Jasad Nursafika Ditemukan Dekat Pondok, Deretan Senjata Tajam Bikin Merinding
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pada lokasi penemuan mayat wanita muda hamil di Dumai, Rabu malam, 10 Juni 2026 (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Senja di Dumai berubah mencekam. Seorang wanita hamil ditemukan tewas menggenaskan. Tubuhnya terbaring dekat pondok kebun di Taman Wisata Alam (TWA). Polisi kini memburu jawaban dari lokasi kejadian.
Warga Bukit Timah mendadak gempar pada Rabu malam, 10 Juni 2026, terasa berbeda. Kabar duka menyebar dari mulut ke mulut. Banyak warga berdatangan ke lokasi.
Korban diketahui bernama Nursafika, usia 30 tahun. Jasadnya ditemukan di kawasan TWA, di Jalan Abdul Rabkhan Dumai Selatan. Area tersebut dikenal cukup sepi saat malam.
Kondisi korban membuat warga terpaku. Tubuhnya ditemukan bersimbah darah. Posisi korban berada dekat pondok kebun. Jaraknya sekitar dua puluh meter dari jalan.
Suasana mendadak berubah tegang. Beberapa warga memilih menjauh. Sebagian lagi mencoba mencari informasi. Tidak sedikit yang terlihat syok.
Cerita bermula sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang warga bernama Tarsiwan melintas. Ia melihat kerumunan di pinggir jalan. Rasa penasaran membawanya mendekat.
Saat tiba di lokasi, pemandangan mengejutkan terlihat. Seorang perempuan sudah tidak bernyawa. Tubuh korban tergeletak di tanah. Darah tampak mengelilingi area tersebut.
Informasi cepat menyebar ke warga lain. Laporan segera diteruskan ke kepolisian. Petugas langsung bergerak menuju lokasi. Area kejadian kemudian diamankan.
Malam itu kawasan TWA berubah sibuk. Kendaraan polisi berdatangan silih berganti. Lampu penerangan tambahan dipasang. Petugas mulai bekerja mengumpulkan petunjuk.
Sekitar pukul 20.00 WIB pemeriksaan dimulai. Tim Identifikasi turun ke lapangan. Tim INAFIS melakukan dokumentasi lengkap. Saksi-saksi mulai dimintai keterangan.
Garis polisi kemudian dipasang. Area sekitar pondok ditutup sementara. Aktivitas warga dibatasi. Fokus penyelidikan dipusatkan pada lokasi penemuan.
Petugas menemukan sejumlah barang penting. Pakaian korban diamankan sebagai petunjuk. Sandal dan tas turut diperiksa. Identitas korban ditemukan dalam tas tersebut.
Temuan lain membuat penyelidikan semakin serius. Beberapa senjata tajam ditemukan berdekatan. Barang tersebut tersebar di lokasi. Seluruhnya langsung diamankan petugas.
Barang yang ditemukan cukup beragam. Ada satu bilah parang panjang. Dua pisau kater ikut diamankan. Sebuah gunting dan pisau dapur ditemukan.
Seluruh barang bukti dibawa oleh petugas. Pemeriksaan laboratorium segera dilakukan. Setiap petunjuk akan dianalisis mendalam. Penyidik berupaya merangkai kronologi kejadian.
Sekitar pukul 21.00 WIB, evakuasi berlangsung. Jenazah dibawa menuju RSUD Dumai. Tim medis menyiapkan pemeriksaan lanjutan. Proses visum menjadi langkah penting.
Di tengah penyelidikan muncul berbagai dugaan. Salah satunya beredar melalui percakapan warga. Dugaan tersebut mengaitkan korban dengan orang terdekat. Polisi belum menyampaikan kesimpulan terkait hal itu.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, memastikan penyelidikan terus berjalan. Polisi masih mengumpulkan berbagai informasi. Semua saksi diperiksa bertahap. Setiap temuan sedang dicocokkan. "Kami terus mendalami seluruh petunjuk lapangan," kata Angga, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan proses penyelidikan memerlukan ketelitian. Setiap barang bukti harus dianalisis. Keterangan saksi perlu diverifikasi. Langkah tersebut bertujuan memperoleh gambaran utuh.
Menurut Angga, hasil visum menjadi kunci. Tim penyidik masih menunggu laporan medis. Dokumen tersebut akan membantu penyidikan. Banyak pertanyaan bergantung pada hasil itu. "Hasil pemeriksaan medis sangat penting. Temuan tersebut membantu menentukan langkah berikutnya," ujar Angga.
Sampai Jumat sore, 12 Juni 2026, penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Semua kemungkinan masih diperiksa. Proses pengumpulan bukti terus berjalan.
Pondok sunyi di kawasan TWA kini menjadi pusat perhatian. Garis polisi masih membentang. Cerita tragis Nursafika menyisakan banyak pertanyaan. Jawabannya masih dicari penyidik hingga hari ini. R-02

