Eks Menpora Adhyaksa Dault Mencak-mencak Tuding Tyo Ardianto Hina Prabowo: Coba Bapakmu Digitukan!
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault melontarkan kritik keras terhadap Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault melontarkan kritik keras terhadap Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto. Reaksi muncul setelah Tiyo menyampaikan perumpamaan kontroversial menggunakan nama Presiden Prabowo Subianto. Adhyaksa mengaku terkejut dan berulang kali mengucapkan astagfirullah saat menyaksikan video tersebut.
Awalnya Adhyaksa mengaku menaruh simpati terhadap keberanian Tiyo mengkritik kebijakan pemerintah. Namun pandangan tersebut berubah setelah muncul pelesetan nama Presiden Prabowo dalam kritiknya. Menurut Adhyaksa, tindakan tersebut sudah tidak mencerminkan kritik konstruktif dalam demokrasi.
“Astagfirullah, saya belum pernah mendengar ucapan sekasar itu terhadap kepala negara,” kata Adhyaksa. Ia menegaskan perbedaan pendapat tidak boleh disampaikan melalui penghinaan personal. Adhyaksa mengingatkan etika harus tetap dijaga saat menyampaikan kritik kepada pemimpin negara.
Tiyo sebelumnya menceritakan pengalaman menemukan seekor kucing yang mengalami penyakit scabies cukup parah. Kucing tersebut kemudian dijadikan perumpamaan untuk mengkritik kondisi pemerintahan saat ini. “Saya kasih nama kucing itu Prabodoh Subiantolol,” ujar Tiyo dalam video beredar.
Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Adhyaksa yang menilai kritik sudah melampaui batas. “Kenapa kamu ngomong begitu, tidak boleh seperti itu,” tegas Adhyaksa. Ia menilai penghormatan kepada kepala negara tetap harus dijaga dalam ruang demokrasi.
Adhyaksa juga mengaku selama ini jarang mengomentari dinamika politik nasional secara terbuka. Namun kali ini ia memilih bersuara karena merasa tindakan tersebut tidak patut. “Hari ini saya bicara karena kesal melihat sikap seperti itu,” ujarnya.
Menurut Adhyaksa, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak setiap warga negara. Kritik dapat diarahkan kepada program maupun keputusan yang dianggap bermasalah. Namun serangan terhadap pribadi pemimpin dinilai tidak memberikan manfaat bagi demokrasi.
Tiyo belakangan dikenal sebagai mahasiswa yang aktif mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa isu yang disorot meliputi program Makan Bergizi Gratis, nilai tukar rupiah, hingga harga bahan bakar minyak. Kritik tersebut membuat namanya menjadi perbincangan luas di media sosial.
“Kasihan kamu, awalnya saya simpati, tetapi ini sudah kelewatan,” kata Adhyaksa. Ia mengajak mahasiswa menjaga adab saat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh menghilangkan rasa hormat terhadap sesama.
Adhyaksa menegaskan pernyataannya tidak didorong kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Ia mengaku berbicara sebagai warga negara yang peduli etika publik. Sikap tersebut, menurutnya, murni bentuk keprihatinan terhadap kualitas ruang demokrasi.(R-03)

