PBB Dukung Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah
Stephane Dujarric. Foto : Istimewa
NEW YORK, SabangMerauke News - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan respons positif terhadap perkembangan terbaru tersebut. Gencatan senjata permanen dinilai menjadi fondasi penting bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. PBB berharap momentum damai dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres mendorong semua pihak melanjutkan dialog konstruktif. Upaya diplomasi dinilai menjadi jalur terbaik mencegah munculnya ketegangan baru. “Sekretaris Jenderal berharap pihak-pihak terkait memanfaatkan momentum baru menuju penyelesaian akhir konflik,” ujar Dujarric.
Perkembangan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai. Trump menyatakan seluruh dokumen perjanjian dengan Iran telah mencapai kesepakatan. Pengumuman itu disampaikan melalui platform media sosial Truth Social.
Trump juga memastikan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz telah berakhir. Jalur pelayaran strategis tersebut kini kembali dibuka untuk aktivitas perdagangan internasional. Keputusan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar energi dunia.
“Dengan ini saya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol,” tulis Trump. Presiden Amerika Serikat tersebut juga mengumumkan pencabutan segera blokade militer. Langkah itu dinilai menjadi bagian penting dari implementasi perjanjian damai.
Trump kemudian menyampaikan pesan optimistis terkait distribusi energi global pascakesepakatan. “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump. Pernyataan tersebut segera menjadi sorotan media internasional.
Sebelum pengumuman Trump, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif lebih dahulu menyampaikan kabar damai. Sharif menyebut Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan mengakhiri konflik. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi langsung oleh Trump.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” kata Trump. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal berakhirnya ketegangan antara kedua negara. Komunitas internasional kini menanti implementasi penuh hasil perundingan tersebut.
Menurut keterangan Sharif, penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni. Agenda tersebut dipandang sebagai langkah final mengakhiri konflik antara kedua negara. Banyak pihak berharap kesepakatan mampu menciptakan stabilitas jangka panjang kawasan.
Kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran berpotensi memengaruhi dinamika geopolitik global. Stabilitas Selat Hormuz menjadi faktor penting bagi perdagangan minyak internasional. PBB berharap proses perdamaian terus berjalan tanpa hambatan pada masa mendatang.(R-04)

