Perluasan Program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Meranti Tertunda, 41 Dapur Belum Beroperasi
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar saat menyerahkan MBG saat launcing perdana salah satu SPPG di Kecamatan Tebingtinggi. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat terus berjalan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun, pemerataan layanan bagi seluruh masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala. Hingga kini, puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan untuk mendukung program tersebut masih belum dapat beroperasi.
Sebanyak 41 unit SPPG di Kepulauan Meranti saat ini masih berstatus hold atau ditunda operasionalnya. Dari jumlah itu, empat unit merupakan SPPG mandiri, sementara 37 unit lainnya berada di wilayah terpencil yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan MBG hingga ke daerah-daerah yang sulit diakses.
Ironisnya, sebagian besar fasilitas tersebut sebenarnya sudah siap digunakan. Dari 37 unit SPPG yang berada di wilayah terpencil, sebanyak 34 unit telah menyelesaikan pembangunan dapur dan secara fisik hampir seluruhnya siap beroperasi.
Namun, aktivitas pelayanan belum bisa dimulai. Seluruh unit tersebut masih menunggu petunjuk dan arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait mekanisme operasional di wilayah terpencil.
Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Kepulauan Meranti, Suryani, S.Kom., M.Han, mengatakan kondisi tersebut membuat perluasan cakupan layanan MBG belum dapat dilakukan secara maksimal, terutama untuk daerah-daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.
"Informasi terbaru, dari jumlah tersebut, saat ini delapan dapur SPPG sudah siap beroperasi sambil menunggu arahan lebih lanjut terkait juknis wilayah terpencil, sedangkan sisanya belum siap operasional," ujar Suryani kepada wartawan.
Menurutnya, belum beroperasinya sejumlah SPPG disebabkan oleh beberapa faktor administratif yang umumnya terjadi pada dapur yang belum pernah menjalankan pelayanan.
Ia menjelaskan, kendala tersebut antara lain belum terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepala SPPG, belum tersedianya Virtual Account (VA) sebagai sarana pencairan dana, hingga kondisi di mana VA sudah tersedia namun dana operasional dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum dikirimkan.
"Biasanya terkendala karena SK Kepala SPPG belum turun, kemudian ada juga yang belum terbit VA untuk pencairan dana. Bahkan ada yang sudah memiliki VA, tetapi dananya belum dikirim oleh PPK," jelasnya.
Meski puluhan dapur baru belum dapat difungsikan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan dipastikan tetap berlangsung normal.
Saat ini terdapat 23 unit SPPG mandiri yang sudah aktif melayani masyarakat. Dari dapur-dapur tersebut, sekitar 40.256 penerima manfaat di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terus mendapatkan distribusi makanan bergizi secara rutin.
"Sejauh ini, 23 SPPG mandiri yang melayani MBG tetap berjalan sebagaimana biasanya," katanya.
Namun demikian, pelaksanaan distribusi MBG untuk sementara mengalami penyesuaian selama masa libur sekolah. Hal itu mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 yang mengatur penghentian sementara distribusi makanan selama peserta didik menjalani masa libur.
Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga mencakup kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD yang menjadi sasaran program.
Dengan masih tertahannya operasional 41 dapur SPPG, harapan untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Kepulauan Meranti masih harus menunggu kepastian regulasi dan penyelesaian berbagai aspek administratif.
Pemerintah daerah dan para pelaksana di lapangan berharap seluruh hambatan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga manfaat program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat itu dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di kawasan terluar dan sulit dijangkau.
Di tengah belum beroperasinya puluhan dapur
SPPG, pelaksanaan Program MBG di Kepulauan Meranti dipastikan tetap berjalan normal. Bahkan, realisasi program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat itu terus menunjukkan perkembangan positif.
Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Kepulauan Meranti itu menegaskan jumlah penerima manfaat yang telah dilayani melalui 23 SPPG aktif menjadi bukti bahwa program tersebut terus berkembang meski masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait kesiapan sejumlah dapur baru di wilayah terpencil.
Menurutnya, kondisi yang terjadi di tingkat pusat, termasuk adanya dinamika kelembagaan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan pergantian pimpinan, tidak memberikan dampak terhadap pelaksanaan MBG di daerah.
Suryani menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima perubahan petunjuk teknis maupun mekanisme pelaksanaan program dari pemerintah pusat. Karena itu, seluruh proses penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat masih tetap mengacu pada ketentuan yang selama ini berlaku.
Dengan belum adanya perubahan regulasi, seluruh kegiatan operasional di lapangan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa kendala berarti.
"Walaupun ada kasus di tingkat pusat dan pimpinan BGN telah berganti, sampai saat ini petunjuk teknis pelaksanaan MBG belum ada perubahan. Karena itu seluruh kegiatan tetap berjalan normal dan tidak ada kendala dalam penyalurannya di Kepulauan Meranti," tegas Suryani.
Ia memastikan pelayanan kepada para penerima manfaat yang telah terdaftar tidak mengalami gangguan. Distribusi makanan bergizi yang dilakukan oleh SPPG aktif tetap berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keberlangsungan program ini menjadi penting mengingat MBG tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pihaknya berharap berbagai persoalan yang menyebabkan puluhan SPPG belum beroperasi dapat segera terselesaikan. Dengan demikian, cakupan layanan MBG di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat semakin luas dan menjangkau masyarakat di kawasan terpencil yang selama ini belum terlayani secara maksimal.
Suryani optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait, program Makan Bergizi Gratis akan terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat serta mendukung upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di daerah kepulauan tersebut. (R-01)

