Kalah Cepat dari The Power of Emak-Emak, Petugas Gabungan Cuma Kebagian Bakar Gubuk Sabu Kosong!
Gubuk sabu yang diobrak-abrik emak-emak di Labuhan Batu Utara. (sumber: Polda Sumut)
SUMUT, SabangMerauke News - Video penggerebekan yang dilakukan sekelompok emak-emak Labuhanbatu Utara memicu gerak cepat kepolisian. Saat mendatangi lokasi pada Selasa malam, 23 Juni 2026, petugas menemukan delapan alat hisap sabu atau bong di sebuah barak kayu yang diduga digunakan untuk aktivitas narkoba.
Temuan itu menjadi hasil awal penyelidikan setelah rekaman video beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah warga mendatangi kawasan yang disebut sebagai lokasi transaksi dan penggunaan sabu di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu.
Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan mengatakan personel langsung turun ke lapangan sesaat setelah informasi menyebar di tengah masyarakat.
Tim gabungan dari Polres Labuhanbatu dan Polsek Kualuh Hulu bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. "Barang bukti ditemukan delapan bong atau alat hisap sabu-sabu," kata Aswin Irwan, Rabu, 24 Juni 2026.
Saat petugas tiba, suasana sudah berbeda dibanding rekaman yang viral. Tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat. Barak kayu yang menjadi perhatian warga berada dalam keadaan kosong tanpa penghuni.
Meski tak menemukan orang di lokasi, polisi mendapati sejumlah barang yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan narkotika. Delapan bong ditemukan di dalam area barak. Selain itu terdapat sisa-sisa aktivitas yang mengindikasikan tempat tersebut pernah digunakan sebagai lokasi berkumpul.
Barak yang berdiri di kawasan itu terbuat dari kayu dengan kondisi sederhana. Dari bentuk dan tata letaknya, bangunan tersebut diduga menjadi tempat singgah sejumlah orang dalam waktu tertentu.
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas mengambil langkah tegas. Barak tersebut langsung dibongkar agar tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas serupa. "Iya. Langsung dibongkar, dibakar supaya tidak digunakan lagi untuk transaksi narkoba," ujar Aswin Irwan.
Api kemudian melahap bangunan kayu tersebut. Dalam waktu singkat, struktur yang sebelumnya berdiri di lokasi berubah menjadi puing dan arang.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar lokasi tidak kembali dipakai sebagai tempat peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Polisi juga melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat.
Hingga saat ini belum ada pelaku yang diamankan. Lokasi sudah kosong saat aparat datang melakukan pemeriksaan.
Nama pasangan suami istri berinisial Uki dan Kiki sempat muncul dalam video yang beredar. Perekam video menyebut keduanya terkait dengan lokasi tersebut. Polisi masih mendalami informasi itu dan belum menyimpulkan keterkaitan secara langsung.
AKP Aswin Irwan menegaskan penyelidikan tetap berjalan. Setiap informasi yang masuk akan dikembangkan untuk mencari fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. "Tetap ditindaklanjuti, dilakukan penyelidikan, dikembangkan berdasarkan informasi yang akurat," kata Aswin.
Video yang memicu penyelidikan itu memperlihatkan keberanian warga memasuki kawasan yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba. Perekam berjalan menuju sebuah rumah yang disebut sebagai milik bandar sabu.
Setelah itu, kamera mengarah ke bagian belakang rumah. Di sana terlihat beberapa gubuk kayu berdiri berjajar dengan atap berbahan terpal dan tenda sederhana.
Suasana dalam rekaman tampak santai. Beberapa meja terlihat berada di area tersebut. Terdapat pula meja biliar yang menjadi pusat perhatian warga.
Perekam kemudian masuk ke salah satu gubuk. Di atas meja terlihat alat yang diduga digunakan untuk mengisap sabu. Tak jauh dari lokasi itu, tampak seorang pria berada di dalam ruangan.
Kalimat demi kalimat terdengar dari balik kamera. Perekam menyebut lokasi tersebut sebagai lapak peredaran sabu yang selama ini meresahkan masyarakat sekitar.
Saat kehadiran warga diketahui, suasana berubah tegang. Beberapa orang tampak bergegas meninggalkan lokasi. Seorang pria yang diduga sedang menggunakan narkoba disebut langsung melarikan diri.
Video itu kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Banyak warga mempertanyakan keberadaan lokasi tersebut dan meminta penindakan lebih lanjut.
Desakan warga akhirnya berujung pada operasi lapangan yang dilakukan aparat. Meski tidak menemukan pelaku, keberadaan delapan bong menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan.
Kasus ini kembali menunjukkan peran masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan tindak pidana di lingkungan sekitar. Rekaman sederhana dari telepon genggam mampu membuka jalan bagi aparat untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Di Kampung Baru, sisa-sisa barak kini tinggal puing hitam. Bangunan yang sempat ramai diperbincangkan itu sudah tidak berdiri lagi. Polisi masih memburu informasi tambahan guna mengungkap siapa saja yang pernah menggunakan dan mengelola lokasi tersebut.
Penyelidikan terus berlanjut. Aparat berharap keterangan saksi dan temuan di lapangan dapat membantu mengurai aktivitas yang selama ini diduga berlangsung di balik deretan gubuk kayu itu. Sementara warga memilih menunggu hasil kerja penyidik, sambil berharap kawasan tersebut tidak lagi menjadi tempat beredarnya narkotika. R-02

