Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf
Rismon Sianipar menemui Joko Widodo di kediamannya di Solo, Rabu pagi. Foto : Istimewa
SOLO, SabangMerauke News - Rismon Sianipar menemui Joko Widodo di kediamannya di Solo, Rabu pagi. Ia membawa buku berjudul “Otentikasi Ijazah Joko Widodo: Sebuah Kajian Forensik Digital”. Buku tersebut disiapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus permohonan maaf.
Rismon tiba sekitar pukul 09.44 WIB didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang. Kehadiran mereka menarik perhatian karena berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi. Buku yang dibawa disebut memuat hasil penelitian digital terbaru mengenai dokumen tersebut.
“Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, saya selama ini big mistake,” ujar Rismon. Ia menyatakan kesimpulannya kini didasarkan pada pendekatan ilmiah dan penelitian. Menurutnya, hasil kajian telah melalui proses analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rismon mengaku tidak lagi mendasarkan penilaiannya pada afiliasi maupun sentimen pribadi. Fokus penelitian diarahkan pada data, metode, dan hasil pengujian digital. Seluruh proses disebut mengikuti standar analisis ilmiah secara ketat.
Buku tersebut memiliki ketebalan mencapai sekitar 800 halaman hasil penelitian. Kajian dilakukan menggunakan teknologi pencocokan citra berbasis neural networks modern. Metode machine learning juga digunakan untuk memperkuat hasil analisis digital.
Salah satu bagian utama membahas pencocokan wajah Jokowi lintas periode kehidupan. Foto masa muda dibandingkan dengan foto setelah menjabat Presiden Republik Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan metode pengenalan wajah bernama Acface.
“Di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah,” kata Rismon menjelaskan. Kajian tersebut membandingkan foto lama dengan foto puluhan tahun kemudian. Hasil analisis digunakan sebagai bagian dari penelitian forensik digital.
Penelitian serupa juga diterapkan terhadap sejumlah tokoh nasional sebagai pembanding ilmiah. Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Megawati turut dianalisis. Tujuannya untuk mengukur konsistensi metode pada berbagai objek penelitian.
Rismon menjelaskan hasil pengukuran menunjukkan tingkat kemiripan dalam rentang tertentu. Nilai cosine similarity berada antara 35 hingga 60 persen. Menurutnya, angka tersebut masih masuk kategori realistis secara sains.
Kunjungan ke Solo menjadi sorotan karena menandai perubahan sikap Rismon. Ia memilih menyampaikan langsung hasil penelitian terbaru kepada Jokowi. Langkah tersebut sekaligus menjadi penutup atas polemik yang sebelumnya berkembang luas.(R-03)

