Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan
Polisi menangkap 3 wanita yang menjadi kurir narkoba di Asahan, Sumatera Utara. (sumber: Polres Asahan)
SUMUT, SabangMerauke News – Perjalanan yang semula terlihat seperti perjalanan biasa menuju Kota Medan mendadak berakhir di pinggir jalan Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai Asahan. Sebuah mobil travel yang melintas dihentikan aparat kepolisian. Beberapa menit kemudian, petugas menemukan barang yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Di dalam sejumlah tas bawaan penumpang, polisi menemukan sembilan kilogram sabu dan 800 cartridge rokok elektrik atau vape yang mengandung etomidate. Tiga perempuan yang membawa barang tersebut langsung diamankan.
Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan Satresnarkoba Polres Asahan dalam beberapa pekan terakhir. Selain jumlah sabu yang cukup besar, temuan ratusan vape mengandung etomidate juga menambah daftar panjang modus baru peredaran narkotika yang mulai marak di berbagai daerah.
Penangkapan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, di Desa Sei Apung, kawasan yang menjadi jalur penghubung sejumlah wilayah pesisir menuju pusat-pusat kota di Sumatera Utara. Menurut informasi yang dihimpun polisi, sebuah pengiriman narkoba dalam jumlah besar akan melintas menggunakan kendaraan darat menuju Kota Medan.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim Satresnarkoba Polres Asahan. Petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian sebelum akhirnya menemukan kendaraan yang dicurigai. Ketika mobil travel tersebut melintas, polisi langsung melakukan penyetopan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh penumpang serta barang bawaan.
Hasilnya membuat petugas semakin yakin bahwa informasi yang diterima sebelumnya benar adanya. Di dalam beberapa tas ditemukan sembilan bungkus besar yang diduga berisi sabu dengan berat total mencapai sembilan kilogram. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan empat bungkus berisi 800 cartridge vape yang diketahui mengandung etomidate. Etomidate merupakan zat yang belakangan menjadi perhatian aparat penegak hukum karena mulai disalahgunakan melalui rokok elektrik.
Kasat Resnarkoba Polres Asahan, AKP Gunawan Effendi, mengatakan ketiga perempuan yang diamankan diduga berperan sebagai kurir dalam pengiriman tersebut. Masing-masing berinisial M berusia 44 tahun, H berusia 35 tahun, dan F berusia 43 tahun.
Dari hasil pemeriksaan awal, ketiganya mengaku hanya bertugas mengantarkan barang ke Medan. Mereka mengaku diperintah oleh seorang pria yang identitasnya hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Sebagai imbalan, para kurir dijanjikan bayaran sebesar Rp22 juta apabila pengiriman berhasil dilakukan. Jumlah itu tentu bukan angka kecil. Namun bagi penyidik, nilai tersebut justru menunjukkan bahwa barang yang dibawa memiliki nilai ekonomi jauh lebih besar.
Di balik bayaran puluhan juta rupiah itu, terdapat dugaan adanya jaringan yang bekerja secara terstruktur. "Kami melihat kasus ini tidak berdiri sendiri. Ada pola distribusi yang perlu ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui siapa penerima dan siapa pengendali utamanya," ujar Gunawan Effendi, Sabtu, 13 Juni 2026.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa fokus penyidikan kini tidak lagi hanya pada para kurir yang tertangkap. Polisi mulai bergerak menelusuri rantai peredaran yang lebih luas. Dalam banyak kasus narkotika, kurir sering kali hanya menjadi lapisan paling luar dari sebuah jaringan yang lebih kompleks.
Mereka menerima barang, mengantarkan ke lokasi tujuan, lalu memperoleh upah sesuai kesepakatan. Sementara sosok yang mengatur pengiriman biasanya berada jauh dari lokasi transaksi. Karena itu, polisi kini tengah memburu pria yang disebut sebagai pemberi perintah kepada ketiga tersangka.
Selain tiga perempuan tersebut, aparat juga mengamankan seorang sopir travel dan satu penumpang lain untuk dimintai keterangan.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan apakah keduanya mengetahui keberadaan barang haram tersebut atau justru hanya menjadi bagian dari perjalanan tanpa mengetahui isi muatan yang dibawa penumpang.
Penyelidikan terhadap jalur distribusi juga menjadi perhatian penting. Medan selama ini dikenal sebagai salah satu kota tujuan dalam sejumlah kasus pengiriman narkotika dari wilayah pesisir Sumatera. Posisi geografisnya yang strategis membuat kota tersebut kerap menjadi titik transit maupun pasar peredaran.
Temuan vape mengandung etomidate juga memberi gambaran bahwa modus peredaran narkotika semakin berkembang. Jika dahulu jaringan lebih banyak mengandalkan sabu atau pil terlarang, kini zat berbahaya mulai disisipkan ke dalam produk yang terlihat seperti rokok elektrik biasa.
Modus tersebut membuat peredaran menjadi lebih sulit dikenali secara kasat mata. "Perubahan pola distribusi menunjukkan bahwa pelaku terus mencari cara baru untuk menghindari pengawasan. Karena itu, strategi penindakan juga harus terus berkembang," kata Gunawan.
Hingga kini, seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Asahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap jalur komunikasi, sumber barang, serta tujuan akhir pengiriman.
Bagi aparat, keberhasilan menggagalkan pengiriman sembilan kilogram sabu dan ratusan vape mengandung etomidate bukanlah akhir dari kasus ini. Justru dari dalam tas-tas yang ditemukan di mobil travel itulah, polisi berharap bisa membuka jalan menuju aktor utama yang selama ini bergerak di balik layar. R-02

