Piala Dunia 2026
Qatar Curi Poin dari Swiss, Gol Menit 90+4 Ubah Segalanya
Pemain Swiss, Denis Zakaria (kiri), ditarik pemain Qatar, Yusuf Abdurisag, dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026, Minggu, 14 Juni 2026. (sumber: AP Photo)
AMERIKA SERIKAT, SabangMerauke News — Qatar menolak pulang sebagai tim kalah. Saat Swiss sudah melihat kemenangan di depan mata, Boualem Khoukhi datang membawa kejutan pada menit 90+4. Gol telat itu memaksa duel Grup B Piala Dunia 2026 berakhir imbang 1-1 di Levi's Stadium, Santa Clara.
Malam itu Swiss tampil seperti penguasa lapangan. Qatar lebih sering bertahan. Statistik memperlihatkan perbedaan cukup jauh. Akan tetapi, sepak bola sering berjalan dengan cara berbeda.
Swiss menguasai permainan sejak awal. Qatar memilih menunggu kesempatan. Strategi itu membuat laga berjalan menarik. Kedua tim memiliki pendekatan berbeda.
Pertandingan baru berjalan dua menit. Qatar langsung membuat Swiss terkejut. Edmilson Junior berhasil menembus pertahanan lawan. Gregor Kobel masih sigap menutup ruang tembak.
Swiss membalas beberapa menit kemudian. Dan Ndoye menjadi ancaman utama. Penyerang lincah itu terus mencari celah. Qatar dipaksa bekerja keras menjaga lini belakang.
Mahmoud Abunada mulai sibuk. Kiper muda Qatar tersebut berkali-kali terbang menyelamatkan gawang. Penyelamatan demi penyelamatan membuat Swiss frustrasi. Skor tetap bertahan tanpa gol.
Momen penting muncul pada menit ke-14. Wasit Said Martinez menghentikan permainan. Insiden terjadi di kotak penalti Qatar. Teknologi VAR ikut mengambil peran.
Setelah meninjau tayangan ulang, keputusan tetap sama. Swiss mendapatkan hadiah penalti. Para pemain Qatar sempat memprotes. Keputusan tidak berubah.
Breel Embolo maju sebagai eksekutor. Striker Swiss itu terlihat tenang. Langkah pendek mengawali tendangannya. Bola meluncur ke sisi kiri gawang.
Abunada terkecoh. Swiss unggul 1-0 pada menit ke-17. Para pemain Swiss merayakannya dengan penuh keyakinan. Gol itu menjadi hadiah atas dominasi mereka.
Setelah unggul, Swiss tidak berhenti menyerang. Granit Xhaka mengatur ritme permainan. Remo Freuler membantu distribusi bola. Qatar semakin sering tertekan.
Qatar sesekali mencoba keluar menyerang. Akram Afif menjadi motor serangan. Edmilson Junior terus bergerak mencari ruang. Peluang tetap sulit tercipta.
Menjelang akhir babak pertama, laga semakin hidup. Kedua tim saling bergantian menyerang. Kobel menggagalkan peluang Qatar. Abunada juga menepis beberapa peluang Swiss.
Babak pertama ditutup dengan skor 1-0. Swiss memimpin dengan layak. Qatar masih bertahan dalam pertandingan. Segalanya masih mungkin terjadi.
Memasuki babak kedua, Swiss kembali mengambil kendali. Tim asuhan Murat Yakin menguasai bola lebih lama. Qatar terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Permainan berjalan satu arah.
Xhaka hampir mencetak gol spektakuler. Tendangan jarak jauhnya meluncur tipis. Bola hanya melayang di atas mistar. Qatar lolos dari ancaman besar.
Waktu terus berjalan. Swiss terus menyerang. Qatar terus bertahan. Skenario pertandingan tampak tidak berubah.
Abunada kembali menjadi penyelamat. Ruben Vargas mendapat peluang emas. Penyerang Swiss itu tinggal berhadapan dengan kiper. Abunada memenangkan duel tersebut.
Sorak pendukung Qatar kembali terdengar. Kiper berusia 25 tahun itu tampil luar biasa. Refleksnya membuat Swiss kehilangan banyak peluang. Harapan Qatar tetap hidup.
Statistik menunjukkan dominasi Swiss. Mereka mencatat 26 tembakan. Qatar hanya menghasilkan tujuh percobaan. Perbedaan angka itu menggambarkan jalannya pertandingan.
Penguasaan bola juga berpihak kepada Swiss. Mereka mengendalikan tempo laga. Qatar lebih banyak menunggu. Strategi bertahan terus dijalankan.
Masuk menit ke-80, Swiss semakin percaya diri. Mereka merasa kemenangan sudah dekat. Serangan demi serangan terus dibangun. Gol kedua tetap tidak datang.
Breel Embolo kembali memperoleh kesempatan. Johan Manzambi juga mendapat ruang tembak. Penyelesaian akhir masih kurang tajam. Skor tidak berubah.
Qatar terlihat kehabisan waktu. Serangan mereka jarang mencapai area berbahaya. Swiss tetap nyaman mengendalikan permainan. Pendukung Qatar mulai cemas.
Jam pertandingan memasuki tambahan waktu. Swiss tinggal beberapa langkah menuju tiga poin. Para pemain mulai memperlambat tempo. Mereka mencoba menjaga keunggulan.
Lalu datanglah menit 90+4. Momen itu mengubah seluruh cerita pertandingan. Homam Al Amin mengirim umpan silang akurat. Bola melayang ke tengah kotak penalti.
Boualem Khoukhi muncul tanpa banyak pengawalan. Bek veteran Qatar tersebut melompat tinggi. Sundulannya meluncur deras menuju gawang. Kobel tidak mampu menjangkaunya. Bola masuk ke gawang Swiss. Skor berubah menjadi 1-1.
Bangku cadangan Qatar langsung meledak. Para pemain berlari merayakan gol. Stadion berubah riuh. Swiss hanya bisa terpaku.
Gol itu terasa seperti kemenangan bagi Qatar. Sebaliknya, hasil imbang terasa pahit bagi Swiss. Mereka kehilangan tiga poin di detik-detik akhir.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, memuji semangat para pemainnya. Ia menilai timnya tidak pernah menyerah. Energi itu terlihat hingga peluit akhir. "Kami terus percaya sampai akhir pertandingan. Karakter tim terlihat pada situasi sulit," kata Julen Lopetegui.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengaku kecewa. Timnya menciptakan banyak peluang. Hasil akhir tidak sesuai harapan. "Kami harus belajar mengunci pertandingan. Detail kecil memberi dampak besar," ujar Murat Yakin.
Meski kebobolan satu gol, Mahmoud Abunada menjadi tokoh utama. FIFA memilihnya sebagai Man of the Match. Penghargaan itu terasa pantas.
Abunada berkali-kali menggagalkan peluang Swiss. Dan Ndoye dibuat frustrasi. Ruben Vargas juga gagal menaklukkannya. Bahkan Embolo kesulitan menambah gol.
Penampilan sang kiper menjadi pondasi hasil imbang Qatar. Tanpa aksinya, skor bisa jauh berbeda. Ia menjadi alasan timnya tetap bertahan. Malam itu menjadi panggung besar miliknya.
Statistik memperlihatkan betapa sibuknya Abunada. Swiss melepaskan 26 tembakan. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sebagian besar berhasil diamankan.
Qatar memang tidak dominan. Mereka kalah dalam penguasaan bola. Mereka kalah jumlah tembakan. Mereka kalah dalam tekanan permainan.
Akan tetapi, mereka tidak kalah dalam semangat. Mereka terus bertahan. Mereka terus menunggu kesempatan. Kesempatan itu akhirnya datang.
Hasil imbang membuat Grup B menjadi unik. Tidak ada satu tim pun meraih kemenangan. Semua peserta mengoleksi satu poin.
Swiss berada di puncak klasemen sementara. Qatar mengikuti di belakangnya. Kanada dan Bosnia-Herzegovina juga memiliki satu angka.
Situasi tersebut membuat persaingan semakin terbuka. Setiap pertandingan berikutnya menjadi sangat penting. Tidak ada tim yang memiliki keuntungan besar. Semua masih memiliki peluang sama.
Qatar akan menghadapi Kanada pada laga kedua. Swiss dijadwalkan bertemu Bosnia-Herzegovina. Dua pertandingan itu berpotensi menentukan arah klasemen.
Bagi Qatar, satu poin terasa sangat berharga. Mereka menunjukkan mental kuat. Mereka bertahan saat ditekan. Mereka menghukum kelengahan lawan.
Bagi Swiss, hasil ini menjadi peringatan keras. Dominasi tidak selalu menghasilkan kemenangan. Banyak peluang tidak menjamin tiga poin. Efektivitas tetap menjadi kunci.
Levi's Stadium akhirnya menjadi saksi satu cerita unik. Tim yang lebih banyak diserang justru pulang dengan senyum lebih lebar. Tim yang mendominasi harus menerima kenyataan pahit.
Sepak bola kembali menunjukkan wajah aslinya. Pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi. Qatar membuktikannya pada Minggu, 14 Juni 2026. Satu sundulan mengubah segalanya. Satu poin terasa seperti emas. Dan Grup B kini benar-benar terbuka. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Piala Dunia 2026
Brasil Ditahan Maroko 1-1, Gol Vinicius Junior Selamatkan Selecao

