Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah
Jokowi saat mengenakan jaket PSI berlogo gajah. Foto: Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - PSI memastikan Joko Widodo segera bergabung secara resmi dalam struktur partai. Mantan Presiden RI tersebut disiapkan menjabat Ketua Dewan Pembina PSI melalui prosesi penjaketan simbolis. Partai menilai momen tersebut menjadi tonggak penting perjalanan politik PSI.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir. Penentuan waktu prosesi diserahkan kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sepenuhnya.
“Tinggal menunggu hari, tanggal, dan jam yang tepat untuk penjaketan,” ujar Bestari.
Menurut Bestari, prosesi penjaketan hanya memiliki makna simbolis bagi partai tersebut. Sinyal kedekatan Jokowi dengan PSI sudah terlihat kuat sejak beberapa waktu.
“Sinyal sudah terang semuanya, tinggal menunggu waktu yang pas,” katanya.
PSI menilai kehadiran Jokowi akan menjadi bagian penting sejarah perjalanan partai. Jokowi dipersiapkan menempati posisi paling terhormat dalam organisasi PSI nantinya.
“Beliau akan menempati tempat paling terhormat dalam organisasi PSI,” ujar Bestari.
Meski belum masuk struktur resmi, PSI mengaku telah menjadikan Jokowi panutan partai. Kesepakatan internal tersebut terbentuk jauh sebelum proses penjaketan direncanakan berlangsung.
“Kami sudah meletakkan beliau sebagai patron panutan dalam berpartai,” tegas Bestari.
Kedekatan Jokowi dengan PSI semakin terlihat sejak Kongres PSI beberapa waktu lalu. Saat itu Jokowi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan partai ke depan. Dukungan tersebut dinilai memperkuat arah hubungan politik kedua pihak.
Bestari juga mengingatkan pernyataan Jokowi saat Rakernas PSI di Makassar. Jokowi menyatakan kesediaan membantu PSI hingga seluruh wilayah Indonesia nantinya.
“Saya masih sanggup turun ke 38 provinsi untuk PSI,” kata Bestari mengutip pernyataan Jokowi.
Langkah politik Jokowi yang segera mengenakan jaket PSI berlogo gajah ini, diprediksi akan membuat pertarungan politik dalam Pemilu 2029 makin panas. Keputusan Jokowi ini juga memastikan tiga partai yang menggunakan logo hewan bakal beradu keras.
Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sudah pasti ingin memperpanjang kekuasaannya. Partai berlogo Garuda tak ingin kehilangan momentum sebagai partai penguasa.
Di sisi lain, PDI Perjuangan besutan Megawati Soekarnoputri juga akan mempertahankan reputasinya sebagai partai pemenangnya Pemilu tiga kali berturut-turut sejak 2014. Banteng Moncong Putih, meski berada di luar kekuasaan, tapi tak mau disebut sebagai partai oposisi, diyakini tak akan tinggal diam, memuluskan ambisinya meraih kemenangan 4 kali beruntun dalam Pemilu.
Hal ini menandakan Pemilu 2029 mendatang menjadi pertarungan bagi tiga partai yang menjadikan presiden dan mantan presiden sebagai jangkar politik: Garuda, Banteng dan Gajah. Bagi PSI, sosok Jokowi dinilai masih layak jual, ingin memutuskan kutukan politik sebagai parpol gagal menembus parlemen.
PSI menilai komitmen tersebut menjadi sinyal politik yang sangat kuat. Apalagi Jokowi kini tidak lagi tercatat sebagai kader PDIP. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi mengenai peran resmi Jokowi dalam PSI.
Dalam waktu dekat, PSI juga menjadwalkan sejumlah agenda bersama Jokowi ke daerah. Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat masuk daftar kunjungan berikutnya. Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan masyarakat, pengurus daerah, serta relawan PSI.(R-04)

