Amran Libatkan Polisi Kawal Harga Sawit, Ratusan Perusahaan Langsung Bergerak
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyoroti penurunan harga tandan buah segar kelapa sawit. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyoroti penurunan harga tandan buah segar kelapa sawit. Harga TBS turun setelah muncul pengumuman ekspor satu pintu melalui PT DSI. Pemerintah menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan pergerakan pasar global.
Amran menjelaskan harga TBS sempat melemah meski harga minyak sawit mentah meningkat. Nilai tukar dolar Amerika Serikat juga menguat dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut dinilai tidak mencerminkan kondisi pasar sawit sebenarnya.
“Saya sampaikan ini anomali. Harga CPO dunia naik, dolar menguat, tetapi harga TBS turun,” kata Amran di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Kementerian Pertanian telah meminta seluruh pabrik kelapa sawit menaikkan harga pembelian TBS. Langkah pengawasan juga melibatkan Kepolisian Republik Indonesia di berbagai daerah sentra sawit. Tujuannya menjaga kepentingan petani plasma yang bergantung pada komoditas tersebut.
Amran mengungkapkan jumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga terus menurun signifikan. Pekan lalu tercatat 274 perusahaan belum menaikkan harga pembelian TBS petani. Saat ini jumlah tersebut tersisa sekitar 130 perusahaan sektor sawit nasional.
“Kami mengirim surat kepada Kapolri agar langkah ini segera ditindaklanjuti,” ujar Amran.
Menurut Amran, surat tersebut diteruskan kepada jajaran kepolisian daerah dan penyidik terkait. Langkah itu mempercepat penyesuaian harga pembelian TBS pada berbagai perusahaan sawit. Hasilnya terlihat dari berkurangnya jumlah perusahaan yang belum melakukan penyesuaian.
Pemerintah juga memastikan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT DSI tetap berjalan. Kebijakan tersebut dipastikan tidak mengganggu harga tandan buah segar petani sawit. Bahkan pemerintah meyakini harga TBS berpotensi membaik setelah mekanisme berjalan optimal.
“Satu minggu ke depan harga TBS akan pulih kembali dan menjadi lebih baik,” tegas Amran.
Amran mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan keberpihakan terhadap jutaan petani plasma sawit di Indonesia. Pelaku usaha diminta tidak memainkan harga yang berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
“Jangan bermain-main dan jangan korbankan rakyat serta petani plasma sawit,” kata Amran.(R-04)

