Piala Dunia 2026
Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey
Ilustrasi laga Brasil vs Maroko di Piala Dunia. (sumber: istimewa)
AMERIKA SERIKAT, SabangMerauke News - Brasil dan Maroko akan bentrok dalam laga pembuka di Grup C Piala Dunia 2026. Duel digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu, 14 Juni 2026, pukul 05.00 WIB. Brasil datang sebagai pemilik lima gelar juara dunia. Maroko hadir dengan status semifinalis Piala Dunia 2022.
Laga ini langsung menghadirkan aroma pertandingan fase gugur. Kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar. Kemenangan akan membuka jalan menuju babak berikutnya. Kekalahan bisa menghadirkan tekanan sejak awal turnamen.
Brasil memasuki turnamen dengan wajah baru. Tim Samba kini dipimpin pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti. Sosok yang sukses meraih berbagai gelar bersama klub-klub elit Eropa itu kini memikul harapan jutaan pendukung Brasil.
Bagi Ancelotti, ini menjadi pengalaman pertama memimpin sebuah tim nasional di Piala Dunia. Tantangannya tidak ringan. Brasil sudah lebih dari dua dekade gagal mengangkat trofi juara dunia.
Gelar terakhir Brasil lahir pada Piala Dunia 2002. Setelah itu, perjalanan Selecao lebih sering berakhir mengecewakan. Bahkan dalam enam edisi terakhir, Brasil hanya sekali mencapai semifinal.
Harapan besar kini berada di pundak Ancelotti. Pelatih berusia 67 tahun itu dipercaya mengembalikan kejayaan yang lama menghilang. Targetnya jelas, membawa Brasil meraih gelar keenam. "Kami siap bersaing dengan siapa pun dalam turnamen ini," kata Carlo Ancelotti, pelatih Timnas Brasil.
Meski berstatus favorit, perjalanan Brasil menuju Piala Dunia tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat terseok dalam kualifikasi zona Amerika Selatan. Brasil finis di posisi kelima klasemen akhir.
Meski demikian, performa menjelang turnamen mulai membaik. Brasil meraih kemenangan 6-2 atas Panama. Mereka juga menundukkan Mesir dengan skor 2-1.
Di atas lapangan, Brasil tetap dihuni oleh pemain-pemain elit. Nama Vinicius Junior menjadi pusat perhatian. Penyerang lincah itu diproyeksikan menjadi pemimpin generasi baru Selecao.
Selain Vinicius, ada Raphinha yang sedang berada dalam performa terbaik. Matheus Cunha juga tampil tajam sepanjang musim. Kehadiran Casemiro dan Bruno Guimaraes membuat lini tengah semakin kokoh.
Sayangnya, Brasil belum bisa memainkan Neymar. Penyerang berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera betis. Ancelotti memastikan mantan pemain Santos dan PSG tersebut belum siap bermain. "Dia menunjukkan perkembangan positif dalam pemulihan," ujar Carlo Ancelotti.
Absennya Neymar tentu menjadi kehilangan besar. Meski usia tak lagi muda, pengaruhnya masih sangat kuat. Pengalaman dan kualitasnya tetap dibutuhkan dalam pertandingan besar.
Di kubu lawan, Maroko datang tanpa rasa gentar. Status Brasil sebagai juara dunia lima kali tidak membuat Singa Atlas kehilangan kepercayaan diri. Mereka merasa berada pada level berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Empat tahun silam, Maroko membuat sejarah. Mereka menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia. Dalam perjalanan tersebut, Spanyol dan Portugal berhasil disingkirkan.
Keberhasilan itu mengubah cara dunia memandang Maroko. Kini mereka tidak lagi dianggap pelengkap turnamen. Posisi ketujuh dunia menjadi bukti perkembangan tersebut.
Pelatih Mohamed Ouahbi juga membawa semangat baru. Meski baru menangani tim sejak Maret 2026, ia berhasil menjaga fondasi kuat yang diwariskan generasi sebelumnya. "Kami harus menghormati Brasil dan tetap percaya diri," kata Mohamed Ouahbi, pelatih timnas Maroko.
Maroko datang dengan skuad yang penuh kualitas. Achraf Hakimi menjadi figur utama. Bek sayap Paris Saint-Germain tersebut baru saja menikmati musim luar biasa di level klub.
Hakimi akan memimpin lini belakang. Kecepatannya menjadi senjata utama saat menyerang maupun bertahan. Ia juga menjadi kapten yang dihormati rekan-rekannya.
Selain Hakimi, Maroko memiliki Brahim Diaz. Kreativitas pemain tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi pertahanan Brasil. Ada pula Azzedine Ounahi yang piawai mengatur tempo permainan.
Menariknya, Hakimi menolak anggapan Brasil menjadi favorit mutlak. Menurutnya, pertandingan seperti ini tidak mengenal unggulan. "Dalam laga seperti ini peluang kedua tim sama besar," ujar Achraf Hakimi.
Secara taktik, duel ini mempertemukan dua pendekatan berbeda. Brasil diprediksi menggunakan formasi 4-2-3-1. Maroko kemungkinan tetap mengandalkan pola 4-3-3.
Ancelotti ingin menguasai bola sebanyak mungkin. Permainan Brasil akan bertumpu pada kecepatan Vinicius dan Raphinha. Pergerakan Cunha menjadi ujung tombak serangan.
Maroko memiliki pendekatan berbeda. Mereka lebih nyaman bermain cepat saat transisi. Serangan balik menjadi salah satu senjata paling mematikan.
Catatan pertemuan kedua tim juga menarik. Brasil dan Maroko baru bertemu tiga kali sepanjang sejarah. Brasil meraih dua kemenangan. Maroko memenangkan satu laga.
Pertemuan pertama terjadi pada Oktober 1997. Brasil menang 2-0 dalam laga persahabatan. Setahun kemudian, Brasil kembali menang 3-0 pada Piala Dunia 1998.
Kemenangan Maroko hadir pada Maret 2023. Saat itu Singa Atlas menaklukkan Brasil dengan skor 2-1. Hasil tersebut menjadi bukti Maroko mampu mengalahkan lawan sekelas Brasil.
Pertandingan kali ini memiliki arti berbeda. Brasil ingin membuka turnamen dengan kemenangan. Maroko ingin mengirim pesan bahwa pencapaian semifinal bukan kebetulan.
Tekanan terbesar jelas berada di kubu Brasil. Bermain di benua Amerika membuat ekspektasi meningkat. Pendukung Selecao berharap tim kesayangannya kembali berjaya.
Maroko justru menikmati situasi berbeda. Mereka tidak dibebani sejarah panjang. Posisi itu memberi keuntungan psikologis menjelang pertandingan.
Prediksi susunan pemain Brasil terdiri dari Alisson Becker di bawah mistar. Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Alex Sandro mengisi lini belakang. Casemiro dan Bruno Guimaraes bertugas menjaga keseimbangan lini tengah. Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior mendukung Matheus Cunha di lini depan.
Sementara Maroko diperkirakan menurunkan Yassine Bounou sebagai penjaga gawang. Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, dan Noussair Mazraoui mengawal pertahanan. Lini tengah diisi Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, dan Azzedine Ounahi. Sektor depan dipercayakan kepada Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, dan Ismael Saibari.
Pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat. Brasil memiliki kualitas individu lebih baik. Maroko mempunyai organisasi permainan yang sangat disiplin. Vinicius Junior dapat menjadi pembeda. Kecepatan dan kemampuan dribelnya sulit dihentikan. Di sisi lain, Hakimi juga memiliki kemampuan serupa dari sektor sayap.
Duel keduanya bisa menjadi tontonan utama. Setiap serangan berpotensi menentukan hasil akhir. Kesalahan kecil dapat berujung fatal. Minggu pagi nanti, dunia akan melihat apakah Brasil benar-benar siap kembali menjadi raja. Dunia juga akan menyaksikan apakah Maroko mampu melanjutkan kisah luar biasanya.
Satu hal sudah pasti. Stadion MetLife tidak akan kekurangan tensi. Saat peluit pertama dibunyikan, dua mimpi besar akan saling bertabrakan di atas rumput New Jersey. Prediksi akhir laga mengarah pada kemenangan tipis Brasil. Pengalaman dan kedalaman skuad menjadi faktor pembeda. Skor 2-1 untuk Selecao menjadi hasil yang paling realistis.
Meski begitu, Maroko memiliki kapasitas menciptakan kejutan. Sejarah sudah membuktikannya. Brasil wajib tampil sempurna jika ingin menghindari jebakan Singa Atlas. R-02
Berikut prediksi Starting XI Brasil vs Maroko:
Brasil (4-2-3-1): Allison Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Ales Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha. Pelatih: Carlo Ancelotti (Italia)
Maroko (4-3-3): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi; Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, Ismael Saibari. Pelatih: Mohamed Ouahbi (Belgia/Maroko)
Prediksi Skor Brasil vs Maroko: 2-1

