Api Tak Terkendali Berjam-Jam, Belasan Rumah Jadi Korban Kebakaran Pabrik
Kebakaran melanda pabrik mainan di Medan Johor, Sabtu malam, 20 Juni 2026. (sumber: Istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News - Kebakaran besar mengguncang kawasan Medan Johor, Sabtu malam, 20 Juni 2026. Api melahap sebuah pabrik mainan anak-anak dan belasan rumah warga di Gang Perdamaian, Kedai Durian, Jalan Ladang.
Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 20.30 WIB. Warga sekitar langsung panik berhamburan. Sebagian menyelamatkan keluarga terlebih dahulu.
Asap pekat membumbung tinggi ke langit. Cahaya api terlihat dari kejauhan. Suasana malam berubah menjadi mencekam.
Petugas pemadam segera bergerak ke lokasi. Armada terus berdatangan silih berganti. Proses pemadaman berlangsung sangat panjang.
Hingga lewat tengah malam, api belum padam. Petugas masih berjibaku di lapangan. Penyemprotan dilakukan dari berbagai sisi.
Camat Medan Johor, Bachtiar Rivai Nasution, mengatakan upaya pemadaman terus berlangsung. Tim gabungan dikerahkan membantu petugas. Fokus utama adalah mencegah api meluas. "Keselamatan warga menjadi perhatian utama kami malam itu," kata Bachtiar.
Menurutnya, armada tidak hanya berasal dari Medan. Bantuan datang dari Deli Serdang. Tim dari Binjai juga ikut turun. Lebih dari delapan unit mobil pemadam diterjunkan. Armada harus bolak-balik mengisi air. Kondisi itu memperlambat proses pemadaman.
Kendala terbesar berada pada sumber air. Di sekitar lokasi tidak tersedia hidran. Tidak ada tandon besar untuk pengisian cepat. Akibatnya, petugas harus mencari pasokan air tambahan.
Waktu tempuh pengisian menjadi lebih lama. Api pun sulit segera dikendalikan. "Koordinasi lintas daerah sangat membantu penanganan kebakaran ini," ujarnya.
Di tengah perjuangan petugas, warga mulai mengungsi. Barang berharga segera dipindahkan. Banyak keluarga mencari tempat aman.
Televisi, pakaian, dan peralatan rumah tangga diangkut. Sebagian dititipkan ke tetangga terdekat. Sebagian lagi dibawa ke rumah kerabat.
Rumah yang berada di belakang pabrik paling terdampak. Jarak bangunan sangat berdekatan. Api mudah menjalar ke area permukiman.
Data sementara menunjukkan 11 kepala keluarga terdampak. Sebagian rumah mengalami kerusakan. Bagian belakang bangunan terbakar.
Pemerintah kecamatan langsung bergerak cepat. Pendataan warga dilakukan malam itu. Evakuasi juga terus dipantau. "Kami meminta warga mengikuti arahan petugas di lapangan," ujar Bachtiar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Tidak ditemukan warga mengalami luka serius. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri.
Meski demikian, trauma masih dirasakan warga. Banyak keluarga memilih berjaga semalaman. Mereka khawatir api kembali membesar.
Petugas juga meminta warga menjauh dari lokasi. Kerumunan dianggap menghambat akses armada. Jalur keluar masuk harus steril.
Langkah pengamanan terus diperketat. Aparat membantu mengatur pergerakan warga. Area sekitar pabrik diawasi ketat.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan PLN. Aliran listrik sementara diputus. Langkah tersebut mencegah risiko tambahan. "Kami mengutamakan keamanan seluruh masyarakat sekitar," kata Bachtiar.
Sementara itu, warga bernama Janto mengungkapkan pabrik tersebut memproduksi berbagai mainan anak-anak. Produknya cukup dikenal warga sekitar. Aktivitas pabrik berlangsung setiap hari.
Menurutnya, pabrik memproduksi mainan berbentuk mobil-mobilan. Ada juga mainan berbentuk senjata. Seluruh produk dibuat untuk pasar anak-anak.
Namun hingga kini penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendalaman. Investigasi dilakukan setelah api terkendali.
Fokus utama saat ini adalah pendinginan. Titik api kecil masih muncul. Petugas terus menyisir seluruh area. Material di dalam pabrik diduga mempercepat penyebaran api. Asap tebal juga menyulitkan petugas. Kondisi itu membuat pekerjaan semakin berat.
Meski menghadapi banyak kendala, petugas tidak menyerah. Upaya pemadaman dilakukan tanpa henti. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Peristiwa ini menjadi pengingat penting. Sistem mitigasi kebakaran perlu diperkuat. Ketersediaan hidran sangat dibutuhkan.
Warga berharap penyebab kebakaran segera terungkap. Mereka juga berharap bantuan segera datang. Pemulihan lingkungan mulai dinantikan.
Hingga Minggu pagi, petugas masih siaga. Pendinginan terus dilakukan bertahap. Situasi perlahan mulai terkendali.
Namun malam panjang itu meninggalkan jejak. Belasan keluarga harus menghadapi kerusakan rumah. Mereka kini menunggu proses pemulihan berikutnya. R-02

