Jembatan Amblas di Rumbai Bikin Akses Warga Tersendat, DPRD Desak Pemko Bergerak Cepat
Petugas memeriksa kondisi jembatan di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Pekanbaru, yang amblas. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Jembatan amblas di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, membuat akses utama warga terganggu. Jalur yang setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat mendadak sulit dilalui.
Kerusakan terjadi pada bagian bibir jembatan dengan kedalaman lebih dari satu meter. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga karena lokasi tersebut menjadi penghubung penting sejumlah kawasan di Rumbai.
Kabar amblasnya jembatan langsung memicu respons dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengambil langkah cepat. Ia menilai kerusakan tersebut tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Semakin lama penanganan tertunda, semakin besar dampak yang dirasakan masyarakat.
Menurut Zulkardi, fungsi jembatan tersebut sangat vital. Jalur itu menjadi urat nadi bagi warga yang setiap hari beraktivitas. Gangguan akses dapat memengaruhi distribusi barang, perjalanan pelajar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, perbaikan harus menjadi prioritas utama.
"Jangan sampai masyarakat menanggung risiko lebih besar akibat akses yang terganggu terlalu lama," kata Zulkardi, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kondisi jembatan yang amblas juga dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, potensi kecelakaan dapat meningkat. Terlebih, lokasi tersebut masih menjadi jalur yang cukup ramai dilintasi kendaraan setiap harinya. Warga pun berharap ada langkah darurat sebelum perbaikan permanen dilakukan.
Zulkardi berharap dinas terkait segera turun melakukan penanganan di lapangan. Langkah awal diperlukan untuk mengamankan lokasi. Setelah itu, proses perbaikan permanen harus segera dirancang agar aktivitas masyarakat kembali normal. Ia menegaskan kebutuhan warga harus menjadi perhatian utama.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pekanbaru mengaku sudah bergerak. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR telah turun ke lokasi. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan sekaligus menentukan langkah teknis perbaikan.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya pergerakan tanah di sekitar konstruksi jembatan. "Kemarin tim dari PUPR sudah turun ke lokasi," kata Agung Nugroho, Minggu, 14 Juni 2026.
Dari hasil peninjauan awal, bagian bibir jembatan mengalami penurunan cukup dalam. Struktur tanah di sekitar area tersebut diduga mengalami pergeseran. Kondisi itu menyebabkan bagian tepi jembatan kehilangan kestabilan. Akibatnya, kendaraan tidak lagi dapat melintas dengan aman.
Pemko Pekanbaru juga melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III. Koordinasi diperlukan karena tidak jauh dari lokasi terdapat pekerjaan pemancangan tiang di area bibir sungai. Aktivitas tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perubahan kondisi tanah di sekitar jembatan.
Informasi dari warga sekitar ikut menjadi bahan evaluasi. Sejumlah warga menyebut sebuah mobil crane bertonase besar sempat melintas di atas jembatan. Setelah kendaraan berat itu lewat, pergerakan pada badan jembatan mulai terlihat. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi amblas yang cukup dalam.
Meski demikian, tim teknis masih mengumpulkan data lapangan. Pemeriksaan dilakukan agar langkah perbaikan tepat sasaran. Pemko tidak ingin hanya memperbaiki bagian yang rusak tanpa memahami akar persoalan. Stabilitas konstruksi menjadi fokus utama sebelum akses kembali dibuka.
Agung Nugroho memastikan komunikasi dengan BWSS III terus berjalan. Perbaikan jembatan menjadi agenda penting karena jalur tersebut digunakan oleh banyak masyarakat setiap hari. Semakin cepat pekerjaan dilakukan, semakin cepat pula aktivitas warga kembali normal.
Pemerintah berupaya mempercepat seluruh proses yang diperlukan. "Kami berkoordinasi dengan BWSS. Perbaikan segera dilakukan karena jalur ini digunakan banyak masyarakat," ujar Agung Nugroho.
Bagi warga Sri Meranti dan sekitarnya, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalur tersebut menjadi penghubung utama menuju berbagai kawasan permukiman. Banyak warga melintas untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan umum. Ketika akses terganggu, dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Kerusakan jembatan juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap infrastruktur yang berada di sekitar proyek besar. Setiap aktivitas pembangunan harus memperhatikan dampak terhadap fasilitas publik di sekitarnya. Langkah antisipasi menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Saat ini warga menunggu langkah nyata di lapangan. Harapan terbesar adalah akses segera pulih tanpa harus menunggu terlalu lama. Penanganan cepat dinilai penting agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu. Semua mata kini tertuju pada proses perbaikan yang sedang disiapkan.
Jembatan amblas di Jalan Nelayan Ujung telah menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. DPRD meminta percepatan. Pemko sudah bergerak. Warga berharap hasilnya segera terlihat agar jalur penghubung utama di Kecamatan Rumbai kembali aman digunakan.R-02

