Aksi Koboi Jalanan Todong Pistol di Rohil Berakhir, Polisi Tangkap Pecatan TNI AU
Polisi memeriksa AGK atas aksi koboy jalanannya di Rantau Bais. Polisi juga menyita air softgun (insert). (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Aksi koboi jalanan yang menghebohkan warga Riau berakhir di tangan polisi. Seorang pria berinisial AGK alias Anggit diamankan setelah video dirinya mengacungkan pistol viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lintas Riau-Sumut, kawasan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu, 7 Juni 2026.
Video berdurasi singkat itu menyebar cepat. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria turun dari kendaraan. Ia terlibat cekcok dengan pengendara lain. Situasi kemudian memanas ketika senjata api jenis pistol diarahkan ke seorang pria di lokasi.
Warga yang melihat video itu langsung bereaksi. Banyak yang mempertanyakan keamanan jalan raya. Sebagian merasa khawatir tindakan serupa bisa terulang kembali. Tekanan publik membuat kasus tersebut menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.
Tak menunggu lama, Unit Reaksi Cepat RAGA Satreskrim Polres Rokan Hilir langsung bergerak. Tim melakukan penyelidikan digital. Berbagai rekaman dianalisis. Informasi di lapangan juga dikumpulkan secara intensif.
Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, AKP Kristofel, mengatakan proses identifikasi dilakukan menggunakan teknologi kepolisian. "Dari hasil analisis Inafis Polri, pelaku berhasil diidentifikasi," ujar Kristofel, Selasa, 9 Juni 2026.
Hasil penyelidikan mengarah kepada AGK alias Anggit. Polisi juga memastikan benda yang dibawa pelaku merupakan bukan sejata api melainkan airsoft gun jenis Glock 22. Senjata tersebut kemudian menjadi barang bukti utama dalam perkara ini.
Peristiwa bermula saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang. Saat itu sedang diberlakukan sistem buka-tutup jalan. Antrean kendaraan mengular cukup jauh. Banyak pengendara mulai kehilangan kesabaran.
Siang itu, Anggit sedang menuju Sungai Rokan. Tujuannya cukup sederhana. Ia hendak memancing bersama rekannya. Perjalanan yang semula biasa berubah menjadi insiden yang menggemparkan.
Kemacetan terjadi di sekitar kawasan Bukit Timah. Kendaraan bergerak sangat lambat. Sebagian bahkan nyaris tidak bergerak sama sekali. Suasana jalan menjadi padat dan penuh tekanan.
Di tengah antrean tersebut, seorang pengendara bernama Marwaji mencoba melintas di sela kendaraan lain. Aksi itu disebut memicu kemacetan yang semakin panjang. Situasi mulai menegang ketika beberapa pengendara saling melontarkan teguran.
Anggit kemudian turun dari mobilnya. Ia mendekati Marwaji. Percakapan singkat berubah menjadi adu mulut. Nada suara semakin meninggi.
Menurut hasil penyelidikan sementara, pelaku merasa tersinggung dengan ucapan yang diterimanya. Emosi yang tidak terkendali membuat situasi memburuk. Jalan raya yang seharusnya menjadi ruang bersama berubah menjadi arena konflik.
Setelah cekcok berlangsung, Anggit kembali menuju mobilnya. Banyak orang mengira persoalan selesai. Dugaan itu ternyata keliru. Beberapa saat kemudian ia kembali membawa airsoft gun.
Senjata itu diduga diarahkan kepada Marwaji. Korban berusaha menghindar. Situasi menjadi semakin mencekam. Beberapa warga yang berada di lokasi mulai merekam kejadian menggunakan telepon genggam.
Video itulah yang kemudian menyebar luas. Dalam hitungan jam, rekaman tersebut memenuhi berbagai platform media sosial. Warganet ramai membahas aksi koboi jalanan tersebut.
Tekanan publik membuat penyelidikan bergerak cepat. Polisi melacak identitas pelaku. Tim Unit Reaksi Cepat RAGA Polres Rohil kemudian berkoordinasi dengan Unit Reaksi Cepat RAGA Polres Bengkalis.
Pencarian mengarah ke wilayah Kecamatan Batin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Lokasi itu berada cukup jauh dari tempat kejadian. Polisi melakukan pendekatan persuasif.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Anggit akhirnya bersikap kooperatif. Ia bersedia menemui petugas untuk memberikan keterangan. Proses pengamanan berlangsung tanpa perlawanan.
Pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 17.39 WIB, polisi mengamankan pelaku di kawasan Kilometer 9, Kelurahan Air Kulim. Penangkapan berlangsung lancar. Situasi tetap terkendali.
Saat pemeriksaan awal, Anggit mengakui keterlibatannya. Ia membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya. Pengakuan itu memperkuat hasil penyelidikan yang telah dilakukan polisi.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan. Airsoft gun Glock 22 berhasil ditemukan. Polisi juga menyita pakaian yang dikenakan saat kejadian. Seluruh barang bukti dibawa ke Polres Rokan Hilir.
Fakta lain kemudian terungkap. Sosok Anggit ternyata merupakan pecatan TNI Angkatan Udara. Informasi tersebut dibenarkan polisi setelah proses identifikasi selesai dilakukan. "Iya, benar, yang bersangkutan pecatan TNI AU," kata Kristofel.
Saat ini Anggit diketahui bekerja sebagai tenaga subkontraktor di lingkungan operasional PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR. Aktivitas sehari-harinya tidak berkaitan dengan pekerjaan militer.
Meski demikian, fakta tersebut tetap menarik perhatian masyarakat. Banyak warga mempertanyakan bagaimana seseorang bisa membawa airsoft gun dalam perjalanan biasa. Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Polisi juga akan memeriksa korban. Sejumlah saksi turut dimintai keterangan. Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Semua fakta akan dikumpulkan secara menyeluruh.
Kasus ini menjadi pengingat penting. Kemacetan sering memicu emosi. Jalan raya menjadi tempat ribuan karakter bertemu setiap hari. Sedikit kesabaran sering kali menjadi pembeda antara perjalanan biasa dan persoalan hukum.
Kristofel mengingatkan masyarakat agar mampu mengendalikan diri saat berkendara. Emosi sesaat dapat memicu akibat panjang. Tindakan yang terlihat sepele bisa berujung pada proses hukum. "Kendalikan emosi saat berada di jalan raya," tegas Krisyofel.
Pesan itu terasa relevan dengan kejadian di Rantau Bais. Sebuah perjalanan memancing berubah menjadi kasus kriminal. Sebuah cekcok kecil berubah menjadi tontonan nasional. Dan sebuah airsoft gun membuat nama seseorang mendadak dikenal banyak orang. R-02

