Pendapatan Kendaraan Bermotor Pekanbaru Tembus Rp23,72 Miliar, Naik Tajam 20 Persen
Pendapatan Asli Daerah Kota Pekanbaru dari sektor kendaraan bermotor menunjukkan pertumbuhan signifikan. Foto : Istimewa
PEKANBARU, SabangMerauke News – Pendapatan Asli Daerah Kota Pekanbaru dari sektor kendaraan bermotor menunjukkan pertumbuhan signifikan. Realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor mencapai Rp23,72 miliar hingga pertengahan Juni 2026. Angka tersebut melampaui target penerimaan semester pertama tahun berjalan.
Capaian itu menjadi sinyal positif bagi pendapatan daerah sepanjang tahun 2026. Penerimaan BBNKB juga tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan tersebut memperkuat kontribusi sektor kendaraan bermotor terhadap kas daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, menyambut positif peningkatan penerimaan tersebut. Menurutnya, capaian saat ini melampaui proyeksi awal semester pertama. “Peningkatan ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi target semester pertama,” ujarnya, Senin.
Denny menjelaskan pertumbuhan penerimaan turut didorong meningkatnya aktivitas transaksi kendaraan bermotor. Selain itu, kesadaran masyarakat membayar kewajiban perpajakan juga terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan penerimaan daerah dari sektor kendaraan.
“Peningkatan realisasi tahun ini mencapai sekitar 20 persen dibandingkan periode sama tahun lalu,” katanya. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi indikator membaiknya kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Tren itu juga memperlihatkan efektivitas berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah.
Menurut Denny, kepatuhan wajib pajak memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pendapatan daerah. Semakin tinggi kepatuhan masyarakat, semakin besar potensi penerimaan pajak kendaraan. Hasilnya dapat digunakan mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, pendapatan sektor kendaraan bermotor ikut terdongkrak,” ujarnya. Peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk mencapai target penerimaan tahunan. Pemerintah daerah berharap tren positif itu terus berlanjut sepanjang tahun.
Untuk menjaga pertumbuhan penerimaan, Bapenda Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut difokuskan pada penguatan pengawasan dan perluasan basis data wajib pajak. Strategi itu dijalankan melalui kerja sama lintas instansi terkait.
Salah satu langkah utama dilakukan melalui razia gabungan kendaraan bermotor secara berkala. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Satlantas, serta Bapenda Provinsi Riau. Razia bertujuan meningkatkan kepatuhan pemilik kendaraan terhadap kewajiban pajaknya.
Selain penindakan lapangan, Bapenda juga memperkuat pendataan kendaraan bermotor di masyarakat. Pendataan dilakukan hingga tingkat lingkungan melalui dukungan kader PKK. Langkah tersebut diharapkan mampu menjangkau wajib pajak yang belum terdata secara optimal.
Perluasan basis data dinilai penting untuk meningkatkan akurasi potensi penerimaan daerah. Data yang lengkap memudahkan pemerintah melakukan pengawasan serta penagihan pajak. Sistem tersebut juga membantu menyusun kebijakan perpajakan yang lebih efektif.
Bapenda menilai potensi penerimaan sektor kendaraan bermotor masih cukup besar. Pertumbuhan jumlah kendaraan baru setiap tahun membuka peluang peningkatan pendapatan. Kondisi itu menjadi salah satu faktor pendukung optimisme pemerintah daerah.
Peningkatan penerimaan BBNKB juga memberikan dampak positif terhadap struktur PAD Kota Pekanbaru. Sektor kendaraan bermotor selama ini menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah. Kontribusi tersebut membantu memperkuat kemampuan fiskal pemerintah kota.
Dengan realisasi yang telah melampaui target semester pertama, peluang mencapai target tahunan terbuka lebar. Pemerintah daerah akan terus memperkuat edukasi perpajakan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mendorong kesadaran membayar pajak secara berkelanjutan.
Denny berharap capaian positif ini dapat dipertahankan hingga penghujung tahun anggaran. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga tren pertumbuhan penerimaan. “Kami berharap peningkatan penerimaan ini terus berlanjut hingga akhir tahun,” tuturnya.
Jika tren saat ini bertahan, kontribusi sektor kendaraan bermotor berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut akan memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendanai pembangunan. Pemerintah Kota Pekanbaru pun optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai.(R-03)

