungsi sebagai penyangga terhadap stres, yaitu membantu individu menghadapi tekanan psikologis dan meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih adaptif dalam situasi sulit," katanya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, baik yang dialami sendiri maupun orang-orang di sekitar. Mengabaikan rasa takut, tekanan, atau kehilangan kebebasan bukanlah solusi. Sebaliknya, mengenali tanda bahaya sejak dini dan mencari dukungan dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental serta keselamatan diri dalam menjalani hubungan yang sehat dan saling menghargai. (R-05)

