Saat Asia Berdarah, IHSG Justru Mengamuk dan Bikin Bursa Saham Kaget
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Bursa Efek Indonesia kembali bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tinggi. Penguatan terjadi sepanjang perdagangan pada Rabu, 10 Juni 2026. IHSG ditutup naik 2,71 persen di level 5.902,37. Angka tersebut bertambah 155 poin. Penguatan berlanjut setelah reli sehari sebelumnya.
Sejak pembukaan, pasar langsung bergerak agresif. Investor memburu banyak saham unggulan. Tekanan jual mulai berkurang. Sentimen positif terus mengalir. IHSG sempat menyentuh level tertinggi. Posisi itu berada di angka 5.942. Sedangkan level terendah berada di 5.677. Pergerakan berlangsung sangat dinamis.
Nilai transaksi juga melonjak tajam. Total transaksi mencapai Rp31,73 triliun. Volume perdagangan menembus 46,67 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 3,1 juta kali. Mayoritas saham bergerak naik. Sebanyak 571 saham menghijau. Hanya 148 saham melemah. Sebanyak 96 saham bergerak datar.
Di ruang perdagangan, suasana berubah drastis. Beberapa hari sebelumnya investor dipenuhi kekhawatiran. Kini optimisme mulai muncul kembali. Pasar perlahan menemukan napas baru. Motor utama penguatan datang dari sektor perbankan. Saham bank besar menjadi bintang. Investor memburu saham-saham unggulan.
PT Bank Central Asia Tbk menjadi pendorong terbesar. Saham BBCA menyumbang hampir 47 poin. Angka itu menjadi kontribusi tertinggi. Tidak ada saham lain yang mendekati. PT Telkom Indonesia Tbk berada berikutnya. Saham TLKM menyumbang hampir 20 poin. Kinerja emiten telekomunikasi itu ikut menopang indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ikut bersinar. BBRI naik 3,22 persen. Harga saham ditutup di Rp2.880. Nilai transaksinya mencapai Rp2 triliun. PT Bank Mandiri Tbk juga tampil agresif. Saham BMRI melonjak 4,15 persen. Harga berakhir di Rp4.260. Transaksi mencapai Rp1,5 triliun.
PT Bank Negara Indonesia Tbk turut menyumbang tenaga. Saham BBNI bergerak positif. Investor kembali melirik bank pelat merah. Sentimen buyback ikut membantu. Selain perbankan, saham konglomerasi juga bergerak kuat. DSSA memberikan kontribusi besar. DCII ikut mengangkat indeks. BRPT dan BREN menambah tenaga.
Di balik penguatan itu terdapat cerita menarik. Tekanan asing mulai berkurang. Arus keluar dana asing tidak lagi sebesar sebelumnya. Head of Investment Portfolio Strategy Bank Sinarmas, Ismail Muharam, melihat perubahan penting. Tekanan terburuk mulai mereda.
Arus keluar dana asing berangsur turun. Pasar mulai menemukan keseimbangan. "Kami melihat tekanan terburuk mulai berlalu," kata Ismail Muharam.
Beberapa pekan lalu situasinya berbeda. Investor asing ramai meninggalkan pasar. Nilainya mencapai triliunan rupiah. IHSG tertekan cukup dalam. Pada 29 Mei 2026, outflow asing sempat mencapai Rp8,52 triliun. Angka itu membuat pasar terguncang. Investor menjadi sangat hati-hati. Sentimen negatif mendominasi perdagangan.
Kini situasi mulai berubah. Tekanan tidak sebesar sebelumnya. Investor kembali melakukan akumulasi. Saham-saham murah menjadi incaran. Menurut Ismail, koreksi terakhir lebih banyak dipicu investor domestik. Mereka memilih menjual saham sementara waktu. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko.
Meski demikian, kepercayaan perlahan kembali tumbuh. Investor mulai melihat peluang. Valuasi saham dianggap menarik. Banyak saham diperdagangkan pada harga diskon. "Valuasi pasar saat ini cukup menarik," ujar Ismail Muharam.
Ia memperkirakan rasio PER IHSG berada di kisaran sembilan hingga sepuluh kali. Angka tersebut tergolong murah. Kondisi itu membuka peluang akumulasi bertahap. Investor mulai kembali masuk. Strategi yang disarankan cukup jelas. Investor dapat melakukan pembelian bertahap. Fokus utama berada pada saham kapitalisasi besar.
Menurut Ismail, saham bank memiliki daya tarik kuat. Fundamental bisnis masih kokoh. Pembagian dividen juga menarik. Imbal hasil mencapai tujuh hingga delapan persen. "Dividen saham bank masih sangat menarik," katanya.
Dari sisi teknikal, sinyal positif juga muncul. IHSG berhasil bertahan di atas MA-5. Indeks juga ditutup di area MA-10. Momentum penguatan terus terjaga. Analis Phintraco Sekuritas melihat peluang lanjutan. Penguatan rupiah menjadi faktor pendukung. Harga minyak dunia juga mulai terkoreksi. Kombinasi itu membantu pasar domestik.
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Mata uang Indonesia ditutup di sekitar Rp17.944 per dolar. Penguatan itu memberi sentimen positif. Investor menjadi lebih percaya diri. Selain faktor teknikal, pasar juga mencermati langkah pemerintah. Sejumlah pertemuan penting dilakukan. Fokus utama tertuju pada stabilitas pasar.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat koordinasi. Pertemuan melibatkan bank Himbara. Hadir pula jajaran Danantara dan kementerian terkait. Topiknya membahas kondisi pasar saham. Diskusi itu memunculkan opsi buyback saham. Langkah tersebut dianggap penting. Tujuannya memperkuat kepercayaan pasar.
Sementara itu, Panin Sekuritas melihat peluang lanjutan. IHSG dinilai mampu menguji level psikologis berikutnya. Target yang dibidik berada di angka 6.000. Level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar. "Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.000," tulis Panin Sekuritas.
Menariknya, penguatan IHSG terjadi saat banyak bursa Asia melemah. Korea Selatan mencatat penurunan tajam. Taiwan juga bergerak negatif. Hong Kong dan Thailand ikut terkoreksi. Di tengah tekanan regional itu, Indonesia justru bersinar. IHSG menjadi salah satu indeks terbaik Asia. Situasi tersebut memberi pesan penting.
Sektor transportasi menjadi juara. Penguatannya mencapai 4,51 persen. Sektor teknologi menyusul dengan 4,37 persen. Properti juga melonjak lebih dari tiga persen. Hampir seluruh sektor bergerak hijau. Energi menguat. Infrastruktur naik signifikan. Finansial ikut melesat. Hanya sedikit sektor tertinggal.
Kini perhatian investor tertuju ke depan. Level 6.000 semakin dekat. Arus dana mulai kembali. Kepercayaan perlahan pulih. Bursa yang sempat limbung mulai bangkit. Saham bank kembali menjadi primadona. Investor melihat peluang baru. Perjalanan pemulihan pasar pun kembali menemukan jalannya. R-02

