Singapura Nomor 1 di Asia, Ini Peringkat Indonesia dalam Daftar Negara Paling Damai Dunia 2026
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, sejumlah negara di Asia justru berhasil mempertahankan stabilitas keamanan dan ketertiban sosial yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru Global Peace Index (GPI) 2026, Singapura, Jepang, dan Malaysia kembali masuk dalam jajaran negara paling damai di dunia. Sementara itu, Indonesia harus puas berada jauh di bawah posisi tersebut dan tidak masuk dalam daftar lima besar negara paling damai di Asia.
Laporan yang dirilis Institute for Economics & Peace (IEP) itu menjadi salah satu acuan global dalam mengukur tingkat perdamaian suatu negara. Pada edisi ke-20 tahun 2026, indeks tersebut menilai 163 negara dan wilayah independen yang mewakili hampir 99,7 persen populasi dunia.
Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah negara Asia mampu bersaing dengan negara-negara Eropa yang selama ini mendominasi daftar negara paling aman dan damai di dunia.
Singapura Jadi Negara Asia Paling Damai
Dalam pemeringkatan tahun ini, Singapura menjadi negara paling damai di Asia sekaligus menempati peringkat kedelapan dunia dengan skor 1,435.
Posisi tersebut memperkuat reputasi negara kota itu sebagai salah satu wilayah dengan tingkat keamanan publik yang tinggi, stabilitas politik yang kuat, serta minim konflik domestik maupun internasional.
Tak jauh di belakang Singapura, Jepang berada di posisi ke-10 dunia dengan skor 1,489. Negeri Sakura tersebut dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang rendah, penegakan hukum yang efektif, dan lingkungan sosial yang tertib.
Malaysia juga mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ke-12 dunia dan menjadi negara Asia Tenggara kedua yang masuk dalam kelompok negara paling damai secara global.
Selain tiga negara tersebut, Bhutan dan Mongolia melengkapi daftar lima besar negara paling damai di Asia pada tahun 2026.
Lima Negara Asia Paling Damai Tahun 2026
- Singapura (peringkat 8 dunia)
- Jepang (peringkat 10 dunia)
- Malaysia (peringkat 12 dunia)
- Bhutan (peringkat 16 dunia)
- Mongolia (peringkat 34 dunia)
Pencapaian negara-negara tersebut menunjukkan bahwa stabilitas keamanan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta rendahnya tingkat konflik masih menjadi faktor utama dalam membangun lingkungan yang damai dan kondusif.
Indonesia Tertinggal di Peringkat 69 Dunia
Bagi Indonesia, hasil GPI 2026 menjadi catatan yang perlu diperhatikan. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia, jauh di bawah sejumlah negara Asia lainnya.
Posisi Indonesia bahkan berada di bawah Vietnam yang menempati peringkat ke-41 dunia dan Taiwan yang berada di posisi ke-42.
Berikut beberapa negara Asia yang berada di atas Indonesia:
Vietnam (peringkat 41 dunia)
Taiwan (peringkat 42 dunia)
Korea Selatan (peringkat 57 dunia)
Laos (peringkat 58 dunia)
Sri Lanka (peringkat 67 dunia)
Indonesia (peringkat 69 dunia)
Meski demikian, peringkat tersebut tidak berarti Indonesia merupakan negara yang tidak aman untuk dikunjungi. GPI lebih menitikberatkan pada indikator makro terkait perdamaian, stabilitas sosial, tingkat konflik, serta aspek militerisasi.
Karena itu, indeks ini lebih menggambarkan kondisi umum suatu negara dibandingkan pengalaman individu wisatawan saat berkunjung.
Bagaimana Global Peace Index Mengukur Perdamaian?
Institute for Economics & Peace menggunakan 23 indikator kualitatif dan kuantitatif dalam menyusun pemeringkatan tahunan ini.
Penilaian tersebut dibagi ke dalam tiga domain utama, yaitu:
1. Keselamatan dan Keamanan Masyarakat
Meliputi tingkat kriminalitas, persepsi keamanan warga, jumlah kejahatan kekerasan, hingga stabilitas sosial.
2. Konflik Domestik dan Internasional
Menilai keterlibatan suatu negara dalam konflik, baik di dalam negeri maupun dengan negara lain.
3. Militerisasi
Mencakup pengeluaran militer, jumlah personel militer, impor senjata, serta berbagai indikator terkait pertahanan.
Melalui kombinasi indikator tersebut, GPI memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kedamaian suatu negara dalam jangka panjang.
Bukan Panduan Wisata, Tapi Jadi Pertimbangan Investor dan Turis
Meski tidak dirancang sebagai panduan resmi perjalanan atau travel advisory, laporan GPI kerap dijadikan referensi tambahan oleh wisatawan internasional dan investor.
Banyak pelancong mempertimbangkan faktor keamanan, stabilitas politik, serta risiko konflik sebelum menentukan tujuan wisata. Sementara bagi investor, tingkat perdamaian menjadi salah satu indikator penting dalam menilai prospek bisnis dan keberlanjutan investasi.
Karena itu, negara-negara yang memperoleh skor tinggi dalam GPI umumnya dianggap memiliki lingkungan yang lebih kondusif untuk aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pembangunan jangka panjang.
Daftar 20 Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2026
Berikut peringkat 20 besar negara paling damai di dunia berdasarkan Global Peace Index 2026:
- Islandia – 1,161
- Selandia Baru – 1,343
- Swiss – 1,363
- Slovenia – 1,369
- Irlandia – 1,371
- Austria – 1,421
- Portugal – 1,427
- Singapura – 1,435
- Finlandia – 1,478
- Jepang – 1,489
- Denmark – 1,504
- Malaysia – 1,513
- Republik Ceko – 1,517
- Kanada – 1,525
- Hongaria – 1,538
- Bhutan – 1,546
- Belanda – 1,566
- Mauritius – 1,586
- Latvia – 1,589
- Australia – 1,602
Laporan terbaru ini memperlihatkan bahwa Asia semakin diperhitungkan dalam peta perdamaian dunia. Namun bagi Indonesia, peringkat ke-69 menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan stabilitas, keamanan, dan daya saing di tingkat global. (R-05)

