Thomas Tuchel Tersenyum Lebar, Inggris Baru Saja Menyalakan Alarm Piala Dunia
Selebrasi Anthony Gordon dan Declan Rice di laga Inggris vs Kosa Rika, Kamis (11/06/2026). (sumber: AP Photo)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Inggris tampil ganas sejak menit awal. Mereka menang telak 3-0 dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026 di Florida, Amerika Serikat, Kamis dini hari WIB, 11 Juni 2026. Kemenangan ini sekaligus mengirim pesan keras kepada Kroasia, lawan pertama Inggris pada fase grup.
Sejak peluit pertama berbunyi, Inggris langsung mengambil kendali permainan. Aliran bola bergerak cepat. Tekanan diberikan tanpa jeda. Kosta Rika terlihat kesulitan keluar dari area pertahanannya sendiri. Dominasi itu menjadi gambaran kesiapan The Three Lions menuju turnamen terbesar di dunia.
Pada menit keenam, Jude Bellingham hampir membuka keunggulan. Gelandang muda itu menerima umpan Anthony Gordon. Tembakannya masih melenceng tipis dari sasaran. Meski gagal menjadi gol, peluang tersebut menjadi tanda awal badai yang akan datang.
Tiga menit kemudian, Inggris akhirnya memecah kebuntuan. Declan Rice muncul di waktu yang tepat. Umpan tarik Gordon dari sisi kiri disambar Rice dengan penyelesaian sederhana. Bola meluncur ke tiang dekat. Inggris unggul 1-0 saat pertandingan baru berjalan sembilan menit.
Gol tersebut membuat Inggris semakin percaya diri. Serangan datang bergelombang dari berbagai sisi lapangan. Harry Kane memperoleh peluang emas pada menit ke-23. Sundulannya mengarah tajam ke gawang. Patrick Sequeira masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Kiper Kosta Rika kembali bekerja keras dua menit berselang. Kali ini Noni Madueke melepaskan tendangan voli keras. Sequeira kembali menjadi penyelamat timnya. Tanpa aksi sang penjaga gawang, skor mungkin sudah jauh lebih besar sejak babak pertama.
Madueke kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-36. Pemain sayap tersebut lolos dari perangkap offside. Ia bahkan berhasil melewati kiper lawan. Saat gawang terbuka lebar, tembakannya justru menghantam tiang. Stadion sempat terdiam sesaat melihat peluang itu gagal menjadi gol.
Menjelang turun minum, Inggris sempat memperoleh hadiah penalti. Anthony Gordon terjatuh di kotak terlarang setelah kontak dengan Shawn Johnson. Wasit menunjuk titik putih. Keputusan berubah setelah pemeriksaan VAR. Penalti dibatalkan dan skor tetap 1-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Inggris tidak mengurangi tempo permainan. Intensitas tekanan tetap tinggi. Madueke kembali mengancam pada menit ke-48. Ia menerima umpan panjang Harry Kane. Tembakan melengkungnya masih melayang tipis di atas mistar.
Kosta Rika semakin sulit bernapas. Inggris terus mengurung lawannya. Penguasaan bola berada sepenuhnya di bawah kendali pasukan Thomas Tuchel. Hampir tidak ada ruang bagi Kosta Rika untuk membangunkan serangan.
Puncak tekanan terjadi pada menit ke-66. Eberechi Eze melepaskan tembakan ke arah gawang. Bola mengenai tangan Darril Araya di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih. Kali ini keputusan tidak berubah.
Anthony Gordon maju sebagai algojo. Pemain Newcastle United tersebut menjalankan tugas dengan sempurna. Tendangan kerasnya meluncur ke pojok kiri atas gawang. Kiper Esteban Madriz bergerak ke arah berbeda. Inggris memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-68.
Meski unggul dua gol, Inggris tidak berhenti menyerang. Morgan Rogers hampir mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76. Ia menerima umpan matang dari Eze. Tembakannya masih menyamping tipis dari gawang lawan.
Gol ketiga akhirnya lahir menjelang akhir pertandingan. Rogers kembali menjadi aktor penting dalam proses serangan. Tembakannya ditepis tidak sempurna oleh penjaga gawang Kosta Rika. Ollie Watkins berdiri di posisi tepat. Striker Aston Villa tersebut menyundul bola muntah masuk ke gawang pada menit ke-87.
Gol Watkins menutup malam sempurna Inggris. Peluit panjang berbunyi. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan selesai. Para pemain Inggris meninggalkan lapangan dengan senyum lebar. Kosta Rika pulang membawa banyak pekerjaan rumah.
Data statistik menunjukkan betapa timpangnya pertandingan tersebut. Inggris mencatat 81 persen penguasaan bola. Kosta Rika hanya memperoleh 19 persen. Inggris melepaskan 28 tembakan. Lawannya cuma satu.
Jumlah sentuhan Inggris di kotak penalti lawan mencapai 45 kali. Kosta Rika hanya sekali. Inggris juga menghasilkan lima peluang besar. Kosta Rika gagal menciptakan satu peluang berbahaya pun sepanjang laga.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengaku puas melihat perkembangan timnya. Menurutnya, kemenangan tersebut bukan sekadar soal skor akhir. Ia lebih senang melihat energi dan kebersamaan para pemain di lapangan.
"Kami bermain sangat baik. Kami pantas menang. Kami bahkan bisa mencetak lebih banyak gol," ujar Thomas Tuchel, pelatih Timnas Inggris.
Tuchel menilai para pemain menunjukkan sikap yang sesuai harapan. Tekanan saat kehilangan bola berjalan efektif. Organisasi permainan terlihat semakin matang. Kerja sama antarlini juga berkembang selama pemusatan latihan di Florida.
"Sikap, energi, dan intensitas berada pada level sangat tinggi. Ini penampilan tim yang sangat bagus," kata Tuchel.
Pelatih asal Jerman tersebut juga memuji kontribusi pemain cadangan. Menurutnya, seluruh anggota skuad menunjukkan komitmen yang sama. Tidak ada perbedaan kualitas saat pergantian pemain dilakukan. "Malam ini membuat pikiran saya sangat tenang. Kami berada di jalur yang benar," ujar Tuchel.
Ia menambahkan bahwa para pemain pengganti memberikan dampak besar. Semangat yang diperlihatkan pemain cadangan membuat persaingan internal semakin sehat. Situasi itu menjadi modal penting menuju Piala Dunia 2026.
Meski puas, Tuchel belum menentukan susunan pemain utama saat menghadapi Kroasia. Inggris masih memiliki sesi latihan tambahan dan laga internal tertutup. Kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk melihat kondisi seluruh pemain. "Saya masih memiliki waktu untuk menentukan sebelas pemain terbaik," kata Tuchel.
Inggris dijadwalkan menghadapi Kroasia pada Kamis, 18 Juni 2026. Pertandingan tersebut menjadi laga pembuka Grup L. Hasil melawan Kosta Rika memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi skuad The Three Lions.
Kroasia tentu memahami arti kemenangan ini. Inggris tidak sekadar menang. Mereka mendominasi setiap aspek permainan. Dari penguasaan bola hingga jumlah peluang, semuanya menunjukkan satu pesan yang jelas.
The Three Lions datang ke Piala Dunia 2026 dengan mesin yang mulai panas. Kroasia kini mendapat gambaran seperti apa badai yang sedang menunggu di depan mata. R-02

