Panik Dipergoki Warga, Maling Nekat Parkour di Atap Permukiman Warga
Potongan video aksi pencuri yang berusaha melarikan diri setelah terpergok warga di Medan. (sumber: istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News — Aksi pencurian yang terjadi di kawasan Medan Helvetia, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Sabtu sore, 20 Juni 2026, mendadak berubah menjadi tontonan dramatis setelah pelaku nekat melarikan diri lewat atap rumah warga. Peristiwa itu terekam kamera warga dan langsung viral di media sosial karena aksi pelariannya yang tidak biasa.
Kejadian bermula ketika seorang pria diduga masuk ke salah satu rumah warga untuk melakukan pencurian. Namun aksinya keburu diketahui pemilik rumah, sehingga situasi langsung berubah tegang dan membuat pelaku panik.
Dalam kondisi terdesak, pelaku tidak memilih jalan keluar biasa. Ia justru naik ke bagian atap rumah dan mulai berlari di atas bangunan yang saling berdempetan di kawasan padat penduduk tersebut.
Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak dan berusaha mengepung lokasi. Situasi semakin kacau ketika pelaku mulai melompat dari satu atap ke atap lain untuk menghindari kejaran massa.
Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan bahwa pelaku tampak sangat lincah saat berada di atas bangunan. Namun kepanikan warga membuat suasana semakin tidak terkendali karena banyak yang ikut mengejar dari bawah.
“Aksinya cepat sekali, dia seperti sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu. Tapi warga juga tidak tinggal diam karena situasinya sudah darurat,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Pelarian di atas atap itu berlangsung cukup lama dan menarik perhatian banyak warga sekitar. Bahkan sebagian warga sempat merekam momen tersebut karena aksi pelaku dinilai seperti adegan dalam film aksi.
Di tengah pelariannya, pelaku juga sempat berteriak dan adu mulut dengan warga yang berada di bawah. Situasi itu membuat ketegangan semakin meningkat di kawasan permukiman tersebut.
Namun pelarian dramatis itu akhirnya berakhir setelah warga berhasil membaca arah pergerakan pelaku. Beberapa warga bergerak cepat melakukan pengepungan di titik yang diduga menjadi jalur pelarian terakhir.
Pelaku akhirnya terjebak di sekitar area bangunan sekolah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Tidak ada lagi ruang untuk melarikan diri setelah akses di bawah dan sekitar atap berhasil ditutup oleh warga.
Seorang petugas keamanan di lokasi menyebut bahwa pelaku akhirnya menyerah setelah tidak bisa lagi melanjutkan pelariannya. Ia kemudian diamankan warga sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.
“Dia sudah tidak bisa kemana-mana lagi, akhirnya kami amankan dulu sambil menunggu pihak kepolisian datang,” kata seorang petugas keamanan yang turut berada di lokasi.
Dalam beberapa video yang beredar, pelaku terlihat duduk lemas setelah berhasil diamankan. Ia kemudian dijaga ketat oleh petugas keamanan sebelum akhirnya dibawa untuk proses lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena aksi pelarian yang tidak biasa dan dilakukan di tengah permukiman padat penduduk. Banyak warga yang mengaku terkejut sekaligus takut dengan situasi yang terjadi secara tiba-tiba.
Kawasan Medan Helvetia sendiri dikenal sebagai area padat penduduk dengan rumah yang saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat pelarian di atas atap menjadi sangat berisiko, baik bagi pelaku maupun warga sekitar.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait identitas pelaku serta motif pencurian yang dilakukan. Polisi juga mengamankan sejumlah rekaman video warga sebagai bagian dari bahan penyelidikan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aksi kejahatan dapat memicu kepanikan massal di lingkungan padat penduduk. Keberanian warga dalam mengepung pelaku memang berhasil mengakhiri pelarian, namun juga menunjukkan betapa cepat situasi bisa berubah menjadi tidak terkendali. R-02

