Harga Emas Antam Tergelincir Rp30.000, Saat Emas Dunia Justru Melesat ke Atas
Ilustrasi perdagangan emas Antam. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Harga emas Antam pada Kamis, 18 Juni 2026, memulai hari dengan kejutan yang tidak kecil. Setelah beberapa hari bergerak stabil bahkan sempat menguat, logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk mendadak kehilangan Rp30.000 per gram.
Data Logam Mulia pukul 09.04 WIB menunjukkan harga emas Antam turun dari Rp2.733.000 menjadi Rp2.703.000 per gram. Penurunan itu langsung mengubah perhitungan banyak investor, terutama mereka yang rutin memantau harga setiap pagi.
Angkanya turun cukup dalam. Perubahan tersebut bukan hanya terjadi pada harga jual. Harga buyback atau pembelian kembali juga ikut terkoreksi menjadi Rp2.475.000 per gram. Bagi pemilik emas, buyback sering menjadi angka yang paling diperhatikan. Dari situlah nilai aset benar-benar terlihat saat logam mulia kembali dijual ke pasar.
Padahal beberapa hari sebelumnya suasana masih berbeda. Harga emas sempat bertahan di area tinggi dan memberi harapan tren kenaikan berlanjut. Yang membuat situasi terasa unik, arah pergerakan emas domestik justru berlawanan dengan pasar global.
Ketika emas Antam turun, harga emas dunia malah berlari naik. Berdasarkan perdagangan internasional, harga emas spot melonjak sekitar 1,5 persen hingga mencapai US$4.322,41 per ons. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan klasik. Mengapa emas dunia naik sementara emas Antam turun?
Jawabannya tidak sesederhana melihat harga internasional. Harga emas Antam dipengaruhi banyak faktor. Nilai tukar rupiah, permintaan pasar domestik, biaya distribusi, hingga kebijakan penyesuaian harga menjadi bagian dari perhitungan.
Karena itu, arah pergerakan emas dalam negeri tidak selalu berjalan seiring dengan pasar global. Cerita seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Saat pasar internasional sedang bergairah, pasar domestik kadang memilih ritme yang berbeda.
Di tengah penurunan tersebut, investor jangka panjang biasanya tetap tenang. Mereka lebih fokus pada perjalanan harga dalam hitungan bulan atau tahun dibanding perubahan dalam satu hari.
Bagi trader harian, situasinya berbeda. Setiap perubahan harga menjadi peluang. Setiap koreksi menjadi bahan perhitungan. Setiap penurunan membuka ruang strategi baru.
Untuk ukuran terkecil, emas Antam 0,5 gram kini dijual Rp1.401.500. Produk 1 gram berada di harga Rp2.703.000. Ukuran 5 gram dipasarkan Rp13.290.000. Emas 10 gram dijual Rp26.525.000. Sementara ukuran 25 gram dibanderol Rp66.187.000.
Produk 50 gram berada di level Rp132.295.000. Bagi investor dengan modal besar, emas 100 gram kini dihargai Rp264.512.000. Sedangkan emas 1 kilogram mencapai Rp2,64 miliar.
Selain harga, ada satu hal yang sering luput diperhatikan pembeli, yakni pajak transaksi. Berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Ketentuan serupa juga berlaku saat investor menjual kembali emasnya. Jika nilai buyback melebihi Rp10 juta, pemilik NPWP dikenakan tarif 1,5 persen. Sementara non-NPWP dikenakan tarif 3 persen.
Menjelang siang, perhatian pasar masih tertuju pada dua grafik yang bergerak berlawanan arah. Grafik emas Antam turun tajam. Grafik emas global justru naik. Dua cerita berbeda dalam satu hari yang sama. Bagi sebagian orang, ini menjadi momen membeli. Bagi yang lain, ini waktu untuk menunggu.
Yang pasti, Kamis, 18 Juni 2026, menjadi hari ketika pasar emas kembali menunjukkan satu pelajaran lama: pergerakan harga tidak selalu berjalan sesuai dugaan. Kadang saat dunia melihat emas sedang bersinar, pasar domestik justru sedang mengajak investor berhenti sejenak dan menghitung ulang langkah berikutnya. R-02

