Hampir Tiga Tahun Menghilang, Dalang Sabu 15 Kilogram Akhirnya Tertangkap
Setelah 3 tahun masuk DPO, otak penyelundupan 15 kg sabu di Bengkalis akhirnya ditangkap polisi. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News– Kesabaran polisi akhirnya berbuah hasil. Seorang pria berinisial A (48), yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2023, berhasil ditangkap setelah hampir tiga tahun bersembunyi dari kejaran aparat.
Penangkapan berlangsung pada Kamis dini hari, 18 Juni 2026. Tim Satresnarkoba Polres Bengkalis bergerak senyap menuju sebuah rumah di Jalan Batin Alam, Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis. Saat pintu rumah terbuka, pelarian panjang itu pun berakhir.
Pria yang selama ini diburu dalam kasus penyelundupan sabu seberat 15 kilogram tidak melakukan perlawanan. Ia tampak pasrah ketika petugas memborgol tangannya dan membawanya ke Mapolres Bengkalis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus yang menyeret nama A bukan perkara kecil. Polisi menyebutnya sebagai salah satu figur penting dalam jaringan narkotika yang sempat mengguncang Riau pada tahun 2023.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa nama A sudah masuk radar penyidik sejak pengungkapan kasus besar tiga tahun lalu. Saat itu, aparat berhasil menggagalkan peredaran 15 bungkus besar sabu yang dibawa seorang kurir.
“Keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika membutuhkan ketekunan dan kerja panjang. Tidak semua pelaku bisa langsung ditemukan dalam waktu singkat,” ujar Fahrian, Senin, 22 Juni 2026.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa A bukan sekadar anggota biasa. Ia memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kurir dengan bandar utama yang hingga kini masih dalam pengejaran.
Perannya sangat vital dalam menjaga komunikasi antaranggota jaringan. Tanpa keterlibatan A, transaksi narkotika dalam jumlah besar tersebut diyakini tidak akan berjalan sesuai rencana.
Karena itulah, penyidik tidak pernah menghentikan pencarian. Meski waktu terus berjalan, tim Satresnarkoba Polres Bengkalis tetap mengumpulkan informasi dan memperbarui data pergerakan tersangka.
Perburuan berlangsung panjang dan penuh tantangan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pelacakan komunikasi, pengembangan informasi lapangan, hingga pemantauan tertutup terhadap orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan tersangka.
Selama bertahun-tahun, A berhasil menghindari kejaran hukum. Namun, celah kecil akhirnya muncul ketika polisi memperoleh informasi bahwa pria tersebut kembali berada di kediamannya.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti. Tim opsnal bergerak cepat dan memastikan target berada di lokasi sebelum melakukan penangkapan.
“Personel kami terus bekerja meskipun kasus ini sudah berjalan cukup lama. Komitmen kami adalah memastikan setiap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” kata Fahrian.
Saat dilakukan penggeledahan, pet15ugas menemukan satu unit telepon genggam. Barang tersebut diduga menjadi alat komunikasi yang digunakan tersangka saat menjalankan aktivitas jaringan narkotika.
Ponsel itu kini diamankan sebagai barang bukti. Penyidik akan melakukan pendalaman untuk menelusuri kemungkinan adanya komunikasi dengan pelaku lain yang masih berada di luar.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka disebut mengakui keterlibatannya. Ia juga mengakui hubungan dengan sejumlah pelaku yang sebelumnya telah ditangkap dan menjalani hukuman.
Pengakuan tersebut membuka peluang baru bagi penyidik. Polisi kini kembali menelusuri mata rantai jaringan yang kemungkinan masih aktif beroperasi.
Kejutan lain muncul saat tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil tes urine menunjukkan bahwa A positif mengandung methamphetamine atau sabu.
Temuan itu semakin memperkuat dugaan keterlibatan tersangka dalam aktivitas narkotika. Polisi kini mendalami apakah yang bersangkutan hanya berperan sebagai penghubung atau memiliki keterlibatan lebih luas dalam jaringan tersebut.
Menurut Fahrian, pengungkapan ini menjadi bukti bahwa waktu bukan penghalang dalam penegakan hukum. Setiap informasi akan terus ditindaklanjuti hingga seluruh jaringan berhasil dibongkar.
“Jaringan narkotika selalu berupaya mencari celah. Karena itu, pengawasan dan kerja sama semua pihak menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredarannya,” ujarnya.
Saat ini, A telah ditahan di Mapolres Bengkalis. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menggali informasi mengenai keberadaan bandar utama dan anggota jaringan lainnya.
Polisi juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan narkoba. Dukungan informasi dari warga dinilai sangat membantu dalam mengungkap aktivitas jaringan yang bergerak secara tertutup.
Keberhasilan penangkapan ini sekaligus mengirim pesan tegas kepada para pelaku kejahatan narkotika. Meski mampu bersembunyi selama bertahun-tahun, ruang gerak mereka akan terus dipersempit oleh aparat penegak hukum.
Di Bengkalis, pelarian panjang seorang buronan akhirnya selesai. Namun bagi polisi, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai, yakni memburu aktor lain yang masih berusaha menjaga jalur gelap peredaran narkotika tetap hidup. R-02

