Ketan Talam Durian Pekanbaru Cetak Rekor MURI Terpanjang di Dunia
Festival Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer berhasil mencetak rekor dunia di Pekanbaru. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menetapkan sajian tersebut sebagai ketan talam durian terpanjang di dunia. Foto : Istimewa
PEKANBARU, SabangMerauke News — Festival Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer berhasil mencetak rekor dunia di Pekanbaru. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menetapkan sajian tersebut sebagai ketan talam durian terpanjang di dunia. Penetapan rekor berlangsung saat perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Minggu (21/6/2026).
Ribuan warga memadati Jalan Jenderal Sudirman sejak pagi untuk menyaksikan festival kuliner tersebut. Kegiatan digelar di kawasan Car Free Day dan menjadi magnet utama perayaan hari jadi kota. Sajian ketan talam durian kemudian dinikmati masyarakat secara gratis sepanjang lokasi acara.
Sertifikat rekor diserahkan Customer Relations Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Penyerahan dilakukan di hadapan ribuan warga yang memenuhi area festival sejak pagi. Momen tersebut disambut meriah melalui tepuk tangan dan sorak masyarakat.
Lutfi menegaskan pencapaian tersebut melampaui rekor tingkat nasional. MURI menilai panjang sajian ketan talam durian tersebut belum pernah tercatat sebelumnya. “Kami menetapkan sajian Ketan Talam Durian ini tidak hanya sebagai yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga yang terpanjang di dunia,” ujar Lutfi.
Penobatan rekor dunia menjadi salah satu puncak rangkaian perayaan HUT ke-242 Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru menjadikan festival kuliner sebagai ajang promosi budaya daerah. Kuliner khas Melayu tersebut menjadi simbol kekayaan tradisi dan identitas masyarakat setempat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengaku bangga atas pencapaian bersejarah tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan panitia penyelenggara kegiatan. Kehadiran warga membuat suasana festival berlangsung meriah sepanjang pelaksanaan acara.
“Jujur ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir masyarakat yang hadir tidak sebanyak ini, ternyata luar biasa,” kata Agung. Ia menyampaikan apresiasi kepada pelaku UMKM dan masyarakat pendukung kegiatan tersebut. Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan festival berskala besar itu.
Agung menilai festival tersebut membuktikan tingginya kecintaan masyarakat terhadap kuliner tradisional daerah. Warga tidak hanya berasal dari Pekanbaru dan sejumlah kabupaten di Riau. Banyak pengunjung datang dari berbagai wilayah Sumatera hingga Pulau Jawa.
Pembuatan ketan talam durian sepanjang satu kilometer melibatkan kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku UMKM. Para pelaku usaha kuliner bekerja bersama menyiapkan sajian dalam jumlah besar. Proses produksi dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga selama festival berlangsung.
Keberhasilan mencetak rekor dunia juga menjadi momentum penguatan sektor ekonomi kreatif daerah. Pemerintah daerah berharap promosi kuliner khas Melayu mampu menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya diharapkan meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal dalam jangka panjang.
Selain menyajikan ketan talam durian gratis, panitia membagikan ribuan buah durian kepada masyarakat. Sebanyak 3.000 buah durian disediakan untuk menambah kemeriahan perayaan hari jadi kota. Pembagian dilakukan sepanjang acara dan mendapat sambutan antusias warga.
“Ini semua kami persembahkan untuk masyarakat. Ketan talam durian gratis, ditambah 3.000 buah durian agar masyarakat benar-benar merasakan kemeriahan Hari Jadi Pekanbaru tahun ini,” ujar Agung.
Festival tersebut menegaskan posisi Pekanbaru sebagai salah satu pusat kuliner khas Melayu di Indonesia. Rekor dunia yang diraih menjadi catatan penting dalam sejarah perayaan hari jadi kota. Pemerintah daerah berharap capaian tersebut memperkuat citra Pekanbaru sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner unggulan.(R-03)

