Kejutan Pasar Logam Mulia! Harga Perak Antam Jatuh dari Level Rp 40.000, Investor Wajib Tahu
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Setelah dua hari berturut-turut melemah, harga perak Antam hari ini ambrol hingga Rp 2.500 per gram dan resmi terjun ke bawah level psikologis Rp 40.000 per gram.
Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia Antam, harga perak murni Antam pada Kamis pagi dipatok sebesar Rp 38.650 per gram, turun tajam dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp 41.150 per gram.
Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan kolektor logam mulia kembali mencermati pergerakan harga perak yang belakangan menunjukkan volatilitas cukup tinggi.
Turunnya harga perak Antam kali ini juga memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak awal pekan. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026), harga perak Antam tercatat turun Rp 150 menjadi Rp 43.050 per gram. Kemudian pada Rabu (24/6/2026), harga kembali terkoreksi lebih dalam sebesar Rp 1.900 menjadi Rp 41.150 per gram.
Kini, hanya dalam rentang dua hari perdagangan, harga perak Antam telah kehilangan nilai hingga Rp 4.400 per gram. Kondisi tersebut membuat harga perak kembali berada pada level yang lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Harga Perak Antam Turun di Semua Produk
Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada satuan gram, tetapi juga tercermin pada berbagai produk perak yang dipasarkan Antam.
Untuk produk perak murni dengan berat 250 gram, harga dasar hari ini dipatok sebesar Rp 10.062.500. Sementara harga setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen menjadi Rp 11.169.375.
Sedangkan produk perak murni berat 500 gram dibanderol dengan harga dasar Rp 19.325.000. Setelah ditambah PPN 11 persen, harga jualnya mencapai Rp 21.450.750.
Penurunan harga ini dinilai memberikan peluang bagi masyarakat yang selama ini menjadikan perak sebagai instrumen investasi alternatif maupun koleksi logam mulia.
Meski tidak sepopuler emas, perak tetap memiliki pasar tersendiri karena digunakan dalam berbagai sektor industri, mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga kebutuhan manufaktur.
Harga Perak Antam Heritage Ikut Terkoreksi
Selain produk perak murni reguler, lini produk Perak Antam Heritage juga menunjukkan harga yang lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu.
Untuk Perak Antam Heritage ukuran 31,1 gram atau setara satu troy ounce, harga hari ini berada di level Rp 1.749.788. Setelah ditambah PPN 11 persen, harga jual menjadi sekitar Rp 1.942.265.
Sementara itu, Perak Antam Heritage dengan berat 186,6 gram dipasarkan seharga Rp 9.377.386. Harga setelah pajak mencapai Rp 10.408.898.
Produk Heritage sendiri banyak diminati oleh kalangan kolektor karena memiliki desain khusus dan nilai estetika yang lebih tinggi dibandingkan produk perak biasa.
Pelemahan Harga Perak Dunia Jadi Pemicu
Analis menilai pelemahan harga perak Antam tidak terlepas dari pergerakan harga perak global yang juga sedang berada dalam fase koreksi.
Berdasarkan data perdagangan internasional, harga perak dunia pada Kamis (25/6/2026) tercatat turun sekitar 0,80 persen ke level US$ 56,85 per ons saat berita ini ditulis.
Turunnya harga logam mulia dunia biasanya berdampak langsung terhadap harga jual produk perak domestik, termasuk yang dipasarkan oleh Antam.
Selain faktor harga global, sentimen pasar keuangan internasional, pergerakan dolar Amerika Serikat, tingkat suku bunga bank sentral, serta kondisi ekonomi dunia juga menjadi faktor yang memengaruhi harga perak.
Ketika investor cenderung memilih aset berisiko seperti saham, permintaan terhadap logam mulia dapat menurun sehingga harga ikut terkoreksi. Sebaliknya, saat ketidakpastian ekonomi meningkat, logam mulia biasanya kembali diburu sebagai aset lindung nilai atau safe haven.
Meski saat ini harga perak mengalami penurunan tajam, sebagian pelaku pasar justru melihat kondisi tersebut sebagai peluang akumulasi.
Harga yang berada di bawah Rp 40.000 per gram dinilai cukup menarik bagi investor jangka panjang yang ingin menambah kepemilikan logam mulia dengan modal lebih terjangkau dibandingkan emas.
Perak juga memiliki keunggulan karena permintaannya tidak hanya berasal dari sektor investasi, tetapi juga dari kebutuhan industri. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi berbasis energi hijau, kendaraan listrik, dan panel surya, kebutuhan terhadap perak diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam jangka panjang.
Namun demikian, investor tetap disarankan memperhatikan perkembangan pasar global dan melakukan pembelian secara bertahap guna mengantisipasi kemungkinan fluktuasi harga yang masih berlanjut.
Untuk saat ini, fokus pelaku pasar tertuju pada apakah harga perak Antam mampu bertahan di kisaran Rp 38.000 per gram atau justru kembali melanjutkan tren penurunan dalam beberapa hari ke depan. Yang jelas, penurunan tajam hari ini menjadi perhatian besar bagi investor maupun kolektor logam mulia di Tanah Air. (R-05)

