RSUD Selatpanjang Pinjam Genset Milik PUPR, Solusi Darurat Antisipasi Pemadaman Listrik
Plt Direktur RSUD Selatpanjang, Romi melakukan pengecekan perbaikan mesin pinjaman dari PUPR. Foto: SM News
RIAU, SabangMerauke News - Upaya menjamin keberlangsungan pelayanan medis di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang terus dilakukan. Menyusul persoalan gangguan kelistrikan yang beberapa kali terjadi dalam beberapa hari terakhir, manajemen rumah sakit akhirnya meminjam satu unit genset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai solusi darurat.
Meski hanya memiliki kapasitas 45 kVA, genset tersebut diharapkan mampu menjadi sumber listrik cadangan apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman mendadak dari PLN. Langkah tersebut diambil sembari menunggu perbaikan pembangkit utama RSUD Selatpanjang yang memiliki kapasitas 2 x 600 kVA agar dapat difungsikan kembali secara maksimal.
Keputusan meminjam genset dari Dinas PUPR itu merupakan hasil rapat koordinasi antara manajemen rumah sakit bersama Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Selatpanjang. Langkah cepat tersebut juga dilakukan setelah adanya ultimatum keras dari Bupati Kepulauan Meranti terkait persoalan kelistrikan yang dinilai dapat membahayakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Persoalan listrik yang terjadi di rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Kepulauan Meranti itu sempat memicu kekhawatiran serius. Pasalnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan vital yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil untuk menunjang berbagai peralatan medis dan layanan pasien.
Plt Direktur RSUD Selatpanjang, Romi, mengatakan penggunaan genset pinjaman tersebut merupakan bentuk respons cepat atas kondisi darurat yang terjadi di rumah sakit.
"Hasil rapat dengan Dewas, akhirnya kami dipinjamkan genset dari PUPR untuk sementara waktu. Kemudian mesin pembangkit utama akan segera diperbaiki hingga bisa digunakan kembali," ujar Romi.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas genset pinjaman membuat pihak rumah sakit harus memprioritaskan pasokan listrik hanya untuk ruangan-ruangan yang bersifat kritis dan sangat bergantung pada energi listrik.
"Saat ini mesin sudah dilakukan pengetesan masuk beban di tiga panel, yakni panel Perinatologi, panel ICU, HCU, ruang operasi, serta panel Instalasi Gawat Darurat (IGD). Mesin ini sifatnya hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu listrik padam mendadak. Sebelumnya kita hanya mengandalkan power supply yang daya tahannya sekitar dua jam. Kalau terjadi pemadaman, kita prioritaskan ruangan-ruangan vital dulu, karena genset dari PUPR tidak mampu mengaliri seluruh area rumah sakit," jelasnya.
Romi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penunjang RSUD Selatpanjang mengatakan, keberadaan genset pinjaman tersebut hanya bersifat sementara. Untuk solusi jangka panjang, pihak rumah sakit tetap fokus melakukan perbaikan terhadap mesin pembangkit utama yang ada saat ini.
Menurutnya, opsi perbaikan menyeluruh atau overhaul terhadap mesin pembangkit utama menjadi prioritas agar kapasitas listrik rumah sakit dapat kembali normal dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan.
Selain itu, manajemen RSUD Selatpanjang juga mulai mempertimbangkan pengadaan mesin pembangkit baru sebagai langkah antisipasi ke depan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Kita tetap berupaya agar mesin yang ada saat ini bisa diperbaiki secara maksimal melalui overhaul. Namun untuk jangka panjang, pengadaan mesin baru juga menjadi salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan," katanya.
Dengan adanya dukungan genset sementara dari Dinas PUPR serta upaya perbaikan pembangkit utama, manajemen RSUD Selatpanjang berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik, khususnya pada ruang-ruang vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan kelistrikan di UPT RSUD Selatpanjang sempat berada pada kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Kepulauan Meranti itu beberapa kali mengalami gangguan pasokan listrik akibat pemadaman dari jaringan PLN.
Gangguan pertama terjadi ketika satwa liar masuk ke jaringan distribusi listrik sehingga menyebabkan aliran listrik terputus selama sekitar 20 hingga 30 menit. Tak lama berselang, insiden pohon tumbang di depan Kantor Bupati Kepulauan Meranti kembali memicu padamnya pasokan listrik menuju rumah sakit hingga hampir tiga jam.
Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran serius, mengingat RSUD Selatpanjang merupakan fasilitas kesehatan vital yang sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik untuk menunjang berbagai layanan medis.
Beruntung, saat gangguan listrik terjadi tidak sedang berlangsung tindakan operasi maupun penanganan pasien kritis yang sepenuhnya bergantung pada alat-alat medis berbasis listrik. Jika kondisi sebaliknya yang terjadi, risiko yang ditimbulkan tentu jauh lebih besar dan berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Rangkaian gangguan tersebut menjadi alarm bagi manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat. Apalagi sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti telah memberikan ultimatum agar persoalan kelistrikan di RSUD Selatpanjang segera dituntaskan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Di tengah kondisi darurat tersebut, penggunaan genset pinjaman dari Dinas PUPR dinilai menjadi solusi sementara yang paling memungkinkan. Meski kapasitasnya hanya 45 kVA dan belum mampu melayani seluruh kebutuhan rumah sakit, keberadaan pembangkit cadangan itu setidaknya memberikan perlindungan bagi ruang-ruang pelayanan vital apabila sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik mendadak.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa RSUD Selatpanjang tak lagi memiliki banyak pilihan sambil menunggu proses perbaikan dua unit genset utama berkapasitas 2x600 kVA yang saat ini tengah dipersiapkan untuk dilakukan servis menyeluruh atau overhaul.
Sebab bagi rumah sakit, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang pelayanan. Lebih dari itu, pasokan energi yang stabil merupakan urat nadi yang menentukan keberlangsungan pelayanan kesehatan dan menyangkut keselamatan nyawa manusia. Karena itu, pembenahan sistem kelistrikan RSUD Selatpanjang kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.(R-01)

