Dominasi Sia-sia, Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Meski Lepas 60 Tembakan
Turki resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun. Foto : Istimewa
UNITED STATES, SabangMerauke News - Turki resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun. Tim asuhan Vincenzo Montella gagal meraih poin dalam dua pertandingan Grup D. Ironisnya, Turki tampil dominan namun tidak mampu mencetak satu gol pun. Peluang menuju babak 32 besar kini tertutup sebelum laga terakhir dimainkan.
Turki kalah 0-1 dari Paraguay pada matchday kedua Grup D, Sabtu (20/6). Gol cepat Matias Galarza pada menit kedua menjadi pembeda pertandingan tersebut. Skor bertahan hingga laga berakhir meski Turki terus menekan sepanjang pertandingan.
Data pertandingan menunjukkan Turki menguasai permainan hampir sepanjang laga melawan Paraguay. Mereka mencatat 78 persen penguasaan bola serta melepaskan 32 tembakan. Sebanyak lima percobaan mengarah ke gawang dan satu peluang membentur tiang.
Situasi semakin menyakitkan karena Paraguay bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Almiron menerima kartu merah menjelang turun minum akibat pelanggaran keras. Keunggulan jumlah pemain tetap gagal dimanfaatkan Turki untuk menyamakan kedudukan.
Sebelumnya, Turki juga tumbang 0-2 saat menghadapi Australia pada laga pembuka. Dalam pertandingan tersebut, Turki membukukan 28 tembakan dengan tujuh tepat sasaran. Penguasaan bola mencapai 63 persen namun hasil akhir tetap mengecewakan.
Total 60 tembakan tercipta dari dua pertandingan fase grup yang dijalani Turki. Tidak satu pun percobaan berhasil menembus gawang lawan sepanjang turnamen. Catatan tersebut menjadi salah satu statistik paling ironis pada Piala Dunia 2026.
Gelandang muda Arda Guler turut masuk daftar pemain paling aktif melepaskan tembakan. Bintang Turki tersebut mencatat sembilan percobaan dari dua pertandingan grup. Namun seluruh usaha tersebut belum mampu menghasilkan gol bagi negaranya.
Pelatih Turki Vincenzo Montella mengakui timnya tampil dominan namun kurang efektif. “Kami menguasai pertandingan dan menciptakan banyak peluang, tetapi gagal menyelesaikannya,” ujar Montella usai pertandingan. “Sepak bola menghukum tim yang tidak memanfaatkan kesempatan,” lanjutnya.
Kekalahan dari Paraguay memastikan perjalanan Turki berakhir lebih cepat pada turnamen ini. Laga terakhir menghadapi Amerika Serikat tidak lagi memengaruhi peluang kelolosan. Dominasi statistik akhirnya tidak cukup menyelamatkan Turki dari eliminasi dini.(R-04)

