Pekanbaru Job Fair 2026 Resmi Dibuka! Ribuan Pencari Kerja Serbu Mal SKA, Wako Agung Targetkan 100 Persen Terserap
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News – Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan terlihat begitu tinggi. Baru saja resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Pekanbaru Job Fair 2026 langsung diserbu ribuan pencari kerja (pencaker) yang memadati Atrium Mal SKA, Rabu (17/6/2026) sore.
Gelaran bursa kerja yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru itu menjadi harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini menanti peluang kerja. Tidak hanya lulusan perguruan tinggi, para pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari tamatan SMA hingga sarjana, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Sebanyak 47 perusahaan swasta dari berbagai sektor ambil bagian dalam Pekanbaru Job Fair 2026. Dari puluhan perusahaan itu, tersedia 1.417 lowongan pekerjaan yang dapat diperebutkan oleh masyarakat selama tiga hari pelaksanaan, mulai 17 hingga 19 Juni 2026.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan ini harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Pekanbaru.
"Harapan kita, kegiatan ini tidak menjadi formalitas tahunan saja. Untuk itu, kita minta kepada perusahaan untuk memaksimalkan yang melamar di sini menjadi skala prioritas untuk diterima," kata Agung usai membuka kegiatan.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak ingin Job Fair hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memastikan adanya hasil nyata berupa penyerapan tenaga kerja.
Agung bahkan menargetkan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi dari pelaksanaan Job Fair tahun ini. Ia menyebut, pemerintah akan terus mengawal proses perekrutan agar para pencaker memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima bekerja.
"Target kita 100 persen terserap, minimal 70 persen. Kami berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang sudah berkolaborasi," ujarnya.
Menurut Agung, keterlibatan puluhan perusahaan dalam Job Fair merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.
Lebih jauh, Agung mengakui bahwa persoalan lapangan pekerjaan masih menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang hingga kini masih berjuang mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
"Karena kita tahu masih banyak adik-adik kita maupun rekan-rekan kita yang masih menganggur, baik tamatan SMA maupun tamat kuliah," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Pemko Pekanbaru terus berupaya menghadirkan solusi konkret melalui berbagai program, salah satunya dengan mempertemukan langsung perusahaan dan pencari kerja melalui Job Fair.
"Karena itu, kita berkolaborasi dengan 47 perusahaan membuka lowongan pekerjaan. Silakan manfaatkan lowongan pekerjaan yang tersedia di Job Fair ini," tambahnya.
Sementara itu, sejak pembukaan berlangsung, suasana di Atrium Mal SKA tampak dipenuhi ribuan pencari kerja yang membawa berkas lamaran. Sebagian di antaranya bahkan telah datang sejak siang hari untuk mendapatkan informasi terkait perusahaan dan posisi yang tersedia.
Antusiasme tinggi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan lapangan pekerjaan di Pekanbaru masih sangat besar. Banyak pencaker berharap Job Fair kali ini menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pekerjaan tetap dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka.
Berbagai perusahaan yang ikut serta juga membuka peluang kerja di sejumlah bidang, mulai dari perbankan, ritel, jasa, manufaktur, teknologi informasi hingga sektor pelayanan. Keberagaman sektor ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman.
Pelaksanaan Pekanbaru Job Fair 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pasar tenaga kerja daerah. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dan meningkatnya jumlah lowongan yang tersedia, peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan menjadi semakin terbuka.
Bagi ribuan pencari kerja yang memadati Mal SKA pada hari pertama pelaksanaan, Job Fair kali ini bukan sekadar pameran lowongan kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi harapan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (R-05)

