SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

      Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

      18/06/2026  ❘  11:36 WIB
    • Luis Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Tangkap Oknum TNI dan Purnawirawan TNI

      Luis Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Tangkap Oknum TNI dan Purnawirawan TNI

      18/06/2026  ❘  08:49 WIB
    • Diduga Minta Jatah Uang Proyek, Kepala Kejaksaan Negeri Ini Diamankan Kejagung

      Diduga Minta Jatah Uang Proyek, Kepala Kejaksaan Negeri Ini Diamankan Kejagung

      18/06/2026  ❘  08:36 WIB
    • Tangis Bocah 11 Tahun Pecah di Tengah Gelap, Ibunya Tewas Tersambar Petir

      Tangis Bocah 11 Tahun Pecah di Tengah Gelap, Ibunya Tewas Tersambar Petir

      17/06/2026  ❘  19:34 WIB
  • Nasional
    • Di-DO Dari Univesitas Abdurrab, Calon Dokter Ini Mengadu ke Komisi XIII DPR

      Di-DO Dari Univesitas Abdurrab, Calon Dokter Ini Mengadu ke Komisi XIII DPR

      18/06/2026  ❘  19:57 WIB
    • Anggaran Rp100,1 Triliun Mulai Cair, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

      Anggaran Rp100,1 Triliun Mulai Cair, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

      18/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Insentif Dapur MBG Rp6 Juta Bakal Diubah, BGN Ungkap Alasannya

      Insentif Dapur MBG Rp6 Juta Bakal Diubah, BGN Ungkap Alasannya

      18/06/2026  ❘  19:52 WIB
    • QRIS Wisatawan Asing Tembus Rp4,3 Triliun, Jauh Lampaui Transaksi WNI di Luar Negeri

      QRIS Wisatawan Asing Tembus Rp4,3 Triliun, Jauh Lampaui Transaksi WNI di Luar Negeri

      18/06/2026  ❘  19:52 WIB
  • Ekonomi
    • Bursa Efek Merah Membara, IHSG Terjun ke 6.172 Setelah BI Naikkan Suku Bunga

      Bursa Efek Merah Membara, IHSG Terjun ke 6.172 Setelah BI Naikkan Suku Bunga

      18/06/2026  ❘  17:34 WIB
    • BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil

      BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil

      18/06/2026  ❘  16:35 WIB
    • Gubernur BI Kembali Tekan Tombol Darurat, Rupiah Langsung Berbalik Arah

      Gubernur BI Kembali Tekan Tombol Darurat, Rupiah Langsung Berbalik Arah

      18/06/2026  ❘  16:13 WIB
    • Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Kota Batam, BRK Syariah Perluas Akses Pembiayaan Syariah bagi Masyarakat

      Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Kota Batam, BRK Syariah Perluas Akses Pembiayaan Syariah bagi Masyarakat

      18/06/2026  ❘  15:26 WIB
  • Politik
    • Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      17/06/2026  ❘  11:45 WIB
    • PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      15/06/2026  ❘  21:06 WIB
    • Eks Menpora Adhyaksa Dault Mencak-mencak Tuding Tyo Ardianto Hina Prabowo: Coba Bapakmu Digitukan!

      Eks Menpora Adhyaksa Dault Mencak-mencak Tuding Tyo Ardianto Hina Prabowo: Coba Bapakmu Digitukan!

      15/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Prabowo Diklaim Pemimpin Reformasi Jilid 2, Kepala Bakom Qodari Banggakan Satgas PKH

      Prabowo Diklaim Pemimpin Reformasi Jilid 2, Kepala Bakom Qodari Banggakan Satgas PKH

      14/06/2026  ❘  22:40 WIB
  • Hukrim
    • UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"

      UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"

      18/06/2026  ❘  16:59 WIB
    • UAS Blak-blakan di Pengadilan, Sebut Abdul Wahid Pernah Diancam Jangan Macam-Macam

      UAS Blak-blakan di Pengadilan, Sebut Abdul Wahid Pernah Diancam Jangan Macam-Macam

      18/06/2026  ❘  16:36 WIB
    • Perampokan Sadis di Pelalawan! Kasir PT MPT Ditusuk 22 Kali, Sempat Kirim Foto Bersimbah Darah Sebelum Pelaku Ditangkap

      Perampokan Sadis di Pelalawan! Kasir PT MPT Ditusuk 22 Kali, Sempat Kirim Foto Bersimbah Darah Sebelum Pelaku Ditangkap

      18/06/2026  ❘  11:46 WIB
    • Jejak Sabu dari Semunai Berakhir di Simpang Pipa Kandis, Tiga Pria Langsung Diciduk

      Jejak Sabu dari Semunai Berakhir di Simpang Pipa Kandis, Tiga Pria Langsung Diciduk

      18/06/2026  ❘  10:38 WIB
  • Umum
    • Rapat Senat Unri Tetapkan 8 Bakal Calon Rektor 2026-2030, Terbanyak Dalam Sejarah Universitas Riau

      Rapat Senat Unri Tetapkan 8 Bakal Calon Rektor 2026-2030, Terbanyak Dalam Sejarah Universitas Riau

      17/06/2026  ❘  18:03 WIB
    • Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      17/06/2026  ❘  07:53 WIB
    • Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      16/06/2026  ❘  07:18 WIB
    • Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      15/06/2026  ❘  11:39 WIB
  • Riau
    • Diskes Riau Perkuat Kolaborasi, Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Pekanbaru Terus Digenjot

      Diskes Riau Perkuat Kolaborasi, Percepatan Cek Kesehatan Gratis di Pekanbaru Terus Digenjot

      18/06/2026  ❘  19:16 WIB
    • Teriakan Warga Kembali Pecah! Deretan Rumah di Kuala Enok Ambruk Masuk Sungai

      Teriakan Warga Kembali Pecah! Deretan Rumah di Kuala Enok Ambruk Masuk Sungai

      18/06/2026  ❘  17:23 WIB
    • RSUD Selatpanjang Pinjam Genset Milik PUPR, Solusi Darurat Antisipasi Pemadaman Listrik

      RSUD Selatpanjang Pinjam Genset Milik PUPR, Solusi Darurat Antisipasi Pemadaman Listrik

      18/06/2026  ❘  17:07 WIB
    • Naik Motor Warga ke Tengah Gambut, Menteri LH Cek Langsung Benteng Lawan Karhutla

      Naik Motor Warga ke Tengah Gambut, Menteri LH Cek Langsung Benteng Lawan Karhutla

      18/06/2026  ❘  16:28 WIB
  • Sport
    • Harry Kane Cetak Dua Gol, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

      Harry Kane Cetak Dua Gol, Inggris Taklukkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

      18/06/2026  ❘  07:41 WIB
    • Portugal Gagal Menang, RD Kongo Paksa Selecao Bermain Imbang 1-1

      Portugal Gagal Menang, RD Kongo Paksa Selecao Bermain Imbang 1-1

      18/06/2026  ❘  07:39 WIB
    • Mewakili Riau, Kampar Junior FA Siap Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia 2026

      Mewakili Riau, Kampar Junior FA Siap Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia 2026

      18/06/2026  ❘  07:06 WIB
    • Messi Borong 3 Gol di Laga Argentina vs Aljazair

      Messi Borong 3 Gol di Laga Argentina vs Aljazair

      17/06/2026  ❘  11:51 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      16/06/2026  ❘  15:23 WIB
    • Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      16/06/2026  ❘  10:18 WIB
    • PBB Dukung Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah

      PBB Dukung Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah

      15/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • AS-Iran Teken Kesepakatan Damai Hari Ini, Selat Hormuz Terbuka untuk Semua

      AS-Iran Teken Kesepakatan Damai Hari Ini, Selat Hormuz Terbuka untuk Semua

      14/06/2026  ❘  11:22 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"

18/06/2026  ❘  16:59 WIB • Hukrim
Bagikan :
UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"

Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan kesaksian dalam kasus dugaan korupsi Dinas PUPR Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada PN Pekanbaru, Kamis, 17 Juni 2026. (sumber: riauaktual.com)

RIAU, SabangMerauke News - Suasana Pengadilan Tipikor Pekanbaru di PN Pekanbaru mendadak berubah, Kamis, 18 Juni 2026. Nama Abdul Wahid kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari kesaksian Ustaz Abdul Somad (UAS).

Dai kondang itu hadir sebagai saksi meringankan. Kehadirannya langsung menyedot perhatian pengunjung sidang. Banyak mata tertuju ke kursi saksi sejak pagi. Abdul Somad atau UAS bukan sekadar saksi. Ia dikenal sebagai sahabat dekat Abdul Wahid. Hubungan keduanya terjalin sejak lama.

Kesaksian UAS berlangsung cukup panjang. Ia menceritakan banyak pengalaman bersama Abdul Wahid. Mulai masa kampanye hingga saat menjabat gubernur. 

Namun, satu kalimat paling menyita perhatian. Kalimat itu keluar menjelang akhir kesaksian. Ruang sidang mendadak hening saat mendengarnya. "Sampai saat ini saya tidak melihat satu pun bukti," kata UAS.

Pernyataan itu langsung menjadi sorotan. Pengunjung sidang terlihat saling berpandangan. Beberapa mencatat ucapan tersebut.

UAS menyampaikan pandangannya dengan tenang. Ia menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa. Jawaban itu menjadi penutup kesaksiannya.

Menurut UAS, kedekatan mereka sudah lama terjalin. Ia mengenal Abdul Wahid jauh sebelum Pilgub Riau. Hubungan itu berawal dari aktivitas dakwah.

Saat Pilkada berlangsung, UAS turun langsung. Ia ikut mengampanyekan Abdul Wahid. Bahkan berkeliling ke berbagai daerah. "Saya sudah lama kenal," ujarnya.

Ia masih mengingat masa pencalonan itu. Salah satu momen paling berkesan terjadi saat pendaftaran. UAS ikut mengantar ke KPU.

Menariknya, mobil yang digunakan dikemudikan sendiri. UAS memilih duduk di balik kemudi. Perjalanan itu masih diingat hingga kini. "Saya sendiri menyetir mobil Jeep ke KPU," katanya.

Menurut UAS, dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat ada semangat perubahan. Harapan itu muncul dari program-program yang ditawarkan.

Beberapa program sempat dibahas bersama. Salah satunya pembangunan Islamic Center. Program itu dianggap penting bagi masyarakat.

UAS menyebut berbagai rencana mulai bergerak. Presentasi teknis sempat dilakukan beberapa kali. Harapan besar sempat tumbuh.

Namun, perjalanan program itu terhenti. Kasus hukum yang menjerat Abdul Wahid mengubah keadaan. Banyak agenda akhirnya tidak berlanjut. "Semua program hilang semenjak Abdul Wahid tertangkap," ujarnya.

Kesaksian kemudian memasuki bagian menarik. UAS menceritakan sebuah pengaduan pribadi. Cerita itu datang langsung dari Abdul Wahid.

Menurut UAS, sahabatnya pernah mengaku tertekan. Ada ancaman yang disebut memakai nama lembaga hukum. Cerita itu membuatnya terkejut. "Wahid mengadu kepada saya," katanya.

 

Dalam pengaduan itu muncul isu rekaman KPK. Abdul Wahid disebut diminta tidak macam-macam. Informasi tersebut disampaikan kepada UAS.

Mendengar cerita itu, UAS langsung bertanya. Ia ingin mengetahui duduk persoalannya. Jawaban yang diterima cukup mengejutkan. "Saya bertanya, bagaimana itu?" ujarnya.

Menurut UAS, ancaman semacam itu tidak boleh ditakuti. Ia mencoba memberi semangat kepada sahabatnya. Nasihat pun disampaikan saat itu. "Saya sampaikan ke AW, tidak bisa diancam orang," katanya.

Di tengah situasi tersebut muncul upaya perdamaian. Beberapa tokoh mencoba mempertemukan pihak berselisih. Harapannya konflik bisa mereda.

Nama Arwin dan Asri Auzar disebut. Keduanya berusaha menjembatani komunikasi. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. "Saya tidak menemukan titik temu," ujar UAS.

Kesaksian berlanjut ke hubungan dengan SF Hariyanto. UAS mengaku pernah menghadiri sebuah pertemuan. Lokasinya berada di Jalan Kartini Pekanbaru.

Dalam pertemuan itu banyak hal dibahas. Salah satunya mengenai Dani M Nursalam. Nama tersebut kini ikut terseret perkara. UAS mengaku tidak mengenalnya dekat. Ia hanya mengetahui namanya. Hubungan pribadi tidak pernah terjalin. "Saya tidak kenal secara pribadi," katanya.

Ia juga mendengar cerita lain. Ada dugaan pengutipan uang atas nama kedekatan tertentu. Cerita itu sempat membuatnya khawatir.

Menurut UAS, praktik semacam itu berbahaya. Nama baik seorang kepala daerah bisa tercoreng. Kepercayaan publik dapat menurun. "Ini bisa merusak nama baik," ujarnya.

Saat ditanya soal integritas Abdul Wahid, jawabannya tegas. UAS mengaku memiliki pandangan positif. Penilaian itu berdasarkan pengalaman pribadi.

Ia pernah memperlihatkan tangkapan layar percakapan. Isinya berupa instruksi menolak pungutan liar. Pesan tersebut dikirim ke sejumlah grup. "Jangan ada pungli," kata UAS menirukan isi pesan.

Menurutnya, Abdul Wahid juga mengambil tindakan tegas. Orang yang melakukan pengutipan uang disebut dicopot. Langkah itu menjadi perhatian UAS.

Ia mengaku sering menerima aspirasi warga. Hampir setiap pekan berbagai laporan masuk. Mulai dari urusan sosial hingga pemerintahan.

Namun selama Abdul Wahid menjabat gubernur, ceritanya berbeda. Tidak ada laporan yang mengarah ke korupsi. Setidaknya itu yang diterimanya. "Tidak ada yang mengadukan kejelekan beliau," ujarnya.

UAS kemudian menjelaskan alasan dukungannya. Baginya, perubahan memerlukan kebijakan. Ceramah saja dianggap tidak cukup.

 

Ia percaya kekuasaan dapat digunakan untuk kebaikan. Karena itulah ia mendukung sahabatnya. Pilihan tersebut diambil secara sadar. "Saya memilih sahabat saya untuk duduk," katanya.

Kesaksian lalu menyentuh peristiwa November 2025. Saat itu kabar operasi tangkap tangan beredar luas. Media sosial ramai membahasnya.

UAS mengaku langsung bergerak. Ia mendatangi Abdul Wahid pada hari yang sama. Pertemuan berlangsung menjelang Magrib. "Tanggal 3 November saya datang," ujarnya.

Dalam pertemuan itu muncul klarifikasi. Abdul Wahid membantah adanya OTT terhadap dirinya. Penjelasan tersebut diterima UAS.

Karena itulah ia menyampaikan informasi berbeda. Menurut pemahamannya saat itu, yang diamankan adalah pejabat lain. Bukan gubernur. "Saya jawab yang OTT Kadis PUPR," katanya.

Pernyataan tersebut berbuntut panjang. Kritik datang dari berbagai arah. Nama UAS ikut menjadi perbincangan nasional.

Ia mengaku menerima banyak serangan. Komentar tajam bermunculan di media sosial. Situasi itu cukup menguras energi. "Saya dibully se-Indonesia," ucapnya.

Meski begitu, sikapnya tidak berubah. Ia tetap meyakini sahabatnya. Dukungan terus diberikan hingga sekarang.

Menjelang akhir sidang, suasana makin emosional. UAS kembali mengulang keyakinannya. Kalimat itu terdengar sangat tegas. "Sampai saat ini saya tidak melihat satupun bukti," katanya.

Ucapan itu memicu reaksi spontan. Takbir terdengar dari bangku pengunjung. Suasana ruang sidang berubah haru.

Sejumlah pendukung terlihat meneteskan air mata. Ada yang menunduk sambil mengusap wajah. Beberapa lainnya mengangkat tangan berdoa.

UAS lalu menutup kesaksiannya. Kalimat terakhir terdengar penuh emosi. Loyalitas kepada sahabatnya kembali ditegaskan. "Saya tidak pernah membela saudara kandung seperti Abdul Wahid," ujarnya.

Ia belum selesai berbicara. Satu kalimat lagi disampaikan. Kalimat itu langsung disambut pendukung. "Saya tetap akan membela Abdul Wahid," tutup UAS.

Ruang sidang kembali bergemuruh. Takbir terdengar bersahutan beberapa saat. Sementara proses hukum tetap berlanjut di pengadilan. R-02

Editor: Krisman
Tags :Korupsi Dinas PUPR RiauUstaz Abdul SomadUASAbdul WahidPengadilan TipikorKPK

BERITA TERKAIT :

  • UAS Blak-blakan di Pengadilan, Sebut Abdul Wahid Pernah Diancam Jangan Macam-Macam

    UAS Blak-blakan di Pengadilan, Sebut Abdul Wahid Pernah Diancam Jangan Macam-Macam

    Hukrim •
    18/06/2026 ❘ 16:36 WIB
  • Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

    Pasar Parluasan Siantar Jadi Lautan Api, Ratusan Pedagang Menjerit Histeris

    Daerah •
    18/06/2026 ❘ 11:36 WIB
  • Noel Ebenezer Terima Vonis 4,5 Tahun, KPK: Hakim Sepakat dengan Dakwaan Jaksa

    Noel Ebenezer Terima Vonis 4,5 Tahun, KPK: Hakim Sepakat dengan Dakwaan Jaksa

    Nasional •
    14/06/2026 ❘ 19:28 WIB
  • 10 Saksi Kasus Korupsi CSR Bank Indonesia-OJK Mangkir Dipanggil KPK, Termasuk Anggota DPR

    10 Saksi Kasus Korupsi CSR Bank Indonesia-OJK Mangkir Dipanggil KPK, Termasuk Anggota DPR

    Hukrim •
    12/06/2026 ❘ 12:10 WIB
  • Saksi Ahli Hukum UGM Buka-Bukaan: Pengangkatan Staf Ahli Non-ASN Langgar Aturan!
    Sidang Korupsi Dinas PUPR Riau

    Saksi Ahli Hukum UGM Buka-Bukaan: Pengangkatan Staf Ahli Non-ASN Langgar Aturan!

    Hukrim •
    11/06/2026 ❘ 20:18 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
  • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan