Kuota Magang Nasional 2026 Naik Jadi 150 Ribu, Uang Saku Tetap Ditanggung Penuh
Program Magang Nasional 2026 akan dibuka pada Juli mendatang dengan kuota 150 ribu peserta. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Program Magang Nasional 2026 akan dibuka pada Juli mendatang dengan kuota 150 ribu peserta. Jumlah tersebut meningkat dari kuota sebelumnya sebanyak 100 ribu peserta. Program ini terbuka bagi lulusan sarjana dan diploma dari berbagai daerah.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan pemerintah tetap menanggung seluruh uang saku peserta magang. Keputusan tersebut mengakhiri pembahasan mengenai skema pembiayaan bersama dengan dunia usaha. Peserta tetap menerima uang saku setara UMP atau UMK sesuai lokasi magang.
“Awalnya ada wacana uang saku dibayar bersama, namun akhirnya diputuskan sama seperti angkatan pertama. Jadi, 100 persen ditanggung pemerintah,” kata Yassierli saat konferensi pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Juni 2026.
Yassierli menjelaskan proses finalisasi anggaran masih berlangsung menjelang peluncuran program. Pembahasan anggaran saat ini memasuki tahap terakhir bersama instansi terkait. Persetujuan akhir masih menunggu hasil pembahasan lintas kementerian.
“Kondisi saat ini memasuki fase terakhir terkait anggaran. Saat ini masih difinalisasi sambil menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara,” ujarnya.
Sementara itu, Program Magang Nasional batch 1, 2, dan 3 tahun 2025 resmi ditutup. Peserta angkatan sebelumnya memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi lanjutan. Fasilitas tersebut tersedia melalui balai-balai ketenagakerjaan di berbagai daerah.
“Peserta tidak hanya memperoleh portofolio dan sertifikat magang. Ada peluang mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai nilai tambah memasuki dunia kerja,” tutur Yassierli.(R-03)

