Prabowo Instruksikan Kementerian Haji Cari Formula Percepat Masa Tunggu Haji
Presiden Prabowo Subianto meminta masa tunggu haji reguler dipersingkat secara bertahap. Foto : Istimewa
MEDAN, SabangMerauke News – Presiden Prabowo Subianto meminta masa tunggu haji reguler dipersingkat secara bertahap. Arahan tersebut menjadi fokus evaluasi penyelenggaraan haji 2027 atau 1448 Hijriah. Kementerian Haji dan Umrah diminta segera menyiapkan formula percepatan antrean nasional.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan arahan itu usai bertemu Presiden. Pertemuan berlangsung di Hambalang sebelum penyambutan Kloter 16 Kualanamu di Medan. Dahnil mengatakan, “Presiden minta kementerian mencari formula antrean haji bisa dipangkas lebih pendek.”
Menurut Dahnil, antrean haji reguler saat ini masih menjadi tantangan besar nasional. Secara faktual, masa tunggu rata-rata berada pada kisaran 13 hingga 14 tahun. Secara administratif, waktu tunggu telah diseragamkan menjadi 26 tahun di seluruh daerah.
Sistem baru diterapkan untuk menghapus perbedaan antrean antardaerah yang selama ini terjadi. Sebelumnya, sebagian wilayah mencatat masa tunggu hingga 50 tahun. Daerah lain bahkan hanya memiliki masa tunggu sekitar lima tahun.
Dahnil menjelaskan penyamaan kuota membuat sistem antrean menjadi lebih adil nasional. Mayoritas calon jemaah kini menunggu sekitar 10 hingga 12 tahun. Pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat diperbaiki melalui kebijakan lanjutan.
Arahan Presiden menjadi dasar percepatan pembenahan sistem penyelenggaraan haji nasional. Kementerian Haji mengklaim upaya pemangkasan antrean telah dilakukan selama setahun terakhir. Dahnil menegaskan, “Perintah Presiden memperpendek antrean haji dan akan terus kami maksimalkan.”
Selain antrean, Presiden juga memberikan perhatian terhadap kualitas pelayanan jemaah Indonesia. Prabowo menilai jemaah Indonesia menunjukkan kedisiplinan lebih baik selama berada di Tanah Suci. Penilaian tersebut menjadi modal meningkatkan citra penyelenggaraan haji nasional.
Pemerintah berharap pelayanan haji semakin aman, nyaman, dan profesional setiap tahun. Kementerian Haji diminta memperkuat fungsi pelayanan sesuai arahan Presiden. Dahnil menegaskan, “Orientasi kami menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah haji.”(R-03)

