Piala Dunia 2026
Menit 90 Bikin Ekuador Ambruk, Pantai Gading Mencuri Kemenangan Gila!
Selebrasi Amad Diallo setelah mencetak gol pertama Pantai Gading dalam laga Piala Dunia 2026 Grup E melawan Ekuador di Philadelphia, Senin pagi WIB, 15 Juni 2026 (sumber: AP Photo)
AMERIKA SERIKAT, SabangMerauke News - Pantai Gading membuka perjalanan di Grup E Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis. Bermain di Philadelphia Stadium pada Senin, 15 Juni 2026, pagi WIB, Les Elephants menundukkan Ekuador dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Amad Diallo pada menit ke-90 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung keras, cepat, dan penuh ketegangan sejak awal hingga akhir.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperlihatkan ambisi besar. Ekuador tampil agresif melalui kombinasi Moises Caicedo, Gonzalo Plata, dan Enner Valencia. Pantai Gading merespons lewat permainan fisik yang dipimpin Franck Kessie dan Seko Fofana. Duel di lini tengah berlangsung ketat sepanjang pertandingan.
Ekuador memperoleh peluang pertama saat laga baru berjalan dua menit. Moises Caicedo mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Bola masih melenceng dari sasaran. Delapan menit berselang, kesempatan emas kembali hadir saat Piero Hincapie mengirim umpan matang ke depan gawang.
Enner Valencia berdiri bebas untuk menuntaskan peluang tersebut. Bola hasil sepakannya justru melambung. Pendukung Ekuador hanya bisa menutup wajah karena kesempatan emas terbuang begitu saja. Momen itu menjadi awal dari banyak peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.
Pantai Gading perlahan menemukan ritme permainan. Bazoumana Toure hampir membawa timnya unggul pada menit ke-17. Umpan terobosan Franck Kessie membuka ruang besar. Sepakan Toure hanya melebar tipis dari gawang Hernan Galindez.
Pertandingan kemudian berubah menjadi adu serangan. Pada menit ke-23, John Yeboah melepaskan tendangan melengkung indah. Bola menghantam mistar gawang Pantai Gading. Stadion sempat terdiam sesaat sebelum suara kecewa terdengar dari tribun pendukung Ekuador.
Tujuh menit kemudian, nasib buruk kembali menghampiri wakil Amerika Selatan tersebut. Alan Minda menyelesaikan serangan cepat dengan tendangan keras ke sudut gawang. Untuk kedua kalinya, mistar gawang menyelamatkan Pantai Gading.
Babak pertama juga diwarnai duel keras. Seko Fofana, Franck Kessie, dan Guela Doue menerima kartu kuning. Gesekan antarpemain semakin sering terjadi. Kedua tim sama-sama tidak ingin kehilangan momentum pada laga pembuka yang sangat penting dalam persaingan Grup E.
Menjelang turun minum, Nicolas Pepe hampir memecah kebuntuan. Alan Franco melakukan blok krusial tepat di depan gawang. Pada masa tambahan waktu, Wilfried Singo mencoba mencetak gol lewat tendangan salto spektakuler. Bola melayang tipis di atas mistar. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih tinggi. Ekuador kembali mengancam lebih dulu melalui kombinasi Enner Valencia dan Gonzalo Plata. Peluang dari sudut sempit hanya mengenai sisi luar jaring gawang Yahia Fofana.
Pantai Gading membalas pada menit ke-52. Yan Diomande mengirim umpan silang berbahaya ke depan gawang. Elye Wahi menyambut bola dari jarak dekat. Mistar kembali menjadi penghalang lahirnya gol.
Pergantian pemain kemudian mengubah jalannya pertandingan. Emerse Fae memasukkan Amad Diallo untuk menambah kecepatan serangan. Di kubu Ekuador, Sebastian Beccacece menambah tenaga baru melalui sejumlah pemain pengganti.
Pertandingan semakin terbuka. Gonzalo Plata hampir membawa Ekuador unggul pada menit ke-68. Tembakan kerasnya memaksa Yahia Fofana melakukan penyelamatan penting. Kiper Pantai Gading itu tampil tenang di bawah tekanan.
Pantai Gading juga tidak tinggal diam. Pada menit ke-82, Yan Diomande melakukan aksi individu yang memukau sebelum mengirim bola kepada Ghislain Konan. Penyelesaian akhir masih melebar. Kesempatan kembali terbuang.
Saat waktu normal hampir habis, laga terlihat akan berakhir imbang tanpa gol. Kedua tim tampak mulai berhati-hati. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Prediksi tersebut runtuh pada menit ke-90.
Wilfried Singo bergerak cepat dari sisi kanan. Bek berusia 25 tahun itu membawa bola mendekati area berbahaya sebelum mengirim umpan tarik sempurna ke tepi kotak penalti. Bola mengarah tepat ke jalur lari Amad Diallo.
Pemain Manchester United tersebut membuka ruang tembak. Kaki kirinya melepaskan tendangan datar ke sudut bawah gawang. Hernan Galindez tidak mampu menjangkau bola. Gol!
Philadelphia Stadium langsung bergemuruh. Pemain Pantai Gading berlari merayakan momen yang terasa sangat berharga. Ekuador terpukul karena kebobolan ketika kemenangan satu poin sudah berada di depan mata.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, memuji ketenangan para pemainnya sepanjang pertandingan. "Kami tetap sabar saat peluang belum menghasilkan gol. Tim terus bekerja sampai menit terakhir dan itu memberi hasil yang sangat penting," ujar Emerse Fae.
Di sisi lain, Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece menilai timnya gagal memaksimalkan sejumlah kesempatan yang hadir sepanjang laga. "Pertandingan ditentukan detail kecil. Kami menciptakan peluang bagus, tetapi sepak bola sering menghukum saat kesempatan tidak dimanfaatkan," kata Sebastian Beccacece.
Selain assist kemenangan, Wilfried Singo tampil luar biasa sepanjang laga. Bek Galatasaray tersebut mencatat enam sapuan, tiga intersepsi, serta memenangi seluruh duel udara yang dihadapi. Akurasi umpannya mencapai 92 persen.
Penampilan lengkap itu membuat Singo layak menyandang gelar pemain terbaik pertandingan. Ia menjadi tembok kokoh di belakang sekaligus kreator gol kemenangan di depan.
Kemenangan ini menempatkan Pantai Gading dalam posisi ideal di Grup E. Tiga poin membuat mereka sejajar dengan tim-tim yang memburu tiket fase gugur. Ekuador masih memiliki peluang bangkit, tetapi pekerjaan berikutnya dipastikan jauh lebih berat.
Satu gol pada menit ke-90 mengubah segalanya. Pantai Gading pulang dengan senyum lebar. Ekuador meninggalkan lapangan dengan penyesalan panjang. Di Piala Dunia, satu momen sering kali cukup untuk menentukan nasib sebuah negara. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Belanda Terpukul di Menit Akhir, Jepang Curi Poin Lewat Drama 2-2
-
Piala Dunia 2026
Ekuador Sulit Dibobol, Pantai Gading Punya Senjata Rahasia Baru
-
Piala Dunia 2026
Belanda vs Jepang: Duel Raksasa yang Bisa Berakhir Mengejutkan

