Kepala DLH Rohil Datangi Dapur MBG, Ka SPPG Yayasan Harapan Raya Mandiri "Menghilang"
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi yang menunggu Ka SPPG Yayasan Harapan Raya Mandiri namun tak kunjung datang dan belum bisa melakukan peninjauan pengelolaan limbah dapur MBG tersebut. Foto : SM News
ROKAN HILIR, SabangMerauke News - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi S.Sos bersama tim melakukan kunjungan dan verifikasi terkait pengelolaan sampah serta limbah di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Harapan Raya Mandiri di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Rabu (10/6/2026) petang.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas isu pengelolaan sampah dan limbah yang sempat menjadi perhatian publik dan viral pada akhir Mei lalu. Selain itu, DLH Rohil juga berencana menjalin kerja sama atau MoU dengan pihak SPPG terkait pengangkutan sampah yang dihasilkan dari aktivitas dapur yang mana selama ini dilakukan tanpa retribusi bahkan MoU sama sekali.
Namun, kedatangan Suwandi dan rombongan tidak mendapatkan sambutan dari pihak yang berwenang di lokasi. Bahkan, setelah menunggu lebih dari satu jam, Kepala SPPG Yayasan Harapan Raya Mandiri maupun ahli gizi yang bertanggung jawab di dapur tersebut tidak berada di tempat.
Suwandi menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya bukan hanya untuk meninjau pengelolaan sampah, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan limbah domestik yang dihasilkan dapur berjalan dengan baik.
"Kami ingin melihat bagaimana pengelolaan sampahnya, apakah tersedia tempat sampah yang memadai, bagaimana sistem pengangkutannya, serta bagaimana pengelolaan limbah domestiknya. Karena dapur seperti ini tentu menghasilkan limbah yang harus dikelola dengan baik," ujar Suwandi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar terkait adanya aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas dapur tersebut.
"Ada warga yang menyampaikan kepada kami terkait adanya bau. Karena itu kami ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan limbahnya, termasuk keberadaan dan fungsi IPAL-nya," katanya.
Menurut Suwandi, sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengangkutan sampah antara DLH dan pihak SPPG, verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh prosedur pengelolaan lingkungan telah berjalan sesuai ketentuan.
Ia mengaku menyayangkan tidak hadirnya Kepala SPPG maupun ahli gizi saat tim DLH melakukan kunjungan.
"Saya sudah banyak turun ke SPPG lain, tidak seperti ini. Setahu saya Kepala SPPG dan ahli gizi biasanya berada di dapur saat operasional berlangsung. Saya sudah dari jam setengah lima di sini dan bahkan pesan WhatsApp yang saya kirim juga tidak dibalas," ungkapnya.
Karena hari sudah menjelang malam dan tidak ada pihak yang dapat memberikan penjelasan secara langsung, Suwandi memutuskan untuk menjadwalkan ulang kunjungan pada keesokan harinya.
"Kami akan datang lagi besok untuk menindaklanjuti hal ini. Harapan kami keberadaan SPPG di sini tidak mengganggu aktivitas warga sekitar. Semua limbah yang dihasilkan, baik sampah maupun limbah dari IPAL, harus dapat dikelola dengan baik. Kalau memang ada kekurangan, tentu harus dibenahi bersama," tegasnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Suwandi meminta agar pesan tersebut disampaikan kepada Kepala SPPG dan pihak terkait agar pada kunjungan berikutnya dapat hadir untuk memberikan keterangan serta menunjukkan sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di dapur MBG tersebut.
DLH Rohil menegaskan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan sampah dan limbah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aktivitas pelayanan publik, termasuk program MBG, berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Namun pada kenyataannya, pantauan media di lokasi, air limbah yang dialirkan melalui pipa paralon ukuran 3/4 menuju saluran drainase di pinggir jalan. Namun dari penelusuran, saluran drainase terlihat tersumbat di bagian hilir tepat di rumah warga. (R-02)

