Heboh! Dua Pria Pembawa Molotov Diciduk Jelang Aksi Mahasiswa, Polisi Bongkar Dugaan Penyusup
Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi potensi kericuhan dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Dua pria yang diduga membawa bom molotov diamankan polisi menjelang aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Penangkapan tersebut dilakukan tim Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.30 WIB. Kedua pria itu diduga hendak bergabung dengan massa aksi sebelum akhirnya diciduk aparat karena membawa benda berbahaya yang diduga bom molotov.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan pihaknya telah lebih dulu memantau pergerakan sejumlah kelompok yang dicurigai mencoba menyusup ke dalam aksi mahasiswa. Dari hasil identifikasi tersebut, polisi menemukan adanya dugaan upaya membawa alat yang berpotensi memicu kerusuhan.
“Satgas Gakkum, Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan kelompok aksi mahasiswa dan ini membawa Molotov,” ujar Budi kepada wartawan.
Penangkapan dua pria tersebut langsung dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi chaos di tengah aksi penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta.
Saat ini, kedua pria itu telah diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif keduanya membawa bom molotov serta kemungkinan keterlibatan dengan kelompok tertentu.
“Ini masih kami akan dalami afiliasi dengan siapa,” kata Budi.
Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan aksi demonstrasi untuk menciptakan kerusuhan atau gangguan keamanan. Polisi memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap upaya provokasi yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun peserta aksi.
Menurut Budi, aparat telah mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga hendak menyusup ke dalam demonstrasi mahasiswa. Langkah pengamanan dilakukan bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan memastikan aksi tetap berjalan tertib dan damai.
“Kami menghargai dan kita sama-sama mengawal bahwa aspirasi oleh adik-adik mahasiswa ini harus tersampaikan dengan baik dan harus aman dan damai,” tegasnya.
Demo mahasiswa yang berlangsung di Jakarta pada Jumat siang diketahui diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dari sejumlah kampus. Mereka turun ke jalan menyuarakan berbagai tuntutan terkait isu sosial, ekonomi, hingga kebijakan pemerintah.
Sejak awal, aparat keamanan memang telah disiagakan di sejumlah titik aksi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang dianggap mencurigakan di sekitar lokasi demonstrasi.
Penangkapan dua pria pembawa molotov tersebut pun memunculkan kekhawatiran adanya pihak luar yang mencoba memanfaatkan momentum aksi mahasiswa untuk memicu kerusuhan. Polisi kini berupaya menelusuri apakah keduanya merupakan bagian dari kelompok tertentu atau hanya bertindak secara individual.
Pengamanan ketat dilakukan aparat di sekitar kawasan demonstrasi, termasuk pengawasan terhadap barang bawaan massa aksi. Polisi juga mengimbau para peserta demonstrasi agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan.
Di sisi lain, aparat memastikan pendekatan humanis tetap dikedepankan selama pengamanan aksi mahasiswa berlangsung. Polisi menegaskan hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap dilindungi undang-undang selama dilakukan secara tertib dan tidak melanggar hukum.
Situasi di kawasan Bendungan Hilir dan sejumlah titik aksi lainnya dilaporkan tetap terkendali hingga Jumat malam. Arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan akibat konsentrasi massa dan pengamanan aparat, namun tidak terjadi bentrokan besar selama demonstrasi berlangsung.
Kasus dua pria pembawa bom molotov ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau aktor lain yang terlibat dalam upaya penyusupan ke aksi mahasiswa.
Polda Metro Jaya memastikan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap setiap aksi unjuk rasa guna mencegah munculnya provokasi maupun tindakan anarkistis. Polisi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menjaga aksi tetap damai dan tidak memberi ruang bagi penyusup yang ingin menciptakan kerusuhan. (R-05)

