Pekerja Kilang Sagu di Kepulauan Meranti Diserang Buaya Saat Angkut Tual Sagu, Paha Kiri Robek
Seorang pekerja kilang sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjadi korban serangan buaya saat tengah bekerja mengangkut tual sagu di sekitar aliran sungai, Sabtu (20/6/2026) siang. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Seorang pekerja kilang sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjadi korban serangan buaya saat tengah bekerja mengangkut tual sagu di sekitar aliran sungai, Sabtu (20/6/2026) siang.
Korban diketahui bernama Sukari (42), warga asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang saat ini bekerja sebagai buruh di salah satu kilang sagu dan berdomisili di Desa Tenan, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban sedang menjalankan aktivitas rutin mengangkut tual sagu dari sungai menuju area atas kilang sagu tempatnya bekerja.
Kapolsek Tebing Tinggi Barat, IPDA D. Turnip, S.E., mengatakan korban sedang berada di sekitar aliran sungai ketika secara tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menyerang.
"Korban saat itu sedang bekerja mengangkut tual sagu dari sungai menuju area atas kilang. Ketika berada di sekitar aliran sungai, secara tiba-tiba seekor buaya menggigit kaki kiri korban," kata IPDA D. Turnip.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek yang cukup serius pada bagian paha atas kaki kiri. Kondisi korban sempat mengundang kepanikan rekan-rekan kerjanya yang berada di lokasi kejadian.
Melihat kejadian itu, sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan kepada korban dan berupaya mengevakuasinya dari area sungai yang dianggap berbahaya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolsek Tebing Tinggi Barat IPDA D. Turnip membenarkan adanya peristiwa tersebut dan mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian yang menimpa pekerja kilang sagu tersebut.
Menurutnya, kawasan sekitar aliran sungai tempat kejadian memang merupakan habitat alami satwa liar, sehingga masyarakat maupun pekerja yang beraktivitas di sekitar perairan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak bekerja seorang diri di sekitar sungai serta selalu memperhatikan kondisi lingkungan guna mengantisipasi potensi serangan satwa buas, terutama buaya yang kerap muncul di sejumlah wilayah pesisir dan rawa di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan. (R-01)

