Dolar AS Tak Lagi Perkasa? Ini 4 Mata Uang Peserta Piala Dunia 2026 yang Nilainya Lebih Tinggi
Ilustrasi Dinar Yordania. Foto: SM News/Created by Al
JAKARTA, SabangMerauke News – Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung persaingan negara-negara terbaik dalam sepak bola dunia. Di balik euforia pertandingan dan persaingan memperebutkan trofi paling bergengsi itu, terdapat fakta menarik dari sisi ekonomi global. Ternyata, ada empat mata uang negara peserta Piala Dunia 2026 yang secara nominal memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS).
Fakta ini cukup mengejutkan. Sebab, selama ini dolar AS dikenal sebagai mata uang paling dominan dan paling banyak digunakan dalam transaksi internasional. Namun berdasarkan nilai tukar terkini, terdapat empat mata uang yang justru lebih "perkasa" dibanding greenback, yakni franc Swiss, euro, pound sterling, dan dinar Yordania.
Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa nilai tukar nominal yang lebih tinggi tidak serta merta menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut lebih besar atau lebih kuat dari Amerika Serikat. Perbandingan ini hanya melihat berapa nilai satu unit mata uang terhadap satu dolar AS.
1. Franc Swiss, Simbol Stabilitas Dunia
Franc Swiss menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia sekaligus menjadi mata uang peserta Piala Dunia 2026 yang nilainya lebih tinggi dari dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa (16/6/2026), kurs franc Swiss tercatat berada di posisi CHF 0,792 per dolar AS. Artinya, satu franc Swiss memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan satu dolar AS.
Kekuatan franc Swiss bukan tanpa alasan. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara paling stabil di dunia, baik dari sisi politik maupun ekonomi. Swiss juga memiliki tingkat inflasi yang rendah dan sistem keuangan yang sangat dipercaya investor internasional.
Tak hanya itu, Swiss mempunyai produk ekspor berkelas dunia seperti obat-obatan, mesin presisi, hingga jam tangan mewah yang tetap diburu pasar global. Kombinasi faktor inilah yang membuat permintaan terhadap franc Swiss tetap tinggi dan nilainya terus terjaga.
2. Euro, Kekuatan Ekonomi Benua Eropa
Euro menjadi mata uang yang paling banyak digunakan oleh peserta Piala Dunia 2026. Tercatat ada delapan negara peserta yang menggunakan mata uang ini, yakni Jerman, Belanda, Belgia, Spanyol, Prancis, Austria, Portugal, dan Kroasia.
Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), euro berada di posisi EUR 0,861 per dolar AS. Dengan demikian, satu euro masih bernilai lebih tinggi dibandingkan satu dolar AS.
Kekuatan euro tidak lepas dari besarnya kekuatan ekonomi kawasan Eropa. Mata uang ini digunakan oleh banyak negara anggota Uni Eropa dan menjadi salah satu mata uang cadangan utama dunia.
Euro juga memainkan peran penting dalam perdagangan internasional. Stabilitas ekonomi kawasan serta kekuatan sektor industri di Eropa menjadikan euro tetap menjadi salah satu mata uang paling berpengaruh di dunia.
3. Pound Sterling, Warisan Mata Uang Kelas Dunia
Pound sterling yang digunakan Inggris dan Skotlandia juga masuk dalam daftar mata uang peserta Piala Dunia 2026 yang lebih kuat dibandingkan dolar AS.
Data perdagangan menunjukkan pound sterling berada di posisi GBP 0,744 per dolar AS. Dengan kurs tersebut, nilai satu pound lebih tinggi dibandingkan satu dolar AS.
Kekuatan pound sterling tidak terlepas dari sejarah panjangnya. Mata uang ini pernah menjadi salah satu yang paling dominan dalam sistem moneter dunia, terutama pada era standar emas.
Selain itu, Inggris hingga kini masih menjadi salah satu pusat keuangan global. Kota London menjadi rumah bagi berbagai lembaga keuangan internasional dan pusat investasi dunia.
Kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Inggris membuat permintaan terhadap pound sterling tetap tinggi. Faktor tersebut turut menjaga nilai mata uang Inggris tetap berada di jajaran mata uang terkuat dunia.
4. Dinar Yordania, Sang Juara dari Timur Tengah
Jika dibandingkan secara nominal, dinar Yordania menjadi mata uang paling kuat di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), kurs dinar Yordania tercatat berada di posisi JOD 0,708 per dolar AS. Ini berarti satu dinar Yordania memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan satu dolar AS.
Kekuatan dinar Yordania berasal dari kebijakan nilai tukar yang dipatok terhadap dolar AS. Sistem ini membuat nilai dinar relatif stabil karena bank sentral Yordania secara aktif menjaga kurs agar tetap berada pada kisaran tertentu.
Untuk mempertahankan sistem tersebut, Yordania harus memiliki cadangan devisa yang kuat. Cadangan inilah yang menjadi penopang kepercayaan pasar terhadap stabilitas dinar.
Dolar AS Tetap Raja, Tapi Ada Mata Uang yang Lebih Mahal
Walaupun empat mata uang tersebut memiliki nilai nominal lebih tinggi dibandingkan dolar AS, posisi dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia masih belum tergoyahkan.
Dolar AS tetap menjadi alat pembayaran internasional yang paling banyak digunakan, mendominasi perdagangan global, transaksi lintas negara, hingga cadangan devisa bank sentral berbagai negara.
Namun, kehadiran franc Swiss, euro, pound sterling, dan dinar Yordania menunjukkan bahwa di tengah dominasi dolar AS, masih ada sejumlah mata uang yang mampu mempertahankan nilai lebih tinggi dan menjadi simbol kekuatan ekonomi maupun stabilitas finansial negaranya.
Menariknya, keempat mata uang tersebut berasal dari negara-negara yang juga akan berlaga di Piala Dunia 2026. Artinya, persaingan bukan hanya terjadi di lapangan hijau, tetapi juga tercermin dari kekuatan ekonomi dan nilai mata uang yang mereka miliki. (R-05)

